Istri Ke Dua Tuan Arogant

Istri Ke Dua Tuan Arogant
Aku menginginkanmu


__ADS_3

Di kamar Baby Ken, Anggun masih duduk merenung, ia memilih tidur di kamar putranya itu dari pada kembali ke kamar utamanya beserta suaminya itu, toh malam ini Rafa tidak akan tidur bersamanya lagi.


Dan semenjak Chelsy hamil Anggun memilih menjaga baby Ken sendiri karena tak ingin membuat Chelsy kecapean,


Apa lagi Devan yang masih belia juga butuh pengawasan lebih untung ada Ibu Rini yang selalu membantu Chelsy sesekali untuk mengurus Devan.


setelah pukul 01:00 dini hari baru Anggun bisa memejamkan matanya baru 15 menit ia terlelap Ia merasa seperti ada sesuatu yang dingin menempel di tubuhnya, sontak membuatnya terkejut segera membuka mata.


"Mas, kau… Kenapa kau mengagetkanku?" celetuknya menatap suaminya yang sudah berbaring disampingnya.


"Maaf aku terlambat mencarimu karena tadi aku ketiduran di ruangan kerjaku, jelasnya lalu memeluk erat tubuh Anggun.


"Ruangan kerja? bukankah Mas, tadi mmm Melaku kan_"


''Melakukan apa? hmmm…" Rafa segera memotong ucapan Anggun sambil mengedip kan matanya, membuat Anggun jadi salah tingkah, Rafa hanya tersenyum melihat istri nya itu yang kini nampak semakin begitu menggairahkan di matanya.


"Kamu fikir aku sudah melakukannya dan akan melakukannya dengan Laras, sayang aku sudah mendapat anak dari Laras dan aku menginginkan sang Princess ada di sini." ucap Rafa mengelus perut Anggun, membuat Anggun merona merah menahan malunnya.


"Sayang aku menginginkanmu malam ini boleh ya," bisiknya lagi, membuat bulu kuduk Anggun meremang.


"Tapi Mas, aku_ump…" ucapan Anggun kini terjeda di saat ada benda kenyal milik Rafa, mulai menyecap dan memilin di dalam mulutnya. Sedang tangan Rafa sudah mulai melepaskan semua yang melekat pada dirinya dan Anggun, lalu melemparnya ke segala arah.


Setelah puas saling menyecap kini Rafa pun mulai menyecap buah kesukaannya, bermain lembut dengan lidahnya sedang jemari tangannya mulai mencari titik-titik kelemahan Anggun hingga menelusup masuk di bagian bawah, dan menekan ******** yang berada di bagian atas vulva nya menbuat Anggun tak mampu untuk bertahan ia terus mengeluar kan racauannya dan menekan kepala suaminya agar menyecapnya lebih dalam.


Sedang bagian bawah sana terus mendapat tekanan hingga sesuatu yang hangat keluar.


"Ahk… Mas...," satu des..ah..an panjang pun keluar dari mulutnya, dan kini Rafa kembali menyecap bibir ranum yang sudah membuat nya candu itu, bersamaan dengan sang junior yang sudah mesat masuk mencari tempat nya.


Rafa terus memompa dengan lembut membuat Anggun kembali merasakan sesuatu yang ingin keluar kembali membuncah ingin di lepaskan.


"Raf_Rafaaa…" ucapannya terputus-putus saat Rafa memberikan tekanan dengan cepat hingga tubuh mereka berdua pun bergetar hebat.


"Kita keluarkan sama-sama sayang bisik Rafa di telinga Anggun dan Anggun hanya bisa menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Anggun memeluk erat tubuh suaminya begitu pun dengan Rafa membalas pelukan istrinya dengan memberi satu tekanan yang kuat membuat Anggun menggigit pundaknya karena nikmat yang membuncah.


Lalu mereka pun sama-sama terkulai dengan lemas.


''Terima kasih sayang…" ucap Rafa mengelus lengan isrtinya lalu mengecup pucuk kepalanya.


"Mas, mba Laras bagaimana aku tidak mau dia mengamuk kalau tau kau tak di samping nya." Ucap Anggun sambil menatap wajah suaminya yang ia rasa semakin tampan.


"Sayang kamu jangan berfikir sejauh itu, kamu ingat kata Dokter kalau kamu ingin hamil kamu jangan berfikir yang tidak-tidak hmmm…" lalu Rafa kembali memeluk istrinya dengan penuh kasih.


"Dengarkan aku, Laras tidak akan mengetahui kalau kita tidur bersama kamu jangan khawatir karena aku sudah_"


"Sudah apa Mas..,?" sela Anggun bertanya karena penasaran.


