
Sedang Cleo yang menatap kepergian suami nya yang tak memperdulikan dirinya dan Twisn memilih untuk pergi ke dokter kandungan untuk memeriksakan kandungan nya kenapa tiba-tiba ia merasa kan perutnya keram.
sementara itu Anthony yang masih tidak menyadarari ke tiadaan Cleo terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, namun se saat ia tersadar bahwa ada Cleo dan baby Twisn ia mengurangi kecepatan mobil nya.namun masih dengan tatapan yang fokus menatap jalan,
"Apa kau lapar dan ingin makan sesuatu?'' tanya Anthony namun tak mendapatkan jawaban.
"Aku minta maaf" lanjutnya lagi.
"Ini semua karena kakakmu yang sombong itu kesal Anthony, namun tak ada yang menimpali kata-kata nya. "Cleo kenapa kau diam saj_" ucapan nya terjeda saat menyadari tak ada siapa pun di belakangnya.
Ia pun membawa mobilnya ketepi.
"Shiit… kenapa aku bisa sebodoh dan
seceroboh ini sih?" dengan memukul setir dan menjambak kasar rambutnya, ia mengingat kembali Saat ia meninggalkan Cleo dan berlalu begitu saja.
"Maaf kan aku Cle, Maafkan Daddy Twisn lirih Anthony penuh dengan penyesalan.
Ia pun memilih pergi kerumah sakit untuk menjemput Cleo kembali.
"Bagai mana Dok?" ucap Cleo bertanya pada dokter kandungannya.
"Ini tidak apa-apa Anda jangan khawatir tapi jika ini terjadi terus akan berbahaya pada janin Anda, Sebaiknya Anda jangan setres dan kurangi beraktifitas terlalu berat, karena kandungan Anda masih rentan ini dikarenakan kandungan Anda masih terlalu muda, saya akan memberikan resep penguat kandungan untuk Anda" ucap dokter tersebut menjelaskan panjang lebar, dan hanya di balas anggukan dari Cleo dengan anggukan mengerti.
__ADS_1
"Terima kasih Dokter…" ucap Cleo menjabat tangan sang dokter lalu bangkit melangkah keluar, kini tujuannya ingin menebus vitamin nya di apotik lalu ingin cepat pulang, ia masih kesal dengan sikap Anthony yang meninggal kannya begitu saja.
Tapi ia harus bersikap tidak terlalu memikir kannya karena mengingat pesan dokter tadi, ia tak ingin ke egoisannya membahayakan baby Twisn, ia mengelus perutnya yang masih rata.
"Maafkan Mommy sayang Mommy janji akan selalu menjaga kalian dengan baik" ucapnya seolah berbicara dengan ke dua anaknya itu.
*
*
*
Anthony yang baru saja tiba di rumah sakit segera turun dan mempercepat langakah kaki nya untuk mencari Cleo.
"Di mana dia?" gumamnya ia pun bertanya kepada salah satu petugas rumah sakit, "Maaf apa Anda mengenal orang ini?" tanya Anthony sambil menyodorkan sebuah gambar yang ada di gawainya.
Sesampainya di depan ruangan Dokter Ghina ia pun segera membuka pintu tanpa mengetuk.
"Cleo kamu_" ucapan Anthony terputus saat melihat tak ada seorang pun di ruangan Dokter Ghina, ia pun kembali menutup pintu namun ketika mau membalikan badan seseorang menyapanya.
"Dokter Anthony Anda?' Sedang apa Anda di sini?" seru orang tersebut.
"Dokter Ghina saya kesini mau mencari istri saya, karena tadi seorang petugas melihatnya masuk keruangan Anda" jawab Anthony menjelaskan.
__ADS_1
"Mari masuk!" ajak Dokter Ghina, Anthony lalu mengikuti langkah Dokter Ghina masuk di ruangannya.
Anthony pun di persilakan untuk duduk, begitu pun dengan Dokter Ghina ia pun segera duduk di kursi kebesarannya itu.
"Bisa di sebut nama istri Anda siapa Dokter?" tanya Dokter Ghina lagi.
"Cleo...!" jawab Anthony singkat,
"Owwh jadi istri Anda Nyonya Cleo?" ucapnya heran sambil ber owwh ria,
Dokter Ghina pun menjelaskan semuanya secara detail,sedang Anthony begitu serius mendengar kannya.
"Baiklah terimakasih karena sudah membantu istri saya ucap Anthony.
"Sama-sama Dokter, karena istri Anda juga adalah pasien saya" jelas Dokter Ghina lagi.
Anthony pun pamit undur diri ia ingin mencari Cleo kembali agar segera bertemu, tujuan nya sekarang adalah ingin segera meminta maaf.
*
Ceklek.
Anthony membuka pintu kamarnya ia sudah putus asa mencari keberadaan Cleo ntah ke mana, Sedang handpone nya sama sekali tak bisa di hubungi, ia melangkah Dengan lesu menuju tempat tidurnya.
__ADS_1
"Cle…kamu di mana?" lirihnya mengusap kasar wajahnya ia pun membaringkan tubuhnya namun tangannya seperti memegang sesuatu yang keras, ia pun membalikkan badannya menatap dengan seksama.
"Cle, apa ini kamu Cleo…?" ucapnya tak percaya jika isrtinya itu benar-benar ada di depannya.