Istri Ke Dua Tuan Arogant

Istri Ke Dua Tuan Arogant
REKAMAN


__ADS_3

Seperti yang di janjikan 3 menit kemudian Anthony datang ke apartemen. Di mana Anggun kini dirawat walau sebenarnya Anggun sudah merasa sudah agak baikan namun Angga melarangnya untuk bertemu siapapun kecuali dengan Dokter yang memang yang di tugas kan untuk merawatnya termasuk Anthony.


Sedangkan Anthony tak menyadari jika seseorang terus mengawasi gerak geriknya dari kejauhan.


"lkuti orang itu pak! jangan sampai kita kehilangan jejaknya!" perintahnya pada sang sopir.


"Baik Non." Ujar sang sopir lantas melajukan mobilnya terus membuntuti ke mana tujuan Anthony sebenarnya. Hingga Anthony pun memasuki kawasan apartemen elit di kota tersebut.


"Kenapa Kak, Anthony harus kesini ada apa sebenarnya? apa sebenarnya yang kau sembunyikan dariku Kak?" lirihnya...pilu menyaksikan suami tercintanya berada di tempat yang sangat asing baginya, bahkan hari ini ada jadwal cek up yang seharusnya rutin Ia lakukan malah molor karena Anthony yang tak kunjung menjemputnya.


Panggilan dan pesannyapun tak di balas. Hingga Ia berinisiatif menyusul suaminya kerumah sakit, namun kenyataannya adalah suaminya saat ini memasuki apartemen kelas atas, dan ntah apa yang akan Ia lakukan di sana.


"Pak, aku turun disini saja!" seru wanita yang ternyata adalah Cleo.


"Baik Non'' ucap sang sopir taxi lalu berhenti di tempat yang Cleo tunjuk.


"Ini untuk bapak kembaliannya ambil saja." setelah membayar taxi Cleo pun bergegas pergi. Kembali membuntuti suaminya, karena takut Ia akan kehilangan jejak Anthony.


Sedang sang sopir taxi tadi tentu merasa senang mendapat rezeki nomplok ia begitu sumringah.


"Non! biar tiap hari di suruh ngebuntutin juga gak papa bapak mau kalau duitnya seperti ini!" seru sang sopir tadi, walau sudah tak terdengar oleh Cleo yang sekarng ini terus memperhatikan kemana suaminya itu pergi.


Cleo, terus berlari-lari kecil mengikuti langkah kaki Anthony yang memang seperti orang yang sedang buru- buru.


Sedang Cleo sendiri tak memperdulikan perut nya yang sudah membesar Ia terus mengikuti dari ke jauhan hingga Anthony memasuki sebuah lift khusus,Cleo memperhatikan lantai berapa yang di tuju.


"Lima belas."


Gumamnya. la pun segera menyusul lewat jalan lain agar tak ketahuan, namun tiba-tiba deringan gawainya mengganggu konsentrasinya Ia pun merogoh kedalam tote bag.


"Kak Rafa.." gumamnya saat melihat panggilan masuk, Ia pun segera menggeser naik tanda terima.


"Halo Cle' kamu di mana? kakak ingin bertemu kamu sekarang!"


tegas Rafa di seberang telpon.


"Cle apa kau mendengar ku?" ucap Rafa lagi karena tak mendapat respon dari adiknya itu.

__ADS_1


"I-iya Kak aku mendengarkan mu." Balas Cleo mengerutiki kebodohannya, karena bisa-bisa nya Ia bengong tak langsung menjawab.


"Aku akan datang ketempat mu!"


"Tit-tidak-tidak kak, jangan datang ke sana karena aku sekarang tidak di tempat. Aku di luar kak!" jawabnya tergagap, membuat Rafa mengerut kan keningnya.


"Apa kamu bersama Anthony? dan katakan di mana posisi mu sekarang!"


"Aku hanya sendiri kak, dan aku berada di sebuah apartemen lantai 15 Jln xxxxxxx" lanjutnya memberikan keterangan.


"Kenapa kamu berada di situ dan tak bersama Anthony?" cecar Rafa lagi membuat Cleo binggung harus menjawab apa namun tiba-tiba Cleo merasa perutnya seperti keram,mungkin pengaruh dia berlari lari tadi.


