Istri Ke Dua Tuan Arogant

Istri Ke Dua Tuan Arogant
Akhirnya aku menemukanmu


__ADS_3

"Rupanya kamu di sini," lirih Rafa lalu ia pun mendekati istrinya itu dan ntah mengapa begitu melihat bibir mungil isrtinya ia pun memberani kan diri untuk memeluk dan ******* bibirnya.


#Flash back of#


"Jadi kamu memberikan mba, Laras obat tidur Mas,?" celatuk Anggun dan hanya di jawab anggukan oleh Rafa karena matanya sudah tak bisa menahan kantuknya, sedang Anggun banyak bisa menarik nafas panjang menatap lekat wajah suaminya yang nampak ke lelahan itu tertidur dengan suara dengkuran halusnya.


"Mas, kenapa aku merasa kau itu adalah dia yang dulu pernah berjanji padaku wajahmu begitu mirip punggungmu dan belaian tangan mu ini kenapa semuanya sama aku rasakan, kadang saat bersamamu aku merasa jika bersamanya"


Lirihnya...


"Astaghfirullah, apa yang aku pikirkan kenapa aku membayang kan lelaki lain ketika aku bersama suamiku," gerutunya pada diri sendiri lalu bangkit menuju bathroom untuk membersihkandiri.


sementara itu tangan Rafa mengepal dan rahangnya mengeras mendengar kata-kata Anggun yang memikirkan lelaki lain selain dirinya, sebenarnya dari tadi ia hanya pura-pura tertidur pulas dan ia tak menyangka kalau Anggun akan berkata seperti itu, membuat ke lelakiannya terhina, karena Anggun begitu tega, berselingkuh di belakangnya. Rafa pun keluar dengan kesal ia memilih masuk ke kamar utamanya.


"Aaaarg, sial, brengsek, Rafa yang emosi membuang semua pakaian yang ada di lemari, dan mencari sesuatu, setelah lama mengobrak abrik seluruh isi lemari akhirnya ia pun mendapatkan sebuah sapu tangan kecil yang bertulis kan inisial AA putri,


"Laras maafkan aku sayang… apa ini mungkin akibatnya karena aku menghianati cintamu? sayang…maafkan Aku," gumam Rafa dengan terus mencium sapu tangan bayi yang berwana pink itu.


Rafa pun melangkah membersihkan tubuh nya masuk ke dalam bathroom. Sedang Anggun yang baru saja selesai mandi keluar dari bathroom,


"Mas Rafa kok nggak ada, apa dia kekamarnya ya?" gumamnya kecil.


Setelah memakai setelan baju lengkap ia pun segera menuju kamar utamanya yang memang bersebelahan dengan baby Ken.

__ADS_1


Ceklek,


Anggun membuka pintu dan betapa terkejutnya ia saat mendapatkan kamar yang berantakan seperti kapal pecah.


"Apa-apaan ini Mas, kam_" seruan Anggun terputus saat netranya menatap sesuatu yang sepertinya ia kenal,dengan langkah ragu ia terus mendekat dan meraih sebuah sapu tangan yang berwarna pink dengan tangan yang gemetar.


"Ini, ini tidak... ini tidak mungkin, kenapa sapu tanganku ada sini,? atau jangan-jangan Mas Rafa anak laki-laki itu?"


Anggun seolah tak percaya dengan apa yang ia lihat di depan matanya, sapu tangan milik nya terpampang didepan matanya, Anggun pun mengambil gambar untuk di simpan di gawainya, dia lalu mengedit foto nya dan memberikan capcion Akhirnya aku menemukanmu pangeran kecil ku lalu dia pun menyimpannya di galeri.


dengan perasaan bahagia dan berdebar-debar ia terus mencium sapu tangannya waktu masih bayi itu tanpa menyadari kalau Rafa sudah berada di belakangnya.


"Apa yang kau lakukan di sini?" Mas, kau mengaget kanku saja," ucap Anggun dengan bibir yang mengerucut sambil mengelus dada nya.


Deg.


"Mas, kamu kenapa dan ada ap_" jangan pernah memanggil ku Mas, atau menyebut namaku karena aku jijik mendengarmu mengucapkan itu semua…"


Deg..


"Bereskan semuanya setelah itu keluar dari kamarku aku tak ingin melihat wajahmu lagi!" perintahnya dengan nada sarkas. Sedang Anggun yang merasa dirinya tak punya salah apapun merasa heran atas perubahan suami nya itu. Sedangkan Rafa memilih untuk pergi dengan membanting pintu dengan kasar.


Deg.

__ADS_1


"Mas, kamu kenapa? kenapa tiba-tiba saja kamu berubah salahku apa Mas... dan kenapa? sapu tangan itu tiba-tiba menjadi milik mba Laras apa kau memberikan punya ku untuk Laras, hiks…hiks…,hiks…," Anggun pun terisak membayangkan semua yang di sangka akan baik-baik saja, ternya berbalik 180 derajat.


Gagal sudah kesempatannya untuk membuka jati dirinya yang sebenarnya. Setelah semuanya selesai Anggun bergegas meninggalkan ruangan di mana tempat ia pertama kali memadu kasih dengan suami nya itu.


Anggun terus menatap nanar pintu kamar utamanya, dengan perasaan hancur ia memasuki kamar baby Ken, untuk mengambil wudhu, karena azan subuh sudah ber kumandang setelah selesai berzikir dan berdoa kepada sang empunya jiwa Anggun pun kembali merasa jauh lebih tenang, ia pun bergegas ke dapur untuk membuat kan suaminya sarapan.


Dan ketika ia berada di dapur Rafa pun sedang mengambil air putih.


"Mm_Mas_Tut_"


"Bik Mery…!" teriak Rafa membuat Anggun yang ingin menyapapun terdiam dan menunduk, tubuh bergetar menahan gejolak hatinya, sedang Bik Mery yang mendengar teriakkan Rafa berlari tergopoh-gopoh, karena tak biasa nya tuannya itu berteriak sepagi ini memanggil nya. ini pasti ada sesuatu yang gawat fikir nya.


"I-iya ada apa Tut_Tuan" Bik Mery berucap dengan nafas yang masih tersengal-sengal.


"Bik mulai sekarang dengar kan aku!' mulai sekarang jangan biarkan wanita ini mendekat atau memasak ke dapur, dan ke luarkan semua miliknya dari kamar utama, bilang padanya untuk tidak tinggal di kamar baby Ken, lagi. dan untuk susu dia bisa memompa Asinya, suruh dia tidur di gudang belakang.


Dan bilang juga padanya untuk tidak, menunjukkan wajahnya di depanku, karena aku sudah muak melihat muka polos dan sok sucinya itu, jangan khawatir aku akan memberikan kompensasi untuknya' tapi jika dia merasa bosan silahkan angkat kaki dari sini…!" Setelah berkata panjang lebar Rafa pun berlalu pergi meninggalkan Anggun dan sama sekali nggan untuk menolehnya.


Begitu Rafa menghilang dari pandangannya


Anggun pun memerosotkan tubuhnya di lantai dapur, bagai mana tidak ia begitu ter guncang dengan apa yang dia dengar, dan yang keluar begitu saja dari mulut suaminya sendiri yang sangat ia ciantai.


"Bik, apa salah ku Bik?' aku tak Tahu letak salahku di mana karena Mas Rafa tak menjelaskannya, dan tak mau mendengar pertanyaanku, aku binggung Bik."

__ADS_1


__ADS_2