
Waktupun berlalu begitu cepatnya hingga sekarang usia baby Ken genap setahun, Anggun sendiri memilih mulai menjaga staminanya agar dia tetap sehat karena ia akan menjalani program hamil, hubungan Rafa dan Anthony pun semakin membaik, kebahagiaan Cleo juga bertambah setelah mengetahui jenis kelamin bayi mereka yaitu Boy and Girl, bahkan hubungan ke dua mertuanya dan Anthony pun semakin membaik karena tuan Gerald sendiri sudah memaafkan Anthony.
Sedang kehidupan Leo semakin bertambah bahagia setelah mengetahui istrinya juga sedang hamil.
Namun berbanding terbalik dengan Angga dan Dinda yang masih kaku dan dingin walau tidak sekaku dan sedingin dulu, semenjak pindah ke Apartemen, ia jarang bertatap muka dengan suaminya ntah mungkin karena Angga sibuk kerja atau sibuk mencari wanita yang selama ini ia cari namun, Dinda tetap melayani suaminya dengan mempersiapkan sarapan dan sebagainya, sedang Angga sendiri walau tidur terpisah ia masih bisa mengawasi istrinya meski hanya dari layar laptop di kamarnya karena ia juga menyimpan cctv tersembunyi di kamar istrinya itu.
Jika ia merindukan istrinya maka ia akan masuk tidur di kamar istrinya secara diam-diam, tanpa sepengetahuan istrinya. lambat laun hati kecilnya merasa kasihan dengan istrinya yang ia perlakukan dengan tidak adil itu.
"Aku akan mengakhiri semuanya ketika aku menemukanmu Anggun!" lirihnya.
Sedang Dinda sudah merasa benar-benar kebal dengan perlakuan Angga kepadanya, yang acuh dan tak pernah peduli padanya, apa lagi semenjak Dinda mengetahui kalau suaminya itu memiliki wanita lain dia sudah siap untuk sesuatu yang lebih besar jika suatu saat hal itu benar-benar terjadi.
"Aku akan tetap di sini sampai hari itu tiba, sampai saat aku yang bosan untuk bertahan,atau kau sendiri melepasku untuk pergi." itu kata-kata yang pernah Dinda ucapkan beberapa waktu yang lalu.
Karena biar bagaimanapun Angga tak pernah mau melepas kannya, namun ia tak juga memberi kebahagian kepada istri nya itu. Sebenarnya di hati Angga sendiri sudah ada sedikit rasa untuk Dinda namun ia selalu melawan rasa itu. Ia takut bahwa rasa yang ada padanya akan menyakitinya lagi.
*
*
*
"Tut-Tuan maaf Non-Nona_"
"Ada apa dengan Laras istriku?" potong Rafa saat melihat sang perawat yang memang ia tugaskan untuk menjaga dan merawat Laras,datang tergopoh-gopoh dengan bicara yang terbata-bata membuat Rafa khawatir jika istrinya itu tidak baik-baik saja.
Bukannya menjawab pertanyaan Rafa namun perawat itu malah tergugu menatap Anggun yang menatapnya dengan tatapan tanda tanya.
"Hey…! apa kau tak mendengarkan ku apa yang terjadi pada istri ku?" bentak Rafa yang nada yang naik satu oktaf.
"Mas, istighfar.." sela Anggun yang melihat suaminya yang masih belum bisa mengendalikan emosinya.
__ADS_1
"Ayo kita ke kamar Mba Laras Mas." Ajak Anggun setelah Rafa tenang karena ia sempat memeluk suaminya untuk menenangkannya.
"Ayo...!"
Seru Rafa berjalan paling depan sedang Anggun mengikuti dari belakang, membawa serta Kenan dalam gendongannya, beserta perawat yang menjaga Laras.
Ceklek...
"Sas-La-Laras kau? kau sudah sadar sayang?" Rafa tergagap melihat istri pertamanya itu yang sudah terduduk di pembaringan, bahkan sekarang melangkah ke arahnya.
"Ia sayang ini aku Laras istrimu. Aku sudah sadar." Laras berucap sambil tersenyum menatap wajah suaminya yang masih terdiam mematung di ambang pintu.
Deg.