"Cle, Cleo...! apa kau mendengar ku!" teriak Rafa dengan nada khawatir.


"l-iya Kak, aku_ awww sakit Kak!" pekik Cleo, bahkan telponpun sempat terjatuh.


"Halo-halo Cle! apa kau mendengar ku! sial..." Rafa yang panik segera memutar balik mobilnya menuju alamat yang di sebutkan Cleo.


Sedang Cleo berusaha terus menahannyeri yang datang tiba-tiba hingga Ia sekarang berada di lantai 15 namun Ia tiba-tiba binggung harus mencari kemana karena semua pintunya sama.


*


*


*


"Bagaimana kabarmu hari ini?"


"Alhamdulillah udah agak mendingan." Jawab Anggun dengan senyum manis menghiasi wajah cantiknya yang masih sedikit agak pucat itu.


"Angga kemana? aku tak melihatnya sama sekali, apa dia benar-benar menjaga mu dengan baik?" celetuk Anthony lagi.


"Kak Angga ada kok, di balkon ada relasi bisnisnya menelpon. Sedang Dokter Haris dan Dokter Denis ada di kamar sebelah lagi istirahat." lanjutnya Anggun menjelaskan panjang lebar.


"Oh ya! kamu bilang ada hal penting tentang putraku? apa dia sedang sakit? atau dia menangis karena merindukanku?"


tanya Anggun dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca. Sedang Anthony merasa terenyuh melihat hubungan batin yang kuat antara Anggun dan Kenan, padahal Anggun tak tahu yang sebenarnya kalau Kenan adalah putra kandungnya.

__ADS_1


"Memang benar kata orang darah itu lebih kental dari pada air buktinya kamu sangat menyayangi Kenan seperti anakmu sendiri,dan hubungan batin kalian terjalin karena ada nya hubungan darah yang mengikat dan mengalir di dalamnya" seloroh Anthony.


"Apa maksud ucapanmu?" balas Anggun penasaran.


"Ini lihatlah..." Anthony menyerahkan sebuah handphone yang Ia pakai untuk merekam semua pengakuan Metha.


"Ini apa?"


tanya Anggun heran karena bukannya menjelaskan atau menjawab pertanyaannya Anthony malah memberi kannya sebuah benda pipih miliknya.


"Bukalah! nanti kamu akan tau sendiri isinya itu apa," jelas Anthony lagi.


Anggun yang bingungpun menuruti saja apa yang di katakan Anthony, awalnya Ia merasa biasa saja namun di saat Ia mendengar sebuah pengakuan yang mengejutkan membuat Anggun tercekat.


Seluruh tubuhnya bergetar menahan gejolak hatinya yang sekarang sudah bercampur aduk, antara bahagia, sedih dan emosi semuanya jadi satu.


"Tidak...! ini semua tidak mungkinkan? Anhtony katakan pada ku ini semua tidak benar kan..?'' jerit Anggun.


"Dengarkan aku tenangkan dirimu okey, ingat anak yang ada di dalam kandungan mu ini jangan sampai stres!" Hibur Anthony Ia menggenggam tangan Anggun dan mengelus pundaknya agar Anggun bisa rileks.


*


*


*


Cleo yang masih dalam keadaan kebingungan mencari di mana kamar yang di masuki Anthony. Namun tiba-tiba matanya tertuju ke sebuah pintu di ujung lorong yang agak sedikit terbuka. Dan suara isak tangis pilu seorang perempuan memancingnya untuk melangkah ke tempat itu dengan perasaan berdebar, Ia meraih handle pintu yang sedikit terbuka,


"Cleo...!"


Deg.


Sebuah suara dan sentuhan tangan di pundaknya membuatnya terlonjak kaget. "Kakak...!" pekiknya saat melihat siapa yang berada di belakangnya.


"Kamu apa yang kamu---?"


"Ust.." Cleo memotong kalimat Rafa dengan meletakkan satu jari jelunjuknya di bibir Rafa lalu Cleo memberikan kode menunjuk ke arah pintu yang sedikit terbuka. Rafa pun hanya bisa mengikuti arahan adiknya itu.

__ADS_1


Bagai di sambar petir di siang hari Cleo hanya bisa tercekat melihat adegan yang ada di depan matanya. Sedang Rafa yang kini tersulut rasa cemburu langsung merangsek masuk.


__ADS_2