
Kini Rafa sudah benar-benar menguncinnya,dengan kilatan amarah yang masih terlihat dari tatapan matanya, seperti ingin menguliti Anggun.
"Sekarang jawab aku jujur siapa lelaki itu?" ucapnya penuh penekanan.
"Lelaki yang mana Tuan" jawab Anggun ketakutan.
"Lelaki yang kau cintai dan kau temani selingkuh, jika kau tak ingin berkata jujur maka aku akan menghukummu dengan hukuman yang berat!" ancamnya.
"Aku benar-benar tidak tau apa yang Tuan maksudkan aku tak pernah selingkuh dengan siapapun Tuan, aku hanya mencintaimu!" Anggun berucap jujur, dengan air mata yang sudah berlinang, namun ucapan dan tangisan nya tak mampu untuk meredakan amarah suaminya.
"Sampai kapan kau akan terus berdusta pada ku hah!" ucapnya dengan merobek paksa pakaian yang melekat pada tubuh istrinya itu.
"Tuan, aku mohon dengarkan aku janganlah seperti ini aku mohon Tuan, percayalah padaku. aku tidak pernah selingkuh darimu! hiks hiks hiks''
Plak, satu tamparan keras mengenai pipi Anggun membuat darah segar mengalir di sudut bibirnya.
"Aku sudah memperingatkanmu tapi kamu tak mau berterus terang. Jadi jangan salah kan aku, karena memang ini adalah hukuman yang pantas yang kamu dapatkan!." ucap Rafa menekan setiap kalimatnya.
Dan bukan sampai di situ saja Rafa yang sudah kembali terbakar hasrat dan emosinya secara bersamaan melakukan kembali penyatuannya dengan kasar dan tak ada kelembutan dalam setiap hentakan dalam permainannya,Rafa betul-betul memperlakukan Anggun layaknya pemuas naf...sunya saja.
Jeritan tangis dan permohonan Anggun betul-betul tak bisa bisa meluluh kan hatinya, karena egonya yang terlalu tinggi hingga membutakan mata hatinya.
Setelah puas melampiaskan semuanya, kini Rafa meninggalkan Anggun yang masih terbaring dengan menyisakan isakannya, sungguh Ia tak pernah menyangka jika suaminya yang begitu hangat rela melakukan semuanya hanya karena rasa cemburu yang tak beralasan.
"Aku membencimu Mas," lirihnya menahan sakit di sekujur tubuh dan hati yang seperti terkena serpihan kaca yang hancur lebur, terluka namun tak berdarah. Baru saja Rafa selesai membersihkan tubuhnya tiba-tiba
Ceklek.
__ADS_1
"Sayang aku sud_" Seketika mata Laras membulat.
"Apa-apaan kalian! jelaskan padaku apa maksudnya ini! kalian-kalian! oh tidak, ini tidak mungkinkan Rafa, kau-kau! menghianatiku!" teriak Laras histeris saat mendapati Rafa yang hanya memakai balutan handuk di pinggangnya, sedang Anggun masih dalam ke adaan setengah polos.
Laras pun keluar menuju kamarnya yang Ia tempati selama ini dirawat, sedang Rafa mengikutinya dan di susul Anggun yang masih dengan penampilan acak-acakan.
"Sayang buka pintunya kita harus bicara dengarkan aku sayang, aku tidak bermaksud menyakitimu, ini semua bukan kehendakku,aku terpaksa melakukannya demi putra kita,kamu tau kan waktu itu kamu sedang koma. Jadi Kenan butuh ibu susu tapi kamu tau Oma Clara menyuruhku menikahi Anggun karena Oma tidak ingin hal-hal yang tidak di inginkan terjadi."
Rafa terus berteriak menjelaskan panjang lebar sedang di dalam sana Laras hanya duduk santai tanpa mau ambil pusing cerita dan teriakan Rafa, hanya satu tujuannya menghancurkan kebahagiaan Rafa dan Anggun.
