
Rafa meraih tengkuk Anggun lalu...Cup...sekilas memberikan kecupan lembut di bibir merah istrinya yang sudah menjadi candu buatnya.
Anggun pun hanya bisa membulatkan mata nya atas apa yang di lakukan Rafa dia fikir Rafa akan memberikecupan nya lama namun hanya sekilas saja lalu ia melepas kannya.
Rafa pun melangkah masuk meninggalkan Anggun yang masih berdiri dalam kebingungannya, dia melangkah ke kamar lalu merebahkan tubuhnya pada tempat tidur. Sedang Anggun masih binggung dengan suaminya yang tiba-tiba meninggal kannya begitu saja, tanpa sepatah katapun, setelah memberikannya sebuah ciuman hanya sekilas.
"Astaga Mas Rafa hanya__dan kenapa aku masih berdiri di sini sih, Oh ya ampun."
Gumamnya. Anggun yang baru saja tersadar dari lamunannya pun segera melangkah masuk menuju kamar, dan dia mendapati Rafa yang sudah berbaring membelakangi nya, bahkan tanpa ingin berbalik menatapnya membuat Anggun berfikir kalau suaminya sudah tertidur.
"Mas, apakah kamu sudah tidur?" ia bertanya sembari mengelus dengan lembut pundak sang suami berharap Rafa meresponnya.
''Mas, apa kamu masih marah pada ku?" Anggun bertanya lagi walau ia tak mendapat jawaban dari suaminya. Diraihnya selimut tebal untuk menyelimuti tubuh suaminya yang tertidur tanpa memakai baju bahkan yang di pakai hanya celana boxer saja.
Anggun menutup hingga setengah badan suaminya itu, setelah selesai menyelimuti suaminya ia pun membersih kan diri lalu menganti pakaiannya namun ketika hendak mengambil baju pandangannya tertuju pada sebuah lingerie berwarna hitam yang tergantung di dalam Lemari.
"Tidak ada salahnya kan aku memakai ini?"
__ADS_1
Gumamnya lalu meraih lingerie dan segera memakainya, setelah semuanya selesai ia pun keluar dari Walk in closet. Anggun pun melangkah dangan ragu menuju tempat tidur, dan memilih berbaring di depan suaminya, walau jantungnya terasa mau copot bahkan ia sampai berkeringat dingin, sungguh perasaan yang berdebar-debar saat merebahkan tubuhnya karena ini kali pertamanya dia mencoba tidur memakai lingrie, itu pun terpaksa demi suaminya. Di pandanginya wajah tampan milik Rafa walau hanya terkena pantulan dari cahaya lampu tidur namun tidak menghilangkan aksen ketampanannya itu.
"Mas, maaf kan aku!" lirihnya lalu kembali memandang wajah suaminya, yang masih setia terpejam dengan nafas yang berhembus halus, dan hangat, Anggun meraih wajah suaminya lalu Cup. la memberanikan diri untuk mengecup lembut bi..bir suaminya, ia merasa toh gak ada salahnya, apa lagi Rafa sedang tertidur pulas dia tidak mungkin terbangun.
Namun di luar dugaannya Rafa membuka mata dan dengan gerakan yang lembut Rafa membalas tau...tan bi..bir istrinya menahan tengkuknya dengan lembut dan membalas nya dengan e..sa...pan yang begitu dalam, li..dah nya melesat masuk mencari celah untuk mem...belit..dan ber..m.ain di dalam.
Anggun yang terkejut dengan apa yang Rafa lakukan tak bisa melepas kan diri saat pinggangnya di tahan oleh tangan kekar milik Rafa, setelah Anggun merasa nafasnya
tersengal-sengal karena kurangnya pasokan oksigen, barulah Rafa melepas kan pangutan nya.
"Aku mengingin kan mu malam ini!" ucap berbisik di telinga Anggun.
