
Seperti yang sudah di janjikan Cleo pun pergi ke tempat yang sudah ia pesan dan tanpa menyadari seseorang mengikutinya dari kejauhan.
"Siapa sebenarnya yang ingin Cleo temui' apa dia selingkuh dariku?' tit_tidak ini tidak mungkin dia tidak mungkin selingkuh di belakang ku, kenapa aku harus Seperti seorang penguntit sih? sial ini semua gara-gara orang yang dia telpon tadi"
gumam orang yang tak lain adalah Anthony.
Tak lama kemudian ia meliahat Cleo melambaikan tangannya ke arah seseorang yang datang mendekatinya.
"Dinda?' jadi dia cuma mau bertemu Dinda" gumamnya pelan namun bernafas lega karena kecurigaannya ternyata salah.
"Hey Cleo, kamu apa kabar?" sapa Dinda sambil berpelukan melepas rindu di antara mereka.
"Hey Din, kabar aku baik." jawab Cleo.
"Kau sendiri bagaimana? apa kau baik-baik saja?" tanya Cleo lagi, sambil matanya tak lepas menatap Dinda.
"Hey… aku baik-baik saja, dan jangan menatap ku terus seperti itu, kau tahu jika kau menatap ku terus seperti itu maka biji matamu akan keluar, dan jika biji matamu keluar maka Anthony akan meninggalkanmu tau."
Ledek Dinda sambil terkekeh ia pun mengalih kan pandangan ke perut Cleo.
"Apa kamu beneran sedang hamil Cle,?" tanya Dinda penasaran, sedang Cleo hanya mengangguk membenarkan.
"Kamu mau pesan apa?'' tanya Cleo.
"Apa aja..." jawab Dinda lalu Cleo memanggil pelayan kafe dan memilih menu pesanannya. "Jadi kamu melakukannya? tapi bukankah kita akan melakukannya pura-pura saja." Tanya Dinda dengan tatapan menyelidiknya.
"Awalnya ia, tapi… ini semua di luar ekspektasi ku." Lalu Cleo pun menceritakan kejadian yang pernah di alaminya, Dinda hanya bisa menarik nafas mendengar cerita sahabatnya itu.
"Maafkan aku, Aku yang membuatmu seperti ini. Dan aku tidak ada saat kau membutuhkan ku." Terang Dinda memegang jemari tangan milik Cleo dengan penuh rasa bersalahnya.
"Sudahlah, semua sudah berlalu. Lagi pula Kak Anthony sudah bertanggung jawab dengan menikahiku. Jadi kamu tidak usah merasa bersalah seperti ini." balas Cleo menjelaskan.
"Ini pesanan Anda Nona."
Ucap seorang pramusaji lalu menyusun menu yang di pesan di depan Dinda dan Cleo.
"Kok ada susu? Akukan tidak pesan susu ini!" ucap Cleo heran karena ia merasa benar-benar tidak memesan susu.
__ADS_1
"Tapi baby Anda membutuhkannya Nona." Ucap pramusaji lalu melengang pergi
meninggalkan Cleo yang masih dalam kebingungannya.
"Darimana dia tau kalau aku hamil? apa dia mencari tau tentangku dasar kepo." gerutu Cleo panjang lebar membuat Dinda yang mendengarnya hanya bisa nyengir kuda. Walau pada akhirnya tanpa curiga ia pun menatap susu yang rasa strowberi kesukaannya, lalu meneguknya sedikit.
"Tapi ini kok rasanya seperti buatan kak Anthony?" Gumamnya.
"Kenapa…apa kau tidak suka rasanya?" tanya Dinda yang melihat ke bingungan di wajah Cleo.
''Tidak… tit_tidak apa-apa" jawab Cleo gugup.
"Lalu bagai mana dengan Kak Rafa?" tanya Dinda lagi, untuk menghilangkan kegugupan sahabanya itu.
"Awalnya kak Rafa marah tapi untung ada kak Anggun.
#plash back on#
Ceklek,
"Anggun melangkah mendekati tempat tidur lalu dengan lembut ia mengelus punggung Cleo yang bergetar karena menangis.
perkataan Anggun mampu menghentikan tangis Cleo.
"Kak Anggun aku takut." Ucap Cleo masih dalam sisa isakannya.
