Istri Ke Dua Tuan Arogant

Istri Ke Dua Tuan Arogant
FLASH BACK OF


__ADS_3

"Mas, aku su_dah_tit_tidak tahan lag_gi" ucap Bunga terbata menggengam erat tangan Rangga dan lambat laun pegangan itu berubah menjadi kendor bersamaan dengan mata Bunga yang tertutup rapat.


"Bunga-Bunga-Bunga...! Buka matamu sayang lihat aku lihat anak kita. Bunga aku mohon bukalah matamu sayang, jangan pergi seperti ini hiks..hiks..hiks..Aku mohooon..haaaa Bungaaa!" Rangga terus berteriak histeri mengguncang tubuh istrinya yang sudah lemas bersimbah darah.


Rangga merasa separuh jiwanya telah pergi Ia menatap nanar tubuh sang istri kemudian Ia kembali merengkuh tubuh yang sudah tak bernyawa lagi, di singkapnya rambut yang tergurai di wajah Bunga lalu Ia pun mencium seluruh wajah yang sudah bersimbah darah itu dengan perasaan yang remuk redam. Bayangan senyuman sang istri yang selalu membuat nya merasa nyaman dan tenang, menari di benaknya, kini tidak akan bisa lagi dia nikmati senyuman dan kelembutan yang selalu membuatnya jatuh cinta setiap waktu.


lama Rangga memeluk isrtinya dan masih setia dalam isakannya bersama Angga kecil yang baru berusia 2 tahun, hingga Ia di sadar kan dengan teriakan tangis bayi mungil yang berada di sampingnya bayi itu terus saja meronta seakan mengetahui kalau Bundanya sudah tiada. Rangga menatap iba kepada sang putri, yang masih membutuhkan kasih sayang, seorang ibu itu.


"Sayang kamu haus ya ayo sini sama Ayah, kamu jangan menangis kamu jangan takut Ayah akan selalu menjaga dan melindungi mu walau nyawa Ayah taruhannya.'' Ucap Rangga dengan suara menahan isakan.


Rangga pun meraih tubuh sang bayi dan membanya ke dalam dekapannya berusaha memberikan ketenangan dan kehangatan.


"Sayang jangan sedih ya Ayah akan selalu ada untuk kalian Ayah janji tidak akan ada orang yang bisa menyentuh kalian walau seujung kuku pun." Ranggapun mencium pucuk kepala putra dan putrinya bergiliran lalu Ia pun menelpon no darurat.


*


*


*


Setelah menyerahkan putri kecilnya sesuai amanat istrinya. Rangga pun segera kerumah sakit untuk mengurus semua kejadian yang menimpanya. Apa lagi saat ini Angga kecil sedang mengalami trauma akibat kejadian itu Angga harus mendapat perawatan khusus dari Dokter untuk menghilangkan traomatisnya.

__ADS_1


*


*


*


Setelah beberapa bulan semenjak kejadian itu semua yang terlibat di dalam kecelakaan itu pun di tanggkap dan yang paling mengejut yang menjadi dalang dari semua itu tak lain dan tak bukan saudara tirinya Jakky.


Alasannya adalah siapapun di keluarganya yang mempunyai putri maka Ayahnya akan mewariskan kekayaan 75 persen tapi jika Ia hanya mempunyai anak laki-laki saja maka Ia akan mendapat kan 50persen hal ini lah yang memicu saudaranya untuk melakukan kejahatan itu.


Dan akibatnya kedua orang tua Jakky menghapus hak warisnya otomatis sekarang warisan akan jatuh seluruhnya ke tangan Rangga.


"Aaaakh brengsek sial teriak Jakky yang kini berada di balik jeruji besi awas saja kau Rangga, aku tak akan membiarkan keluarga mu utuh inilah sumpahku!" ucapnya dengan wajah yang memerah penuh dendam dan mengepalkan kedua tangannya hingga membuat urat wajah menegang.


