Istri Ke Dua Tuan Arogant

Istri Ke Dua Tuan Arogant
IYA BOLEH


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁


Warniiing....!!!


INI AREA DEWASA...


Harap bijak dalam memilih bacaan...!!!!


"Mas, kamu apa-apaan sih?"


Ucap Anggun menahan rasa malunya, sambil tersenyum simpul.


"Mas, apa perlu aku panggilkan Dokter untuk mengobati luka mu?"


"Tidak perlu Sayang, aku hanya butuh perawatan dari mu, kamu tau Sayang kamu adalah Dokter di hatiku jadi aku hanya butuh perawatan darimu obatnya juga ada padamu tidak perlu yang lain hmmm..."


Ucapnya dengan sambil memandang wajah sang istri yang sudah memerah semerah tomat.


"Maaas, kamu__" Anggun menjeda kalimatnya


karena tangannya sibuk memukul pelan dada Rafa lalu menyembunyikan wajahnya di dada bidang itu. Sedang jantungnya jangan di tanya, sudah seperti genderang perang yang bertalu-talu.


Rafa hanya bisa mengembangkan senyumnya saat melihat mimik wajah istrinya yang tersipu malu dengan ucapannya tersebut.


"Mas...kamu tunggu! aku mau mengobati lukamu dulu"


Ucapnya seketika tersadar, Aggun lalu beranjak mengambil kotak P3K..Setelah itu Anggun pun membersihkan luka suaminya,mengolesinya obat lalu membungkusnya dengan perban.


"Mas, sudah sore apa kamu tidak ingin makan?"


"Hmm...Aku ingin makan disini saja sayang bolehya?" ucapnya setengah merengek manja.


"Baiklah tunggu! aku akan segera mengabil makanan". Anggun pun melangkah keluar menuju dapur untuk mengambil makanan untuk Rafa.


Namun ia menyempatkan diri dulu menemui mertuanya untuk menyusui Baby Kenan.


"Mommy...!"


"Eh, Sayang kamu!"


"Iya Mom...!"


"Rafa mana Sayang kok tidak turun?"


"Emm...Anu eee itu Mom Mas Rafa lagi kurang Fit. Jadi dia ingin istrahat dulu."


Jawabnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Tapi tidak parahkan sayang?" Tanya Ibu mertuanya dengan nada khawatir.


"Tidak Mom, hanya kurang Fit, saja." Jelasnya lagi.

__ADS_1


"Oh... ya Mom, Baby Ken, dimana?" Tanyanya karena melihat Baby Kenan tidak bersama mertuanya.


"Dia sudah tidur Sayang, kamu jangan khawatir kamu urus saja Rafa, karna dia akan berubah sangat manja padamu kalau lagi sakit."


"Mm, baik Mom Anggun ke dapur dulu mau ambil makanan untuk Mas Rafa."


Ucapnya sambil menganguk dan berlalu pergi


meninggalkan mertuanya.


Ceklek...


Anggun yang begitu masuk menyaksikan suaminya sudah berbaring sambil memjamkan matanya.


"Mas...apa kamu sudah tidur? katanya mau makan, Mas, ayo bangun makan!" Dia mengguncang lembut tubuh suaminya,namun tak ada pergerakan sama sekali. Anggun berfikir Rafa sudah tertidur pulas, di pandanginya wajah suaminya begitu lekat.


"Kamu kalo tidur sangat menggemaskan sekali Mas." Ucapnya pelan sambil mengelus wajah suaminya yang sudah mulai di tumbuhi bulu-bulu halus dan ntah darimana keberanian itu datang, dia mengecup lembut bibir suami nya.


Namun tiba-tiba Rafa membalasnya dengan sebuah ******* yang begitu menuntut,Anggun pun terkesiap membulatkan mata nya saat Rafa menekan tengkuknya lebih dalam.


Rafa lalu melepaskan pangutannya saat merasa Anggun membutuhkan oksigen.


Ia lalu tersenyum melihat wajah istrinya yang berubah memerah karna menahan malu setengah mati.


"Jangan salahkan aku Sayang, kamu yang memulainya. Dan kenapa kamu suka sekali mencari kesempatan hem...?"


ucap Rafa berbisik di telinga Anggun.


Rafa meraih dagu istrinya lalu membingkai wajah Anggun dengan ke dua tangannya.


"Sayang...kita ini suami istrikan...?" Anggun hanya menjawab melalui anggukan. "Jadi boleh ya Aku melakukannya. Tapi kalo kamu belum siap tidak apa-apa aku tidak memaksa kok" Lanjutnya lagi.


