Istri Ke Dua Tuan Arogant

Istri Ke Dua Tuan Arogant
AKU YANG MELAKUKANNYA


__ADS_3

"Lalu bagai mana dengan Chelsy Bu?" tanya Leo lagi.


"Chelsy dia..._"


"Dia kenapa Bu…?" lanjut Leo penasaran.


"Dia hamil di luar nikah?' ntah lah laki-laki mana yang tega, dia merusak masa depan Chelsy, hingga seperti ini." Sesal Bu Rini.


"Chelsy tak bisa mendapatkan gelar sarjana nya waktu itu ia kuliah di UGM, namun gara-gara Ia hamil Ia jadi tak bisa konsentrasi belajar karena ketika ngidam Ia sering sakit jarang masuk kuliah membuatnya di DO dari kampus.


Tangan Leo pun mengepal mendengar penuturan Bu Rini.


"Bu, apa ada petunjuk siapa laki-laki maaf, yang menghamili Chelsy?" tanya Leo dengan hati-hati Ia takut jika Bu Rini akan tersinggung.


"Tunggu...! sepertinya ada Nak dan Chelsy pernah memperlihatkannya ke Ibu. Bu Rini pun bergegas masuk tak lama kemudian ia keluar membawa sesuatu.


"Ini Nak!"


Deg.


Tiba-tiba wajah Leo berubah pucat tubuhnya seperti tak bernyawa, tangannya gemetar meraih benda pipih berbentuk hati yang berwarna silver.


''I_ii ini tidak mungkin ini!' kenapa bisa kebetulan sekali?" lirih Leo.


"Bu… apa Ibu tidak salah?" dengan suara yang kaku Ia bertanya.


"Benar Nak hanya itu yang Chelsy bawa,kenapa Nak apa Nak Leo tau siapa pemilik nya? ini adalah barang mahal dan yang memakainya pasti orang kaya." lmbuh Bu Rini.


"Bu, aku tau siapa orangnya…" ujarnya dengan mimik wajah yang serius.


"S-siapa Nak? biar ibu akan menghukumnya" ucap Bu Rini karena selama ini putrinya itu sudah cukup menderita dengan apa yang terjadi pada dirinya.

__ADS_1


"Aku Bu… aku yang melakukannya, aku yang meng hamili Chelsy Bu…" ucap Leo menekan kata-katanya dengan nada yang bergetar tenggorokannya seperti tercekat, bahkan ludahnya sendiri terasa begitu pahit di saat menyadari kenyataan yang ada di depannya saat ini.


Deg...


"Apa? Tit-tidak ini tidak mungkin, tidak mungkin nak Leo" bisa setega itu?" sela Bu Rini begitu terkejut.


"Tidak mungkin kamu yang setega itu melakukannya?" ucap Bu Rini kembali bahkan kini ia terduduk di sofa usangnya.


Dia begitu syok mendengar pengakuan Leo yang di luar nalarnya.


"Bu dengarkan dulu penjelasan Leo, dan setelah itu Ibu boleh menghukum Leo sesuka hati Ibu semuanya terjadi di luar kendaliku Bu…" dengan duduk berlutut Leo kemudian menceritakan apa yang terjadi sebenarnya.


"Aku sudah berusaha mencarinya kemana-mana Bu terang Leo saat mengakhiri cerita nya.


Selama ini Leo hidup dengan rasa bersalah nya semenjak kejadian itu ia seperti mati rasa untuk jatuh Cinta dengan wanita Ia memilih menjomblo alis hidup sendiri tanpa cinta,karena Ia tak ingin ada yang jadi korban lagi.


Leo masih berlutut di depan Bu Rini, sedang Bu Rini masih diam mencerna semua cerita dari Leo.


"Bu hukum aku tapi tolong maafkan Leo dan izinkan Leo bertanggung jawab." Pintanya memohon sambil terus mengenggam kedua jemari tangan Bu Rini.


"Baiklah menikahlah demi Devan. Karena dia sangat membutuhkanmu sekarang ini." Ucap Bu Rini.


"Devan,? apa? jadi namanya Devan, Bu?' dia pasti lucu dan manis seperti Mamanya, biar aku yang akan menjelaskan semuanya ke Chelsy. sekarang bawa aku bertemu Devan Bu!" ucap Leo dengan mata yang berkaca-kaca penuh harap.


"Tidak untuk sekarang Nak, biarkan Chelsy tenang dulu karena sekarang ia masih syok dengan penyakit Devan."


"Penyakit Devan,? maksud Ibu?"