*


*


menurut penduduk setempat tak seorang pun yang lolos dari kebakaran hebat itu, sontak berita itu membuat Rangga terduduk lesu Putri kecilnya kini tiada lagi dia telah pergi menyusul sang istri.


"Sayang apa sekarang kau berbahagia dengan putri kecil kita?" Tanya Tanya sambil menengadahkan wajah nya menatap langit yang mulai senja itu.

__ADS_1


"Apa kau tidak percaya padaku untuk merawatnya dengan baik hingga kau membawanya ikut serta bersamamu Sayang apa kamu tau aku sangat merindukanmu, tapi kenapa kau tidak datang menjemput ku saja, tapi kenapa kau membawa pergi putri kita?"


dan saat itu juga Ia terus sakit-sakitan hingga menjelang meninggal Ia pun menceritakan semua kejadian itu kepada Angga yang saat itu mulai beranjak remaja dan entah kenapa Angga pun punya filing kalau adiknya itu masih hidup apa lagi dia selalu bermimpi seorang anak kecil datang memanggil nya kakak.


Dan semenjak kepergian sang Ayah tujuan Angga hanya mencari informasi keberadaan adiknya itu, namun itu bukan jalan yang mudah untuk Ia mencari kabar dan berita semuanya, karena semua informasi tentang adiknya sepertinya tertutup rapat tanpa jejak karena memang itulah pesan Rangga saat menyerah kan bayi mungilnya waktu itu.


Tak ada yang tahu di mana keberadaannya terkecuali orang yang memang di percaya dan yang sudah begitu dekat dengan Anggun.


Dan sebulan yang lalu Angga pun merasa sedikit lebih senang saat mendapatkan informasi tentang adiknya itu. Tentu saja ia merasa sangat bahagia ingin rasanya ia segera memeluk sang adik dan ingin segera membawanya pergi dari negri ini.


Tapi sayangnya dia di beri tau kalau adiknya itu sudah berkeluarga dan bahkan sudah mempunyai anak, Angga pun segera menyuruh seseorang untuk menyelidiki kebenaran itu dan mencari tau siapa lelaki yang sudah menikahi adiknya itu. Jika itu benar maka dia tidak akan membawa adiknya untuk ikut bersamanya terkecuali ada izin dari suaminya.


Dan benar saja Ia di beri tahu kalau adiknya itu sudah menikah dengan orang yang sangat kaya di negri itu, jadi untuk sementara ia mengurungkan niatnya dulu. Sedangkan ia pun harus Dengan extra memberikan pengawasan.


Menurut nya hanya tinggal menunggu waktu yang tepat saja untuk ia segera menemui adiknya itu, dan dia juga harus benar-benar ber hati-hati karena ia tidak mau kehilangan jejak adiknya untuk yang ke dua kali. Menurutnya bersabar sedikit saja tidak ada salahnya kan. Apa lagi jika musuh mengetahui kalau Anggun itu adalah adik kandungnya yang hilang, apa lagi kalau mengetahui adiknya tidak meninggal tapi dia masih hidup.


Dan untuk melindungi Anggun dari sepupu tirinya yang ingin balas dendam Ia pun hanya menyuruh anak buahnya untuk menyebar mengawasi Anggun hingga kejadian Anggun yang tinggal di gudang dan kejadian hari ini tak luput juga dari pengawasannya.


Dan untuk hari ini Ia benar-benar marah dan geram, karena Anggun sudah di perlakukan seperti tidak ber perikemanusiaan. Dan Ia berjanji akan membuat perhitungan dengan Rafa.


"Laki-laki brengsek hanya akan berani, dengan seorang wanita saja. Dan aku akan menghancurkan semua kesombongannya!" Geram Angga mengepalkan kedua tangannya Rahangnya pun mengetat sedangkan darahnya mulai mendidih dengan dada yang mulai bergemuruh menahan luapan emosi yang ingin meledak.

__ADS_1


#Flashback of#


__ADS_2