
"Sayang tunggu! Maafkan aku ya" seru Rafa meraih tubuh Laras dan membawanya ke dalam pelukannya, sedang tangan yang satu nya memberi kode ke pada Leo, Leo pun meraih file yang ada di tangan Rafa yang belum sempat di bukanya. Dan semua orang yang ada di tempat itu pun segera pergi.
"Sayang lihatlah ini! kamu pasti bisa menilai siapa yang baik dan tidak baik di sini." Lalu Laras membuka gawainya dan memperlihat kan sebuah video di mana video tersebut memperlihatkan seseorang yang terbaring di tempat tidur di kamar super mewah di peluk dan dicium oleh seorang laki-laki asing.
Rahang Rafa mulai mengetat matanya memerah menahan gejolak amarah yang kini menguasainya, sedangkan Laras tersenyum penuh kemenangan karena telah berhasil menghasut Rafa lagi dan dia bersyukur sekali kepada orang yang telah mengirimkannya video kebusukan Anggun kepadanya.
"Brengsek wanita ******! aku di sini menghkawtirkan mu sedangkan kau bermesraan dengan orang lain, dan tunggu...aku seperti mengenal laki-laki ini? bukankah laki-laki ini pria pengganti yang menikahi teman Cleo?"
"Benar sayang dan kamu tau bukan hanya satu tapi lihatlah mereka, dan ini Laras kembali memberikan video dua orang pria yang sedang memegang tangan Anggun dan pria yang satunya seperti sedang membuka baju bagian dada Anggun membuat tangan Rafa bergetar sedang darahnya seperti mendidih.
Dan ada yang paling mengejutkan di salah satu video itu membuat Rafa benar-benar naik pitam. Nampak Anthony yang sedang asyik bercengkrama dengan Anggun. Sedang Anggun tak henti-hentinya menyunggingkan senyumnya sumringahnya.
"Kenapa mereka semua berada dalam satu kamar dengan nuansa yang sama? tidak mungkinkan Anggun menggilir mereka kan!" celetuk Laras membuat Rafa tanpa sadar membanting handphone milik Laras. Darahnya mulai berdesir karena emosinya yang sudah memuncak.
"Sayang kamu membuang handphone kesayanganku!'' pekik Laras melihat benda kesayangannya hancur berkeping-keping tak berbentuk lagi.
Rafa tidak memperdulikan teriakan Laras yang meneriakinya karena menghancurkan benda pipihnya. Hatinya kini benar-benar tersulut emosi dengan kenyataan yang Ia lihat dengan mata kapalanya sendiri.
Sementara itu Leo hanya tersenyum melihat kepergian Rafa yang keluar mansion dengan menyetir mobil sport kesayangannya.
Ting satu notifikasi masuk di gawai milik Leo. Leo pun segera membuka pesan yang masuk,
"Tuan Rafa.." gumamnya.
["Berikan file nya padaku aku menunggumu di tempat biasa!"]
["Baik Tuan..!"]
tulis Leo membalas pesan dari Rafa, lalu Ia pun bergegas pergi untuk segera menemui tuannya itu.
__ADS_1
*
*
*
"Metha-Metha..! apa kamu mendengarkan ku? kamu harus bertahan untuk hidup Met!''
Anthony terus mengguncang tubuh Metha, yang bersimbah darah di bagian wajah dan kepalanya.
''Anthony deng-dengar kan a-aku, aku minta Maaf sama kamu karena memisahkan mu dengan Anggun dan aku pernah menjebak mu dengan Cleo." ucap Metha terbata karena menahan rasa sakit dan sesak di dadanya.
"Aku sudah memaafkan mu jadi kamu tidak perlu mengungkitnya lagi. Sekarang kamu diamlah! dan jangan banyak bicara okey..aku akan segera menanganimu!" sela Anthony sambil berbalik ingin memanggil tim Dokter lainnya.
"Tunggu ada hal yang jauh lebih penting yang ingin aku sampaikan padamu."
"Sudah aku bilang diam dan jangan banyak bicara!" sergah Anthony mulai kesal dengan temannya yang satu profesi itu.
Deg.
"Tunggu dulu Metha apa kamu sadar dengan apa yang kamu katakan barusan?" tanya Anthony.