Bu Rini pun menceritakan penyakit yang selama ini di derita oleh Devan dan betapa terkejutnya dia mendengar jika Devan terkena Acute lymphocytic Leukemia. (ALL). Penyakit ini terjadi ketika sum-sum tulang terlalu banyak memproduksi sel darah putih jenis limfosit yang belum matang(ALL)yang banyak di derita anak-anak.


"Bu…ayo kita kerumah sakit!" ucapnya, ia benar-benar tak kuasa mendengar kalau sang buah hati sedang berjuang melawan penyakit kangker darah yang sangat berbahaya dan mematikan itu. Dan kini ia ingin segera memeluk sang buah hati.

__ADS_1


"Tidak Leo dengar kan Ibu kamu tidak mungkin langsung mengatakan kalau kamu adalah ayah biologis Devan,


Chelsy pasti akan kecewa, persiapkan saja pernikahanmu dengannya nanti Ibu yang bicara' kamu juga harus sehat karena kemungkinan besar dokter akan meminta mu untuk operasi pencangkokan tulang sum-sum karena kamu harapan terakhir Ibu jadi jangan sampai Chelsy tau kalau kamu adalah Ayah kandung Devan." mohon Bu Rini, sambil menangkup wajah Leo.


"Baiklah Bu, jika ini demi Devan dan Chelsy aku akan melakukannya" ucap Leo mantap. Bu Rini pun kini bisa bernafas lega karena di balik semua kejadian ada hikmahnya, ia memilih tidak menghukum Leo karena lelaki itu memang sejak awal punya niat ingin bertanggung jawab pada sang putri, namun takdir lah yang mempermainkan mereka, hingga tidak bertemu sejak awal. Dan nampaknya takdir kini sudah membuat mereka bertemu kembali meski dengan keadaan yang berbeda.


"Tapi izinkan Leo mengartarkan Ibu kerumah sakit" lanjutnya lagi.


"Oh iya… Ibu hampir lupa tujuan Ibu kesini itu ingin membawa berkas-berkas milik Devan" imbuh Bu Rini. Lalu Leo pun mengantar Bu Rini, sesampainya di rumah sakit Ia pun ikut untuk melihat di mana Devan di rawat, Devan di rawat di ruangan Nicu tempat para bayi di kontrol secara ketat, Bu Rini menepuk pundak Leo agar ia bisa kuat saat melihat ke adaan putranya yang di penuhi alat-alat yang melekat pada tubuhnya.


Leo hanya bisa melihat Devan dari luar,jendela kaca yang ada di ruangan tersebut,sedang Bu Rini masuk menemui Chelsy, hati Leo begitu miris melihat tubuh mungil Devan yang baru berusia dua tahun harus berjuang melawan penyakitnya.


"Pap-pah" lirih Devan mendongakkan kepalanya melihat kearah jendela.


di mana Leo sedang berdiri seolah ia mengetahui kalau Papanya lagi menatapnya, "Papa? sahut Chelsy menimpali anaknya dan ikut melihat ke arah di mana mata Devan melihat namun tak ada siapa-siapa untung saja Leo lekas bersembunyi.


"Sayang kamu kangen Papa ya, nanti kalau Devan sembuh,Mama janji akan bawa Devan ketemu Papa" lirihnya pilu mengusap wajah putranya, sedang air mata tak mampu lagi terbendung, Leo memilih untuk segera pergi karena ia sudah tak kuat untuk melihat semua nya, hatinya begitu tercabik-cabik karena di saat putranya membutuhkannya ia tak bisa memeluknya, bahkan ia menyaksikan sendiri betapa wanitnya itu begitu kuat dan berusaha untuk tegar menghadapi bebannya.


"Maaf...maafkan Ayah yang bodoh ini." rutuk nya terus menyesali khilaf yang pernah ia lakukan.


*


*


*


"Hai Leo, kamu kenapa hah...?" desah Rafa kesal karena sejak pagi ia memperhatikan kalau Leo tak berkonsentrasi bekerja.


"Tut_Tuan sejak kapan Anda di sini,?" sahutnya tergagap, Rafa hanya tersenyum renyah melihat tingkah tak biasa Asistennya itu.


"Kamu jangan terlalu memikirkan permintaan Anggun yang kemarin, aku tahu perasaanmu tak mudah untuk jatuh Cinta."

__ADS_1


"Bukan masalah jatuh cinta Tuan, tapi bagai mana caranya saya bisa menikahi Lina karena ternyata Linalah wanita yang pernah saya tiduri"


"What..."!


__ADS_2