#flash back on#


"Rafa aku ingin betul-betul melakukannya malam ini denganmu." Goda Laras di telinga Rafa sedang tangannya membuka satu persatu kancing kemeja milik Rafa dan melemparkannya ke segala arah dan ia pun memulai aksinya dengan penuh nafsu, mencium dada bidang milik Rafa.


sedang Rafa hanya biasa saja tak merasakan apa pun karena fikirannya kini fokus ke Anggun.


"Hah...apa kamu bilang tadi sayang…?" tanya balik Rafa.


"Kamu benar-benar berubah, kenapa kau membuatku kesal sepertinya kau tak menghirau kanku!" celetuk Laras kesal dengan wajah yang mengerucut.


"Sayang bukan seperti itu aku benar-benar takut kamu akan sakit lagi, percayalah padaku aku tak ingin kehilangan kamu lagi, itu sebabnya lebih baik kita menunggu agar kamu benar-benar pulih baru kita melakukannya, sekarang minumlah obatnya dulu lalu kemudian istirahatlah."


Bujuk Rafa yang memang benar-benar khawatir dengan keadaan istri pertamanya itu.


"Sayang ILOVE YOU" bisik Rafa di telinga Laras. "ILOVE YOU TO darling''


balas Laras dan memeluk suaminya.


"Ayo ini obatnya!" Rafa menyodorkan obat dan segelas air kepada Laras.

__ADS_1


Laras pun segera meraih obat dan air yang di berikan oleh suaminya lalu segera meminum nya.


"Sekarang ayo kita tidur."


Ajak Rafa menuntun istrinya menuju pembaringan, setelah menyelimuti Anggun Rafa pun merebahkan tubuhnya lalu memeluk erat tubuh istrinya itu.


Namun baru saja kantuknya datang.


Drt..drt...drt...


Rafa segera meraih gawainya lalu beranjak pergi tak jauh dari tempat tidur istri nya itu.


"Ada apa Leo?" tanya Rafa begitu mengetahui kalau yang menelponnya itu adalah Leo sang sahabat sekaligus asisten pribadinya.


"Apa harus malam ini tidak besok saja. Aku sedang menemani Laras," terang Rafa.


"Tapi Tuan, ini penting dan kita harus bergerak cepat." Sela Leo dari seberang telpon baiklah, datanglah keruangan kerjaku!" perintahnya pada Leo lalu mematikan sambungan telponnya. Ia pun melirik ke arah Laras yang sudah terlelap lalu melenggang pergi.


"Baiklah, kamu bereskan semuanya, cari dia kali ini jangan biarkan dia lolos!" perintah Rafa begitu mendengar penjelasan dari Leo


"Baik Tuan." Jawab Leo lalu pamit undur diri "Leo berhati-hatilah aku yakin dia tak sendiri!" seru Rafa tanpa menoleh membuat Leo membalikkan tubuhnya mengangguk lalu melenggang keluar.


Setelah Leo keluar Rafa membuka laptopnya lalu ia pun mulai berselancar.


"Benar kata Leo orang ini tak bisa di anggap remeh tapi siapa dia? hampir saja rahasia perusahaanku keluar aku akan memperkuat sistem ke amanan lagi." Gumamnya lalu mengotak atik laptonya merubah akun rahasianya dengan sistem yang benar-benar Ia rasa sudah tak akan ada orang yang bisa meng hacknya.


Karena merasa letih Ia pun akhirnya tertidur dengan pulasnya dalam ke adaan masih duduk di atas kursi kebesarannya, sedang kepalanya berada di atas meja kerjanya malas rasanya ia kembali ke kamar Laras.


"Tidak Anggun jangan pergi!" Rafa terperanjat.lalu mengusap wajahnya.


"Ternyata cuma mimpi." Gumamnya lalu.


"Astaga Anggun bukankah tadi aku sudah ber janji ingin menemuinya." Rafa melirik jam mewah yang ada di pergelangan tangannya yang menunjukkan waktu sudah dini hari. "Tapi mungkin sekarang dia sudah tidur. Tidak, aku harus menemuinya sekarang." Rafa pun bangkit berdiri, Lalu melenggang keluar.

__ADS_1


Ceklek.


"Sayang kamu dimana? mungkin dia di kamar Kenan." Fikir Rafa saat tak mendapatkan Anggun di kamarnya, lalu ia bergegas menuju kamar putranya, dan benar saja. Begitu membuka pintu kamar Ia sudah melihat seluit tubuh wanita yang terbaring di ranjang.


__ADS_2