
"Di mana baby Ken, Raf?" tanya Mommy nya begitu menginjakkan kaki di dalam mansion milik Rafa.
"Ada di kamarnya Mom'' jawab Anggun yang baru saja tiba di ruang tamu.
"Anggun Mommy juga sangat merindukanmu sayang" cicit Mommy Monica lalu menghambur memeluk Anggun.
"Kamu apa kabar sayang?"
"Aku baik-baik saja Mom, Mommy sendiri bagaimana?"
"Seperti yang kamu lihat sendiri Mommy juga baik-baik saja." Jawab Mommy Monica dengan senyum bahagianya.
"Mommy apa tak merindukanku juga Kenapa kak Anggun saja yang dirindukan!" celetuk Cleo yang baru saja masuk bergabung,membuat semuanya terdiam dan menatap ke arah suara yang datang.
"Cleo sayang Mommy rindu tentu saja merindukanmu Nak," Mommy Monica pun segera memeluknya.
"Apa kalian semua akan memeluk Mommy mu saja, kalau begitu Daddy akan pulang saja'' kelakar sang Daddy lalu mereka semua meminta maaf lalu menghambur memeluk sang Daddy.
"Kau, apa kau bukan menantuku kenapa kau hanya diam saja tak memelukku!" celetuk Daddy yang menatap ke arah Anthony yang berdiri terpaku melihat kehangatan keluarga isrtinya itu.
Lalu Ia pun mendekat dan memeluk sang mertua, namun tatapan tajam Ia dapat kan dari Rafa, baru saja Rafa ingin membuka mulut untuk bicara namun Anggun segera menahannya.
"Mom aku dan Mas, Rafa ke atas dulu sebentar." Sela Anggun menarik lengan suaminya sedang Rafa hanya merengut kesal, hingga pintu kamarpun Ia banting dengan kencang membuat Anggun terperanjat kaget. lalu mengelus dadanya.
"Kenapa? kenapa kau melarangku untuk memarahi lelaki brengsek itu.? Kamu tau aku kecewa sama kamu, kamu itu sengaja melakukannya iya kan? agar dia bisa di terima di keluarga ini, lalu dia akan dengan leluasa menatapmu dan meram_"
Cup.
Kata-kata Rafa terhenti saat bibirnya di bungkam dengan sebuah ******* dari istri nya, yang lama kelamaan jadi menuntut,Anggun sengaja melakukan ini dari pada harus melihat kecemburuan suaminya yang tak beralasan dan ocehan yang tak berkesudahan itu.
__ADS_1
"Seperti ocehan lambe turah saja." gerutunya kesal saat menjeda lumatannya yang membuatnya hampir kehabisan nafas.
"Kamu bilang ap_" kembali Anggun menaut kan bibirnya memotong pertanyaan suami nya itu.
"Aku tidak bilang apa-apa" jedanya lagi.
"Mas, aku kan sudah bilang kalau Anthony itu sudah menjadi bagian dari keluarga ini, mau atau tidak kalian akan selalu bertemu, apa kamu tidak melihat kalau Cleo terlihat sangat bahagia, ingat Mas, Anthony itu adik iparmu dia suami Cleo, dan sebentar lagi dia akan menjadi Ayah anak dari Cleo."
Anggun menjelaskan panjang lebar, saat merasa suami benar-benar sudah agak tenang, Rafa menatap manik mata milik Anggun lalu menggenggam ke dua jemari tangan Anggun dengan kedua tangannya. dan membawanya memdekat ke wajahnya, lalu Rafa pun mencium lembut tangan itu,
"Maaf..." lirihnya. "Maafkan ke kanak-kanak kanku" lanjutnya lagi. Lalu Anggun memeluk suaminya dan mengelus dengan lembut punggung suaminya itu Ia berusaha memberikan kenyamanan.
"Ayo kita temui mereka kasian Mommy sama Daddy beliaukan baru datang."
"Iya ayo sayang." Rafa meraih tangan istrinya lalu melenggang keluar.