''Aku harus melakukannya sekarang aku tak ingin berlama-lama.'' Gumamnya pada dirinya sendiri. Lalu Ia pun melangkah membuka pintu.
Ceklek,
"Sayang...!" begitu pintu terbuka Rafa langsung menyambar tubuh Laras membawa nya kedalam pelukannya.
"Aku sudah memaafkan mu tapi aku ingin berbicara berdua dengannya!" tunjuk Laras ke arah Anggun yang masih setia berdiri mematung melihat adegan yang di depan nya.
"Baiklah aku akan masuk untuk memakai bajuku dulu" ucap Rafa menjelaskan dan di angguki oleh Laras, sedang Rafa melangkah kembali ke kamarnya, dan kini yang tinggal hanya Laras dan Anggun dengan tatapan yang berbeda. Jika Laras menatap dengan tatapan ke bencian sedang Anggun menatap dengan tatapan penuh arti.
"Masuklah aku ingin sedikit berbicara padamu!" ketus Laras membuka percakapan Laras pun masuk dan di ikuti oleh Anggun.
"Aku tau kamu ingin balas dendamkan sama aku, makanya kamu pun menikahi suamiku kau ingin membuatku hancur, dan itu berhasil,dan sekarang aku minta dengan baik-baik pergilah dan tinggalkan kami, maka aku akan memberikan mu ini." Laras lalu memberikan sebuah kotak.
"Apa ini?" tanya Anggun.
"Bukalah semoga kamu menyukainya" Anggun meraih kotak cicin yang ada di tangan Laras lalu membukanya. Dengan tangan yang gemetar Ia meraih sebuah cincin yang begitu familiar.
__ADS_1
"Kau, kenapa semua ini ada padamu? katakan padaku! kenapa cincin ini ada di tanganmu?" tanya Anggun dengan suara yang agak meninggi.
"Betul kamu mau tau dari mana aku mendapatkannya?" ucap Laras dengan santai.
"Iya katakan pada ku dari mana ini?" ucap Anggun penasaran.
"Dengarkan aku baik-baik" bisik Laras.
"Aku mendapatkannya dari suami kita, tidak aku mau meralatnya lagi maksudku bukan kita tapi aku, dari suamiku" ucapnya dengan santai tanpa mau tau apa yang Anggun rasa kan saat ini.
"Tidak Laras! ini milikku bukan milikmu!" pekik Anggun mencengkram cincin yang hampir di rampas kembali oleh Laras.
Ceklek.
"Sayang bagai mana?" ucap Rafa begitu masuk. Dan tiba-tiba saja Laras berlari memeluk Rafa dengan suara yang terisak.
"Ada apa ini jelaskan padaku!" sergah Rafa menatap tajam kearah Anggun. Sedang Anggun hanya bisa menunduk melihat gejolak Amarah di mata Rafa yang belum sirna.
"Tidak aku tidak akan mengatakannya, nanti kamu marah sama aku" Jawab Laras dengan tersenyum jahat menatap Anggun.
"Lihat aku, aku tidak akan marah padamu sayang" ucap Rafa dan memeluk Laras dengan lembut,
"Aku sudah bicara sama Anggun dan me maafkannya tapi dia meminta cincin itu" adu nya dengan seringai jahat di wajahnya" jika aku memberikannya maka dia ingin segera meninggalkanmu, tapi jika tidak dia akan terus mempengaruhi anak kita Kenan, dan setelah itu dia akan memisahkan kita, aku tidak mau dia ada di sini aku takut, bahkan dia pun sudah berani mengancamku." Ucap Laras bercerita dengan suara manjanya dan takutnya yang di buat-buat.
"Cincin-Cincin apa?" Rafa yang bingung melirik seauatu yang di tangan Anggun.
"Ini kan cincin kita yang aku beri untukmu waktu itu, kenapa kau harus memberikan ini padanya" Rafa pun menatap nyalang membuat Anggun terus menunduk ketakutan.
__ADS_1