Rafa pun Terkekeh lalu kembali memper dalam tautannya dengan lembut hingga masuk di ceruk le..her istrinya. Dan tangan Rafa tak tinggal diam terus mengaksen setiap inci tu..buh istrinya. Anggun yang mendapat perlakuan lembut dari suaminya terus di buat terlena dengan setiap sen...tu....han yang di berikan Rafa.
Hingga tanpa sadar ia mengeluarkan suara yang sangat indah di dengar oleh telinga Rafa, membuat Rafa bersemangat kembali untuk melakukan hal yang lebih, kini Rafa mengkung tubuh Anggun hingga ia bebas dan leluasa untuk terus memberikan sentuhan-sentuhan lembutnya, Rafa kembali me...nye..sap ceruk leher istrinya dengan lembut hinga meninggalkan warna merah sebagai tanda ke pemilikannya.
Tangannya perlahan membuka lingerie yang menutupi tub...uh istrinya lalu membuang nya ke sembarang arah, membuat matanya fokus pada dua buah gundukan yang sudah ranum,ia pun langsung menyambar dan men...ye...sap nya dengan lembut membuat Anggun
__ADS_1
merasakan sensasi yang luar biasa seperti aliran listrik yang mengaliri tubuhnya. Dengan lembut Anggun meraih kepala suaminya lalu membe...namkan..nya dengan sempurna, sedang Rafa mengaksen kembali tubuh istrinya dengan satu tangan menahan tengkuk nya dan yang satu nya lagi meng..elus dan men..ekan dengan lembut bagaian di bawah sana. Hingga Anggun kembali merasakan sensi yang luar biasa, ia sudah di buat seperti cacing kepanasan.
"Mas, Rafa..Akh" dengan suara yang berat Anggun mengeluarkan desa..han nya membuat sesuatu di bawah sana menegang dan ingin segara di tuntaskan. Rafa pun membuka pem.bu.ng..kus Anggun di bawah sana dan membuangnya ke segala arah. kembali dia mengelus dengan lembut bermain-main menglitik dengan lembut dengan jari telujuknya.
Hingga Membuat Anggun kembali menge...rang indah merasakan hentakan yang begitu nikmat menjalar terasa sampai di ubun-ubun sedang kedua tangan mencengkram ujung seprai, dengan nafas yang tersengal-sengal, saat sesuatu dia rasa akan segera tumpah ruah.
"Mas...Akh aku mau keluar!" ucapnya dengan suara tertahan.
"Keluarkanlah sayang aku menunggu mu" ucap Rafa yang begitu lembut di telinga Anggun, Rafa terus memb..eri.kan teka...nan yang lebih hingga Anggun mer..asa..kan sesuatu yang tumpah, Rafa tersenyum lebar melihat istrinya itu, dan mulai mengambil alih penyatuannya.
Rafa mempercepat durasi perinannya tapi dengan tetap mengedepan kan kelembutan hingga mereka kembali bersama mer..asa..kan sen..si surga dunia yang tiada tara,
"Mas..akh..."
''kita keluarkan sama-sama ya sayang!" ucap Rafa kembali sambil mengecup dengan lembut ke dua mata istrinya. Sedang Anggun hanya mengangguk dengan berat karna dia sudah tak bisa untuk berkata-kata apa-apa lagi dengan sen..si yang ia rasakan,
Rafa menaut kan ke dua jemarinya dengan jemari Anggun saat merasakan penuntasan nya. Ke duanya pun meng...rang panjang. Lalu Rafa terkulai di samping istrinya, lamat-lamat di pandanginya wajah kelelahan Anggun yang masih di basahi keringat, dia pun mencium pucuk kepala Anggun sambil tersenyum puas.
__ADS_1
"Terima kasih sayang!" ucapnya, sedang Anggun hanya mengangguk lemah, sambil terus menatap suaminya itu dengan tatapan penuh cinta. Rafa turun memungut selimut yang berserakan di lantai karena ulahnya itu. Ia lalu menutup tubuh Anggun yang masih polos.
"Ayo kita mandi!" Ajak Rafa lalu mengangkat tubuh Anggun untuk ikut masuk ke dalam bathroom.