
"Setelah selesai dengan aktifitas Anthony terkulai di samping istrinya, Ia memeluk sang istri dengan perut yang sudah membuncit. Lalu ia menurunkan wajahnya mendekatkan nya keperut Cleo lalu Ia pun mencium perut istrinya.
"Anak Daddy baik-baik jaga mommy nya ya Daddy sayang kalian ILOVE YOU"
"ILOVE YOU TO Daddy"
balas Cleo dengan menirukan suara anak kecil. Anthony pun hanya tersenyum geli mendengar suara isrtinya yang terdengar lucu itu, Ia pun kembali, memberikan ciuman gemas di seluruh wajah istrinya itu.
Anthony lalu bangkit meraih handuk dan membelitkannya di pinggang ia pun segera masuk kedalam bathroom lalu mengisi air dingin dan air panas ke dalam bathtub, tak lupa ia mencampurkan aroma terapi di dalam nya,
setelah Ia rasa sudah cukup Ia pun kembali melangkah keluar dan mendekati istrinya yang sedang menutup mata. Di singkapnya selimut yang menutupi tubuh istrinya kemudian meraih tubuh istrinya itu. Dan menggendongnya ala bridal style.
"Kak Anthony!" pekik Cleo saat merasakan tubuhnya melayang di udara dan dengan reflek mengalungkan kedua tangannya di leher Anthony. Dan seketika saja mata Anthony sudah dengan leluasa meng exposs seluruh tubuh istrinya, membuat Cleo merasa malu setengah mati.
"Sayang jangan melihat seperti itu! aku jadi malu" tegur Cleo lalu menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik Anthony. "Sayang kenapa kamu harus malu aku kan tiap hari selalu menyentuhnya bahkan aku juga sudah merasakannya, dan rasanya sudah menbuatku gila"
ucap Anthony dengan suara yang kecil seolah sedang berbisik, membuat Cleo mengigit dengan lembut dada bidang suaminya itu,karena dia merasa benar-benar kesal dengan tingkat ke mesuman suaminya itu.
Sedangkan Anthony yang merasa geli dengan gigitan istrinya hanya bisa terkekeh.
"Sayang jangan menggodaku seperti ini kalau kamu seperti ini aku tidak bisa berjanji kalau kita tidak akan melakukannya di tempat ini bisiknya, membuat Cleo dengan reflek memukul dada bidangnya, sedang Anthony kembali terkekeh melihat kelakuan istrinya yang malu-malu meong.
Anthony pun segera menurunkan tubuh istri nya dengan pelan kedalam bathtub dan kemudian Ia pun menyusul ikut masuk kedalam bathtub dengan telaten Anthony membersihkan tubuh istrinya hingga mereka berdua pun selesai dengan ritual mandinya.
Setelah berpakaian lengkap Cleo pun segera menemui suaminya yang sudah lebih dulu keluar dari walk in closed.
"Sayang ayo kemari" seru Anthony menepuk pinggiran tempat tidur begitu melihat istrinya keluar, Cleo pun bergegas mendekati suami nya, ia pun duduk di sisi suaminya.
"Sayang..." ucap Cleo dan Anthony secara bersamaan.
Membuat mereka saling bersitatap dan kemudian secara bersama sama mereka pun tertawa,
__ADS_1
"Maafkan aku sayang..." bisik Cleo. Saat tubuhnya sudah di peluk oleh suaminya dengan begitu hangatnya.
"Anthony pun hanya mengangguk sambil tersenyum sedang tangannya masih mengelus punggung istrinya dengan penuh kasih.
"Aku juga minta maaf" Anthony berucap sambil menatap wajah istrinya yang semakin berisi itu, sejenak Cleo pun tersenyum kemudian kembali kedalam dekapan suaminya.
*
*
*
Drt... drt...drt...
Suara gawai yang terus berdering tak menyurut kan dua insan yang tengah memadu kasih dengan peluh yang sudah membasahi seluruh tubuhnya ntah sudah berapa kali mereka berpacu dalam segala kenikmatan yang membuatnya lupa segala-galanya.
"Laras itu pasti dari Rafa kenapa kau tak mengangkatnya" sela Romy di tengah-tengah kegiatan panas mereka.
"Apa kamu masih menyimpannya?" Romy kembali bertanya.
"Masih.." jawab Laras dan menunjuk sebuah cincin yang begitu indah dengan ukiran inisial sebuah nama. Romy pun menyeringai jahat,saat terlintas sesuatu di fikirannya.
*
*
*
Sedang Rafa yang berada di mansionnya kini uring-uringan karena sejak tadi Laras sama sekali tak mengangkat telpon darinya, "kemana dia sebenarnya, sejak tadi tak menjawab telponku, kenapa dia suka sekali membuatku khawatir" Ting, satu notifikasi pesan masuk di gawainya,
["maaf sayang aku tadi ke toilet.'']
__ADS_1
[''Aku sangat meng khawatirkanmu apa kamu baik-baik saja?"]
["Jangan mengkhawatirkanku, aku baik-baik saja. Udah dulu ya sayang ini lagi rame banget by by"] dengan emot love.
Rafa menarik nafas lega setelah mendapat pesan singkat dari Laras, Ia pun keluar dari kamarnya untuk melihat putranya, baru saja ia ingin membuka pintu Bik Mery sudah berdiri di depan pintu. "Bik Mery, ada apa?"
"Tuan, Tuan muda Ken, dia menangis terus Tuan dia sepertinya tak mau tidur" jawab Bik Mery menjelaskan.
"Baiklah Bik aku akan kesana" setelah mendengar penjelasan Bik Mery Rafa bergegas masuk ke dalam kamar putranya dan benar saja Kenan terus menangis dan menjerit seakan merasakan sesuatu.
"Sayang yuk sini sama Daddy" Rafa meraih tubuh putranya memeluk lalu menggendong nya namun tetap saja, Kenan terus meronta-ronta. Rafa yang panik tak tau harus berbuat apa-apa sedang di luar sana gemericik air hujan mulai turun membasahi bumi dengan derasnya seakan langit sedang menumpah kan seluruh airnya. Bik Mery yang melihat kepanikan Rafa segera meraih gawai yang ada di tangan Rafa membuat Rafa terkejut.
"Bi kamu mau ap_"
"Nak Anggun ini Bibi cepatlah kemari Nak kasian Tuan Kenan!"
tut tut tut..
sambungan pun terputus.
"Bik jelaskan padaku kenapa Bibi harus memanggil wanita itu kemari!" Rafa dengan tatapan nyalang membuat Bi Mery menunduk takut.
"Maaf Tuan, ini demi Tuan Kenan, biarkan Nak Anggun masuk" Ucap Bi Mery memberanikan diri. Ia terus membujuk Rafa menangkupkan ke dua tangannya bahkan kini Ia sudah duduk bersimpuh.
"Baiklah Bi sekarang Bibi bangun aku tidak mau Anggun nanti salah sangka jika melihat Bibi seperti ini"
Bi Mery pun segera bangkit berdiri sambil tersenyum bahagia, "apa aku tidak salah dengar tadi Tuan bilang tidak mau Nak Anggun salah sangka, berarti Tuan masih cinta sama Nak Anggun cuma mungkin saja egonya terlalu besar."
Bi Mery pun tak sadar menyunging kan senyumnya membuat Rafa mengerutkan kedua alisnya. Dan baru saja Rafa ingin membuka mulut dari luar sudah terdengar ketukan pintu.
tok tok tok!.
__ADS_1