"Iya aku sadar dan aku yang menukar bayi itu aku juga sudah melakukan tes DNA pada Kenan dan hasilnya sama Kenan adalah putra kandung mereka."
"Baiklah aku akan merekam penjelasanmu sebagai bukti yang kongkrit." ucap Anthony mengeluarkan gawianya dan menyetel mode Recaman Audio. Lalu Ia pun mulai berbicara walau dengan nada yang terbata-bata ia berusaha membongkar seluruh kebenaran yang ia simpan selama ini sebelum ia benar-benar-benar pergi meninggal kan dunia ini.
"Aku Mehta dengan ini mengatakan kalau Kenan adalah anak kandung Tuan Rafa dan Nona Anggun untuk lebih jelasnya kalian harus menangkap Laras dan Laras pun tak sendiri Ia bekerja sama dengan Romy dan sebenarnya Romy itu adalah suami sah Laras.
Namun dengan niat balas dendamnya mereka memanipulasi semua pernikahannya, termasuk Anggun. Ia tak pernah sama sekali menikah dengan Romy, begitupun dengan Rafa yang menjadi istri sahnya hanya Anggun uhuk uhuk" Metha pun mulai terbatuk-batuk.
__ADS_1
"Sudahlah berhentilah berbicara aku mohon." lirih Anthony yang merasa iba melihat ke adaan Metha.
"Ada satu lagi pintaku ini foto calon suamiku hari ini kami akan menikah tapi mereka ingin membunuhku."
"Siapa mereka yang ingin membunuhmu?" "Dia adalah anak buah suruhan Romy, dia ingin aku mati karena akulah saksi kejahatan mereka, dan aku juga sudah tak ingin mengikuti perintah mereka."
Terang Metha dengan nafas yang sudah mulai sesak.
"Metha-Metha dengarkan aku! kamu harus kuat Met, aku akan menyelamatkan mu!" teriak Anthony yang sudah mulai khawatir.
"Sampaikan salam Maaf untuk semuanya termasuk calon suamiku bilang padanya terimakasih telah membimbing jalanku kejalan yang lebih baik." Metha meraih tangan Anthony dan menggenggamnya dengan erat.
Metha mulai berucap dengan suara yang tersendat dan terbata-bata, sedang Anthony kini sudah mulai gusar Ia merasa begitu iba dengan ke adaan Metha yang begitu menyedihkan.
pelan tapi pasti mata Metha mulai tertutup rapat, sedang Anthony berusaha memberikan pertolongannya namun sayang semuanya sudah sia-sia Anthony merutuki kebodohan dan ke gagalannya untuk menyelamatkan sahabat yang pernah mencintainya itu. Anthony tetus mengguncang tubuh Metha.
Ia terus berlari menyusuri lorong rumah sakit untuk segera meminta bantuan agar jasad Metha segera di bawa pulang untuk segera di urus dan di makamkan. sedang tak jauh dari tempat Anthony berada seseorang terus mengawasi perkembangan yang ada di sana.
"Bagaimana...?" ucap orang yang di seberang sana.
"Sempurna semuanya berjalan dengan lancar sesuai rencana Tuan." Ucap anak buahnya memberikan laporan.
"Bagus sekarang pergilah dari situ sebelum orang lain mencurigaimu.!" Perintah orang tersebut. Sedang Anthony tersenyum dengan senyum tak dapat di artikan, saat menatap curiga pada seseorang yang dari tadi menutup wajahnya dengan ujung topi miliknya. orang itu pun bergegas pergi di sebelum Anthony benar-benar mencurigainya. Anthony meraih gawainya dan segera bergegas menelpon Anggun.
"Anggun, aku akan menemui mu! tunggu setengah jam dari sekarang, karena ada hal penting yang ingin aku sampai kan ini tentang hubunganmu dengan Kenan."
"Apa ada sesuatu yang terjadi dengan Kenan?"
"Tidak kenan baik-baik saja." Jawab Anthony saat Anggun menanyakan keadaan anaknya dengan nada yang khawatir.
__ADS_1
"Kamu jangan khawatir dia baik-baik saja. Dah aku mau menyelesaikan tugasku dulu." Lalu telpon pun terputus.