Jantung Rafa berdegub mendengar kata sayang yang baru terucap dari mulut Laras karena selama ini ia hanya ia menikahi Laras ia tak pernah mendengar Laras memanggil nya dengan kata-kata sayang, paling ia akan memanggil dengan sebutan nama Rafa saja.
"Sayang, apa kau akan terus menatapku seperti itu apa kau tak merindukanku sama sekali?" Laras terus bertanya dan menatap suaminya sambil terus menyunggingkan senyumnya, ada rona bahagia terpancar dari wajahnya itu, sedang Rafa melangkah dengan ragu menatap seolah tak percaya kalau istri nya sehat seperti sedia kala.
Ucap Rafa menangkup wajah istrinya lalu memeriksa tubuh istrinya dari bawah hingga ke atas. Rafa kemudian memeluk erat tubuh istrinya lalu membawanya kembali duduk di tepian tempat tidur.
"Sayang kau mau apa? dan butuh apa? kamu bilang sama aku, nanti aku akan mengabul kan permintaanmu" ucap Rafa dan sesekali mencium wajah istrinya itu dengan gemas karena begitu bahagianya saat melihat istrinya sudah sehat sempurna.
"Aku mau makan aku lapar" cicit Laras
"Dan aku mau di suap sama kamu sayang" imbuhnya lagi.
"Baiklah sayang, aku akan menyuruh Anggun untuk memasakkan makanan untukmu karena kamu tau masakannya itu sangatlah lezat."
Jelas Rafa melirik ke arah Anggun yang sedari tadi hanya diam membisu melihat adegan yang ada di depannya. Karena dia juga sama tekejutnya seperti dengan Rafa yang tak menyangka kalau Laras sudah bangun dari komanya.
Dan di saat mata Anggun dan Laras bersitatap ada raut wajah tak suka di wajah Laras, sedang Anggun mencoba untuk tetap tenang dan tersenyum tulus walau hati nya sedikit bergemuruh melihat suaminya harus memeluk wanita lain di hadapannya, namun ia harus bersikap profesional, karena biar bagaimanapun juga ia hanyalah istri ke dua.
__ADS_1
"Fa, kenapa kau membiarkan ada pembantu bekerja di rumah kita membawa anaknya!" celetuk Laras ketika pandangan matanya tertuju pada Kenan yang masih dalam gendongan Anggun.
"Sayang… siapa yang kau maksud anak pembantu,?" Laras hanya terdiam namun tetap menatap tajam ke arah Anggun yang yang masih menggendong Baby Ken.
"Sayang dia adalah Kenan putra kita dan ini Anggun dia adalah is_"
"Aku adalah pengasuh baby Kenan, nyonya!" jawab Anggun cepat memotong kalimat Rafa,
Deg.
Rafa hanya bisa mengerutkan alisnya tak percaya dengan ucapan Anggun isrtinya itu.
"Maaf Tuan dan nyonya saya pamit undur diri untuk memasak." sela Anggun yang mendapat tatapan intens dari suaminya itu.
"Pergilah! tapi bawa kesini Kenan aku sudah lama merindukannya!" celetuk Laras dengan nada perintah, sambil menatap putranya yang sudah lama ia ridukan.
"Aku akan mengambilnya untukmu" tawar Rafa lalu bangkit berdiri, dan berjalan ke arah Anggun yang masih mematung.
"Sayang maafkan aku ini di luar ekspektasiku" bisik Rafa begitu tiba di depan Anggun.
"Aku tidak apa-apa Mas..." Anggun berucap sambil menatap manik mata suaminya dengan tatapan penuh cinta.
"Sekarang kamu pergi dulu nanti kita bicara" sela Rafa lalu.
Cup.
Memberi satu kecupan pada istri tercintanya itu, membuat Anggun terkesiap membulat kan matanya.
"Mas, kamu…!"
"Pergilah sebelum Laras melihatnya!" Rafa berseru sambil meraih tubuh putranya dari gendongan Anggun.
__ADS_1
"ILOVE YOU" imbuhnya lagi sedang Anggun hanya bisa geleng-gelengkan kepala melihat tingkah suaminya yang terus saja mengambil kesempatan itu.