
Begitu baju terbuka Anggun pun Reflek memalingkan wajahnya karena malu untuk menatap badan suaminya yang begitu kekar dan sixpack
Rafa yang menyaksikan tingkah istrinya hanya tersenyum dan berniat menggodanya.
"Kenapa kau menoleh apa kah Aku sangat jelek dan tidak tampan? jadi kamu merasa jijik melihatku dan apa kamu tidak menyukaiku?"
"Tit_tidak_Tuan Anda sangat tampan dan aku sangat menyukai Anda, aku hanya malu Tuan" ucapnya polos yang keluar secara tiba-tiba sambil berbalik menatap intens suaminya.
Rafa pun yang melihat tingkah istrinya yang lugu dan polos tak bisa menahan tawanya, "Hahaha, kamu itu lucu sekali" ucapnya sambil memegang perutnya yang sakit karena tertawa.
Anggun yang merasa di kerjai pun tak sanggup menahan malunya tanpa sadar ia memukul dada suaminya. Dan menyebunyi kan wajahnya di dada bidang milik Rafa.
"Aiiis Tuan...."
Deg...deg...deg...Jantung Rafa berdegup dengan kencang, ia merasakan kalo otot tubuhnya menghangat dan menegang dengan perbuatan Anggun yang secara tiba-tiba, dan secara reflek ia mengelus lembut kepala Anggun.
"Maafkan aku!"
bisiknya lembut di telinga Anggun. Anggun yang tersadar menarik wajahnya menjauh. Ia begitu malu dan takut dengan apa yang ia lakukan. Hening dan canggung terjadi,
"Aku mau mandi di sini siapkan pakaian ku!" perintah Rafa memecah keheningan, lalu Ia berlalu dari hadapan Anggun,
"li iya_apa mandi disini?" baju hah...!" Anggun yang tersadar membulatkan matanya dan menelan saliva nya dengan susah payah sungguh kejadian malam ini semuanya spontan,ndan Anggun merasa kalau semua hanya mimpi, ia menampar dirinya Plak,
__ADS_1
''sakit berarti bukan mimpi"Anggun pun melangkah turun ingin mengambil baju untuk Rafa. Setelah menyelesaikan aktifitas mandi nya Rafa pun keluar dari bathroom,
Ceklek"
Rafa melangkah dengan handuk putih yang
membelit tubuhnya, ia pun memakai piama yang di sediakan Anggun, ini kali pertama ia memakai pakaian yang Anggun sediakan,sedang Anggun menyusui Kenan yang terbangun karena haus.
"Tut_Tuan jangan mendekat!" cegahnya yang melihat Rafa melangkah mendekatinya.
"Kenapa? apa aku tak boleh melihatnya itu kan milik kujuga?" timpalnya asal sedang Anggun yang mendengar jawaban suaminya mukanya memerah semerah tomat karena menahan malu...ingin rasanya ia menggali tanah dan menenggelamkan dirinya bersembunyi karena ia tak habis pikir kenapa Rafa tiba-tiba suka sekali berkata mesum di depannya,
"Apa Kenan sering bangun tengah malam seperti ini?"
"Ooowh.....!"
"Berikan dia pada ku, kau pasti lelah tidurlah. besok aku akan mengajak mu jalan.
"Tidak Tuan saya tidak mengantuk. Anda saja yang istrahat. Pasti Anda sudah mengantuk karena Anda sudah seharian bekerja".
"Tidak aku tidak mau kalo kamu tidak tidur,aku akan menunggu di sini kekehnya".
"Ada yang ingin aku bicarakan" ucapnya kembali
__ADS_1
Anggun masih bingung dengan sikap Rafa yang tiba-tiba berubah, dia membaringkan Kenan yang sudah kembali terlelap di dalam Box bayinya.
Lalu ia melangkah menuju tempat tidurnya di mana Rafa masih setia duduk menunggunya di pinggir ranjang.
"Kemarilah" ucap Rafa menepuk pinggiran ranjang di dekatnya ketika melihat Anggun melangkah kearahnya.
Anggun, hanya terdiam menunduk begitu sampai di depan suaminya,
"Kenapa kamu lambat sekalisih"! tegur Rafa dan menarik tangan Anggun,hingga membuat Anggun terjatuh dan menabrak dada bidangnya. Anggun terlihat salah tingkah dan jangan di tanya soal jantung mereka yang sama-sama berdetak dengan cepat.
"Tidurlah,baku sudah mengantuk" ucapnya menetralisir perasaannya sambil mengusap lembut wajah Anggun, dan meresapi aroma yang ada pada tubuh Istrinya itu.
sedang Anggun yang terpesona dengan sikap suaminya yang berubah lembut menatap suaminya yang begitu tampan di depannya
glek...dengan susah payah menelan ludah nya.
"Kenapa kau terus menatap ku apa kamu sangat terpesona dengan ketampanan ku ini hmmm?" godanya dengan senyum smirk nya.
Anggun yang merasa malu segera menghambur ke pembaringan meraih selimut dan menutup wajahnya dengan selimut
Rafa yang memperhatikan tingkah Anggun sungguh merasa gemas. Lalu ia pun ikut berbaring di samping sang istri.
"Maafkan aku.''
__ADS_1