Anthony yang melihat istrinya pun terperanjat begitu juga dengan Rafa, "Aaaaa...!!!" Cleo menjerit dan menutup matanya.
"Cle..." teriak Rafa dan Anthony secara bersamaan lalu berlari ke arah Cleo, sedang semua orang yang melihatpun menjadi tegang.
Bugh, Bugh.
"Aaaah hah hah hah huuf," suara deru nafas terdengar dari bibir Cleo.
"Sayang kamu tidak apa-apakan tanya Anthony membelai wajah istrinya yang masih menutup mata.
"Sayang aku-aku tidak apa-apa terima kasih sudah menyelamatkan kami" cicitnya terharu untung saja Anthony bergerak dengan cepat hingga bukan lantai yang ia bentur tapi dada bidang suaminya itu.
"Hey brengsek! mau sampai kapan kau akan berada di atas sini berat tau!" celetuk Rafa yang posisinya memang berada di bawah sedang Anthony di atas tubuhnya, Anthony dan Cleo yang tersadar pun segera bangkit berdiri.
__ADS_1
semua yang menyaksikan ke jadian itu berusaha sebisa mungkin menahan tawanya.terlebih lagi melihat posisi Rafa berada di bawah tubuh Anthony dan Cleo, bagai mana tidak niat hati ingin menolong Cleo membuat nya harus jatuh di bawah Anthony.
Dengan cepat Anthony mengulurkan tangan untuk meraih tangan Rafa untuk membantu nya berdiri, namun Ia menepisnya.
"Aku masih bisa berdiri sendiri!" ucapnya dengan nada angkuh sambil membuang muka.
"Aku minta maaf, aku tidak sengaja membuat kak, Rafa jatuh, dan sungguh, aku tak ber maksud untuk berbuat seperti yang tadi, ungkap Anthony kaku dan penuh sesal.
"Kau bilang apa maaf kak,? untuk maafmu aku menerimanya karena kau sudah menyelamatkan Adikku tapi untuk panggilan Kakak aku tak sudi menerimanya, karena kau itu bukan Adikku, dan aku ini bukan Kakak mu!" ketus Rafa yang masih kesal karena merasakan badannya seperti encok semua.
"Kak kau tak boleh seperti itu, kak Anthony itu tulus dan dia akan menjadi ayahnya Twisn' kenapa kau melarangnya memanggilmu kakak,? kalau begitu aku akan memanggil mu dengan Tuan arogant saja!" teriak Cleo yang benar-benar kesal menekuk wajahnya, dan Rafa dengan spontan mendapat tatapan tajam dari kedua orang tuanya dan tatapan tajam dari Anggun.
"Okey baiklah aku mengalah terserah kamu mau memanggilku apa."
ucap Rafa kaku lalu tersenyum kecut, dan mendekat ke arah istrinya.
"Sayang kamu jangan marah ya!" bisiknya di telinga Anggun sedang tangannya sudah berada di pinggang istrinya, dengan memeluk erat tubuh istrinya itu.
"Sayang apa benar kau tak apa-apa? tanya Anthony masih merasa khawatir pada istri nya.
"Sayang benar aku tak apa-apa kok" jawab Cleo meyakinkan suaminya. Anthony pun merasa lega karena mengetahui kalau isrti nya baik-baik saja.
"Ayo silahkan makanannya sudah siap Nyonya dan Nona juga Tuan-Tuan!" seru Bi Mery begitu sampai di ruang ke luarga.
"Bi bisa tolong, panggilkan Leo sama Chelsy, Bu Rini, juga semuanya biar sekalian makan!" seru Anggun.
"Baik Nak Anggun." cicit Bi Mery mengangguk dan berlalu.
"Tak lama semua orang yang di mansion itu pun berbaur bersama dalam keceriaan baby Ken pun ikut membuat orang-orang se keliling nya tertawa gemas, di tambah kelucuan dari Devan yang membuat ke dua orang tuanya menjadi kuda tunggan, dan ke bersamaan mereka pun harus berakhir saat waktu memisahkan untuk kembali ke peraduan masing-masing.
__ADS_1