"Kamu takut kenapa?" aku takut jika anak ini lahir tanpa Ayah." Jawab Cleo sesenggukan Anggun pun meraih tubuh adik iparnya itu lalu mendekapnya dalam pelukan.
"Semua ini tidak akan pernah terjadi kalau kamu mau berkata jujur siapa yang melakukan semua ini? Jadi jujurlah Kakak akan mendukungmu." Ucapan Anggun seolah menjadi obat penawar bagi Cleo, ia pun lalu menceritakan kronologi kejadian yang sebenarnya.
"Lalu siapa nama laki-laki itu?"
"An_Anthony Kak." Jawab Cleo.
"Dan hari ini dia akan menikah dengan Dinda" jelasnya lagi.
"Jangan bilang Anthony, yang kamu maksud adalah Dokter Anthony!"
__ADS_1
Sahut Rafa yang baru masuk namun sempat mendengar sekilas nama lelaki yang di sebut adiknya itu. Dan Cleo menjawab pertanyaan kakaknya itu dengan anggukan membenar kan.
Deg.
Anggun membulatkan matanya tak percaya kalau laki-laki yang pernah dekat dalam hidup nya itu kini menghamili adik iparnya itu.
"Brengsek…! kenapa bajingan itu terus mengganggu keluargaku," geram Rafa mengepalkan ke dua tangannya sedang rahangnya kini mengetat.
"lkut aku!" seru Rafa menarik tangan Cleo. "Mas, Cleo mau di bawa kemana?'' cicit Anggun mengikuti langkah suaminya, bukan nya menjawab Rafa terus melanggkah. "Bagaimana Leo apa kau sudah tau posisinya di mana?" ucap Rafa menatap pada asisten nya itu.
"Sudah Tuan, dan sepertinya hari ini dia akan menikah" jawab Leo menjelaskan.
"Apa! bawa aku kesana cepat aku ingin mematahkan tulang-tulangnya!" Leo pun mengangguk hormat tanda faham, Ia pun membuka pintu mobil untuk Cleo dan Anggun, setelah semuanya masuk Leo pun segera melesat meninggalkan mansion mewah milik Rafa.
#Plash back of#
"Itulah yang terjadi hari itu" ucap Cleo mengakhiri ceritanya, lalu apa kak Anthony tau wajah aslimu?" selidik Dinda.
"Tidak kak Anthony belum tau, tapi dia selalu mementingkan keselamatan dan kesehatan ku bersama Twisn"
lanjutnya sambil mengusap perutnya yang masih rata.
"Jadi Anakmu itu kembar? selamat ya! sebentar lagi aku akan jadi auntie," seloroh Dinda tersenyum bahagia.
"Tapi tut_tunggu dulu! apa kau sering melakukannya?" selidiknya lagi.
"Melakukan apa?" jawab Cleo binggung.
"Ya ampun Cle, itu kikuk kikuk" bisik Dinda di telinga Cleo membuat Cleo bersemu merah lalu mengangguk malu.
"Sebenarnya aku pengen memintanya tiap hari, karena itu akan menghilangkan rasa mualku di pagi hari tapi aku takut kak Anthony marah aku tau dia belum bisa menerima ke hadiranku dan Twisn sepenuhnya, bahkan mungkin sampai saat ini dia masih mencintai kak Anggun."
Ucap Cleo jujur dan wajahnya pun berubah sedih dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca. Sedang Anthony yang mendengar percakapan istrinya dari tadi tiba-tiba terenyuh mendengar keluh kesah istrinya itu. kalau boleh jujur dia sudah tidak merasakan mencintai Anggun lagi semenjak ia mengambil keperawanan milik Cleo, dan entah sejak kapan cinta di hatinya itu tumbuh untuk istrinya itu. Anthony ingin memeluk istri nya dan mengatakan semuanya.
Namun baru saja ia bangkit tiba-tiba gawai nya bergetar tanda satu pangilan masuk Anthony pun segera melenggang keluar.
"Baiklah aku akan seger kesana lalu ia menghubungi seseorang.
__ADS_1
"Awasi istriku aku tak mau terjadi apa-apa padanya dan bayiku!" perintah Anthony pada seseorang. Setelah memberi perintah Anthony pun segera meninggalkan tempat di mana istrinya kini berada.
"Lalu bagaimana dengan dirimu apa kau bahagia menikah dengannya? orang yang sangat kau cintai?" tanya Cleo pada Dinda. yang seketika membuatnya tersedak.