Istri Ke Dua Tuan Arogant

Istri Ke Dua Tuan Arogant
Part Extra The end.


__ADS_3

Owek-owek-owek...! "Mas anak siapa ini kenapa kau membawanya kemari? dan kenapa kau membiarkannya terus menangis seperti ini? kasihan dia Mas mungkin dia lapar!"


"Diam kamu! tau apa kamu hah! dengarkan aku wanita bodoh! aku menikahimu agar membuat Laras kembali padaku' aku ingin dia memohon padaku' untuk melepaskanmu! dan menukarkan dirinya denganmu' namun ternyata Kakak mu itu benar-benar menghianatiku' dia tak perduli dengan perasaan ku' dia lebih memilih lelaki bodoh' yang membuatnya harus kehilangan nyawanya' seandainya dia mau hidup dengan ku' aku akan membuatnya bahagia seumur hidupnya. Tapi sayang dia memilih untuk pergi dengan lelaki itu. Hingga dia harus berakhir pergi' untuk selamanya, dan kau akan menebusnya seumur hidupmu' kau akan jadi budakku' dan anak ini aku akan membuatnya mati kelaparan karena ke dua orang tuanyalah yang menyebabkan Laras kehilangan nyawanya."


"Mas Bram itu bukan salah mereka tapi itu salah Kak Laras, sendiri yang terlalu serakah.


Plak.


"Dengarkan aku Sonya kau tak pantas berkata seperti itu di depanku tentang Laras camkan itu baik-baik!'' Bram pun melangkah meninggalkan Sonya yang masih meringis kesakitan akibat tamparan dan cengkraman di wajahnya itu.


"Kamu boleh menyakitiku Mas sampai kapanpun kamu mau, tapi aku tidak akan membiarkanmu membunuh anak yang tak berdosa ini hanya karena ambisimu yang tak bisa mendapatkan cinta Kak Laras."


Gumam Sonya sambil mengepalkan kedua tangannya,Sonya pun menatap anak kecil yang di perkirakan berumur kurang lebih 2 tahun.


"Hai sayang kemarilah jangan menangis ayo kesini sama Kakak!" seru Sonya pada sang Baby, karena Ia baru menginjak usia 15 tahun.


''Mimi aaa waaa!" teriak sang Baby dalam isakannya.


"Apa, kamu memanggilku Mommy ya? okey baiklah aku akan jadi Mommy mu tapi kamu janji tidak akan menangis lagi okey anak manis" rayu Sonya bernegosiasi dengan sang Baby, dan sang Baby pun saat itu langsung terdiam lalu berlari menghampiri Sonya. Sonya yang merasa terharu meraih tubuh mungil itu lalu membawanya kedalam dekapannya dengan penuh cinta kasih yang begitu tulus.


"Mommy janji apapun yang terjadi Mommy akan melindungimu walau nyawa Mommy jadi taruhannya" ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca.


"Baiklah Baby Boy sekarang kita mandi setelah itu kamu minum susu" ucap Sonya sambil tersenyum mencium gemas sang Baby.


"Bik!"


"ya Non ada apa?"


"Bik sudah berapa kali aku bilang jangan memanggilku dengan sebutan Non panggil namaku saja Bik!" tegur Sonya pada maidnya itu.


"I-iya Nak Sonya maaf terkadang Bibik suka lupa" sela sang maid sambil tersenyum.

__ADS_1


"Udah tidak apa-apa Bik, Bik! apa aku boleh minta tolong ke Bibik untuk membeli susu Formula untuk bayi ini?"


tanya Sonya pada sang maid dengan suara setengah berbisik.


"Bisa-bisa kok Nak susunya merk apa? dan anak ini anak siapa? apa dia di buang ibunya ya?"


"Idiiih Bibik mulai deh keponya' nanti Sonya ceritakan ke Bibi sekarang Bibi beli susunya dulu, kasian my Boy sudah lapar cari merk yang paling bagus aja Bi!" perintah Sonya, sang maid pun segera meninggalkan Sonya yang sibuk untuk segera memandikan sang Baby Boy.


''Ayo anak Mommy saatnya kita mandi!'' ajak Sonya lalu Ia pun membuka pakaian yang melekat pada sang Baby dan matanya pun tertuju pada kalung yang melekat dileher sang Baby Boy Sonya pun segera mengambilnya dan melihat dengan jelas inisial yang tertulis Ken.