"T..tat...tapi katanya, Mas...mau makan tadi." Sela Anggun menimpali sambil tergagap salah tingkah karena permintaan Rafa.


"Nanti saja sekarang aku mau memakanmu dulu Sayang" ucapnya dengan menyeringai tipis.


"Mas...kam__" kembali kalimatnya terjeda saat Rafa menutup bibirnya dengan satu jari telunjuknya.


"Ssst...boleh ya Sayang...hmm..." bujuk Rafa degan wajah mengiba.


"Iya boleh,T-tap-tapi Mas."


"Tapi apa Sayang?"


"Itu mmm anu mas, Aku lagi halangan"


jawab Anggun menunduk malu, membuat Rafa melebarkan senyumnya dengan mata yang berkaca-kaca, tak menyangka kalau Anggun menyetujui permintaannya walau harus menunggu. Sedang Anggun juga merasa sudah hal yang wajar untuk memberikan hak suaminya selama ini toh mereka sekarang sudah saling mencintai. Tapi apa boleh buat, tamu bulanannya datang.πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


"Mas, kamu tidak marah kan?" tanya Anggun memberanikan diri mengangkat wajahnya manatap Rafa dengan tatapan resah, takut kalau suaminya akan merasa kesal dan marah.


"Aku tidak akan marah sayang, tapi yang penting_"

__ADS_1


"Yang penting apa Mas?" tanya Anggun gelisah.


Rafa lalu menatap wajah istrinya begitu dalam. Lalu mengecup kedua mata istrinya dengan penuh kelembutan. Ia terus memberi kan kecupan lembut di wajah istrinya. Lalu membaringkan tubuh kecil Anggun yang membuatnya selalu terpesona. Tangannya pun tak mau tinggal diam ikut memberi sentuhan lembut pada setiap titik positif di tubuh istrinya itu.


"Maas...auhk...geli tau" Ucapnya.


Namun Rafa tak menghiraukan perkataan nya. Ia hanya berharap bisa terus berdekatan dengan istrinya seperti ini, walau Rafa sadar ia tak bisa mengharap lebih dari ini,.ia harus benar-benar sabar, gara-gara tamu bulanan yang tak di undang datang mengacaukan rencananya untuk menghabisi Anggun di tempat tidur.


"Mas...Rafa...Aku_"


"Iya kamu kenapa sayang?"


"Aku, aku mau bertanya apa kamu betul-betul mencintaiku?" tanya Anggun dengan pandangn yang di penuhi kabut gai.ra.h karena Rafa terus melakukan aksinya dengan lembut, membuat tubuh Anggun menegang dia merasakan hawa panas yang menjalar di tubuhnya Rafa menatap wajah istrinya dengan penuh Cinta ia pun tersenyum.


"Apakah kamu meragukan aku?"


''Tidak!" Jawab Anggun tegas.


"Terima kasih Sayang." Timpalnya sambil mengecup pucuk kepala milik Anggun, dan dia pun hanya bisa mengangguk lemah karena perbuatan Rafa yang terus menyerangnya.


Rafa kemudian bangkit dari tidurnya,


"Sayang! ayo mandi biar Mas yang memandikanmu!'' ajak Rafa.


"Tap__" Ucapannya terpotong saat Rafa sudah mengangkat tubuhnya ala bridal style.


"Mas...turun kan aku, aku malu aku bisa mandi sendiri!" jerit Anggun saat merasakan tubuhnya melayang di udara.


"Sudah diam menurut saja. aku tidak suka penolakan!" Ucap Rafa menimpali.


"Dan untuk apa kamu malu, Aku sudah melihat semua punyamu"


Anggun menyembunyikan wajahnya karena malu mendengar ucapan Rafa yang selalu mesum padanya.


*******


Pagi yang cerah sang surya mulai tersenyum menyingsing di balik peraduannya, Anggun yang sudah bangun sejak pagi-pagi sekali sudah sibuk berkutat di dapur untuk menyiap kan sarapan buat mertua dan suaminya.


"Sayang...kamu lagi ngapain?" ucap Rafa yang tiba-tiba memeluk Anggun dari belakang,


"Mas...kamu kenapa kamu selalu saja bikin Aku kaget!" sambil memoyongkan bibirnya.


Cup....


"Mas...lepasin nanti Mommy lihat." Namun Rafa tak menggubris apa yang di katakan istrinya dan dia pun terus bergelayut manja seolah takut kehilangan Anggun.


"Maaas....!"


"Eheeem"


"Mommy!"

__ADS_1


__ADS_2