
Anthony terus menatap istrinya yang sudah tidur pulas itu dengan intens, lalu ia mencium pucuk kepala isrtinya itu.
"maafkan aku" lalu ia pun menuju perut Cleo lalu menciumnya. "Maafkan Daddy sayang" lirihnya.
setelah itu ia pun beranjak pergi ke bathroom untuk membersih kan tubuhnya yang letih mencari Cleo,15 menit kemudian Ia pun mengakhiri ritual mandinya, setelah memakai piyamanya Anthony pun merebah kan tubuh nya di samping Cleo yang membelakanginya,
ia pun memeluk tubuh istri nya itu penuh kehangatan, dan di luar dugaan Cleo pun membalas pelukan suaminya dengan merapat kan punggung hingga Anthony merasakan sesuatu yang ada dalam dirinya kini bergejolak sedang sang junior jangan di tanya lagi, yang kini sudah menegang.
Namun ia mencoba untuk menahan diri karena mengingat perkataan Dokter Ghina waktu di rumah sakit tadi, tak lama kemudian ia pun terlelap ke dalam mimpi panjangnya.
*
*
*
Dan saat pagi tiba di mansion Rafa, sejak semalam Anggun kesal dengan suaminya yang posesif itu, ia memilih tidur bersama baby Ken, sedang Rafa sendiri di buat tak bisa tidur dengan nyenyak semalaman, dia terus uring-uringan hingga pagi tiba ia tak melihat sama sekali wajah istrinya itu.
Setelah selesai memakai stelan Jas kantor nya Rafa pun turun kedapur untuk sarapan pagi, dan ia berharap bertemu istrinya di meja makan, namun begitu menginjak kan kaki ke lantai dapur ia tak melihat sama sekali batang hidung orang yang di carinya.
"Kemana perginya Anggun kok dia tak ada di meja makan apa dia masih marah?"
__ADS_1
Rafa terus bermonolog dalam hati hingga Bik Mery pun datang, tergopoh-gopoh,
"Maaf Tuan tadi Nona Anggun keluar dengan Tuan Ken katanya beliau mau membawa Tuan Ken kerumah sakit untuk imunisasi lagi jelas Bik Mery, sambil menunduk hormat.
"Baik lah Bik terimakasih atas infonya" sela Rafa menimpali, sedang Bik Mery segera pamit undur diri,
"sepertinya ini adalah alsannya untuk menghindari ku" gumamnya, ia kemudian menatap semua makanan lezat yang tertata di atas meja namun tak satupun menurutnya yang menggugah selera seketika selera makannya berkurang.
Saat membayang kan kalau istrinya tak menemaninya, andai ia bisa memilih ia akan memilih untuk tidak ke kantor saja ia ingin menemui istrinya yang sekarang sedang bersama putranya, namun ia adalah seorang pemimpin di perusahaannya jadi dia harus profesional, apa lagi sekarang Leo masih terbaring di rumah sakit, jadi dialah yang harus menghandle semuanya.
Ia mengusap secara kasar wajahnya lalu menarik nafas dalam-dalam, dan menghembuskan lnya secara pelan Ia pun segera bangkit dari tempat duduknya ia memilih untuk segera berangkat ke kantor,dan melewatkan sarapan paginya, lalu ia pun memanggil bik Mery, untuk menutup kembali makanan yang di atas meja. Setelah itu ia pun keluar.
*
Sedang Anggun yang baru tiba pulang saat pukul 11 siang, ia memasuki mansion dan segera ke kamar untuk membersihkan diri dan menidurkan baby Ken.
Setelah semuanya ia rasa beres ia segera mencari Bik Mery.
"Bik Mery!"
"Iya Nak Anggun" jawab Bik Mery,
__ADS_1
"Bik apa Mas, Rafa tadi memakan semua sarapan yang saya buatkan untuknya tadi Bik?" tanya Anggun lagi,
sepertinya tidak Nak karena bibik lihat semua nya masih utuh tak tersentuh Nak Anggun" ucap Bik Mery menjelaskan.
"Baiklah bik aku akan ke kantor membawakan Mas, Rafa makan siang Bibik tolong jagakan baby Ken ya!" pintany.
"Baiklah Nak saya akan menjaga Tuan muda baby Ken" lanjut bik Mery menimpali, setelah semuanya siap Anggun pun segera menuju kantor suaminya untuk makan siang bersama karena semalam sudah mengabaikan suami nya itu ia ingin meminta maaf pada Rafa.
Sesampainya di depan gedung pencakar langit di mana itu adalah berusahaan suaminya ia pun segera turun dan segera menuju lift dan naik kelantai atas di mana suaminya itu bekerja.
Tiba saatnya ia berada di depan pintu kebesaran suami lnya itu, baru saja ia ingin mwngetuk pintu, tiba-tiba saja seseorang menahan tangan nya, dan mendorong tubuh nya mundur kebelakang hingga ia hampir saja terjungkal, kalau saja pertahanannya tidak kuat.
"Hey kau untuk apa kau ada di depan pintu ruangan Tuan Rafa, sarkas orang tersebut,"Aku hanya ingin mengantarkan ini ucap Anggun, namun mendapat cibiran dari orang tersebut.
"Sudah kau pergi!" sergahnya lagi, kamu tau tidak Tuan lagi dapat tamu istimewa ucap orang yang tak lain wanita **** yang baru pertama kali kerja tak tau kalau Anggun adalah istri bosnya itu.
Namun Anggun yang bersikeras untuk masuk sekuat tenaga membuka pintu hingga pintu pun terbuka lebar.
"Maaf Tuan sas_saya sudah melarangnya masuk,tap_tapi_" ucapannya terputus karena rasa takut yang mendomi nasi.
Sedang Anggun menatap nanar apa yang ia lihat di depannya, Mas, kau!"
__ADS_1