''Jadi namamu Ken ya tapi aku rasa namamu panjang karena sepertinya kalung ini terputus aku akan menyimpannya karena aku akan tau siapa orang tuamu lewat kalung ini'' Sonya pun segera menyimpan kalunganya di tempat yang paling aman agar Bram tidak bisa menemukannya.


*


*


*


Membuat Bram tambah geram atas apa yang di lakukan Sonya.


"Sial wanita itu sudah berani membantahku karena anak itu. Baiklah, aku akan menggunakanmu untuk membalas dendamku kepada kedua orang tuamu yang mengakibatkan Laras bunuh diri.'


Gumamnya dalam hati dengan seringai jahat di wajahnya dan sejak itu data-data Kenan pun di ubah, dari umur balita ia selalu di siksa dan di ancam akan di bunuh jika tidak mendengar perintah Bram, ia di pukul bahkan di tenggelamkan ke dalam air hingga hampir mati, dan itu terjadi tanpa sepengetahuan Sonya.


Itulah yang menyebabkan Ken, trauma dengan kolam renang dan air hingga pada suatu hari teman-teman di sekolahnya pun menertawakannya karena diantara semua siswa laki-laki yang ada, hanya Kenanlah yang tidak pandau berenang.


"Kenan kecilpun merasa sakit hati, atas ejekan teman-temannya, Ia pun pergi mencari kolam untuk berenang. Namun sayang Kenan menyangka air di kolam itu dangkal seperti yang teman-temannya pakai untuk latihan.


Tak di sangka kolam itu hampir merenggut nyawanya jika tidak segera di tolong seorang gadis kecil yang sedang berlari mencari sang Adik.


''Jelita-Jelita-Jelita kamu dimana? ayo kita pulang Daddy sama Bunda mencarimu ayo keluarlah!'' Dara kecil terus berteriak mencari Jelita Namun yang di cari tak menampakkan batang hidung.

__ADS_1


Byur...! terdengar suara orang yang jatuh ke kolam membuat Dara terkejut dan segera berlari menuju sumber suara. ''Jelita-Jelita kau kah itu!?'' teriak Dara.


''To_long a_ku hup terlihat anak laki-laki yang timbul tenggelam di dalam air membuat Dara melompat masuk kedalam air tanpa berfikir panjang. Dan Ia pun segera menolongnya namun tiba-tiba saja tubuh dan perutnya terasa keram Ia pun berusaha meraih tubuh yang hampir kedasar itu.


Ia terus menarik tubuh itu hingga ketepi. ''Kau-kau itu gila ya mau bunuh diri jangan di depan mataku dong, biar mataku tak melihat mu menggelepar-gelepar!'' pekik Dara kecil pada Kenan kecil.


''Siapa yang bunuh diri? aku hanya ingin mengahiri hidupku'' jawabnya asal.


''Kau lucu masih kecil ingin bunuh diri kau lihatlah kedepan masih banyak yang bisa kau lakukan contohnya, bisa menjadi orang sukses bisa melakukan apa yang belum, dan ingin kau lakukan. Contohlah Daddyku dia itu sangat sukses, dan berjanjilah padaku kaupun harus sukses dan punya uang maka kau bisa melalukan apa saja dan orang-orang akan menghargaimu''


"Aku pergi dulu Bunda pasti sedang mencariku,'' gadis kecil itu pun berlalu meninggalkannya.


Beberapa tahun kemudian.


"Hah..hah.."


suara deru nafasnya begitu memburu, setelah memukul samsak yang selalu di pakainya untuk latihan.


'Kau harus menerima semua pembalasanku' Geram lelaki bertubuh tinggi tegap yang tak lain Adalah Exel, Richard Alvano!!!


Tatapan mata yang tajam dengan peluh yang membasahi seluruh tubuh membuat ketampanannya semakin terpancar.


Exel meraih gawainya lalu ia pun menghubungi seseorang.


"Lakukan tugasmu segera, kirim semua anak buahmu ke negara itu,!" perintahnya pada seseorang di seberang telepon.


"Baik Tuan saya akan segera melaksanakan perintah Anda."


"Rafa Randra Irawan, tunggu pembalasanku!"


__ADS_1


__ADS_2