Istri Ke Dua Tuan Arogant

Istri Ke Dua Tuan Arogant
Menahan gejolak


__ADS_3

Tak lama kemudian Anggunpun datang untuk membawa makanan untuk Laras, dengan segelas jus alpukat yang tadi sempat ia pesan.


"Ehem, Ini Tuan, dan Nyonya semuanya sudah siap" celetuk Anggun dengan nada yang sedikit kaku karena melihat kemesraan Rafa dan Laras terpampang jelas di depan mata nya. Rafa pun salah tingkah dengan kedatangan Anggun yang begitu mengejut kannya.


"Sas_sayang_maksudku simpan saja di situ nanti aku akan mengambilnya, dan silahkan kamu beristirahat!" ucap Rafa tergagap menatap nanar ke arah istri keduanya itu. Anggun pun hanya mengangguk mengerti dan bermaksud untuk pergi namun baru saja dia memutar badan.


"Tunggu...!" seru Laras membuatnya untuk berhenti dan memutar balik tubuhnya.


"Aku mau kau tetap disini menemani Kenan karena aku masih merindukan putraku ini!" ketus Laras memberikan kalimat perintah. "Tapi sayang_" kalimat Rafa tertahan saat Anggun memberikan kode lewat kedipan matanya, seolah mengatakan aku tidak apa-apa Mas.


"Tidak apa-apa Tuan, dan Nyonya saya akan disini untuk menemani baby Ken," jawab Anggun segara.


"Baby Ken,?" Laras mengerutkan dahi.

__ADS_1


"Apa kau yang memberi panggilan itu untuk anak ku ini? kamu tahu aku tak suka orang lain memberi nama panggilan untuk anakku faham!" ketus Laras menatap tajam ke arah Anggun, sedang Anggun yang di tatap hanya bisa menunduk tak ingin bembalas kalimat kasar wanita di depannya itu.


"Aku, aku yang memberikan nama panggilan itu sayang, dan aku yang menyuruh semua orang untuk memanggil anak kita seperti itu." Rafa segera menjawab perkataan Laras, karena ia tak ingin Anggun terus di pojokkan, karena Anggun juga tidak bersalah, dialah yang bersalah dia yang telah membawa Anggun masuk kedalam kehidupan nya bahkan juga ke dalam hatinya.


Anggun pun berjalan mendekati Rafa dan meraih tubuh putranya lalu beranjak pergi menuju sofa yang tak jauh dari situ.


Sedang Rafa pun mulai menyuapi Laras yang notabenenya sangat manja itu, dia terus bersikap manja dan sangat berlebihan,membuat Anggun merasa risih untuk berlama-lama di depan suaminya dan Laras. "Anggun apa kau sudah menikah? dan punya anak?" ucap Laras bertanya, membuat mimik wajah Anggun berubah terkejut dengan perasaan yang tak menentu.


"Aku tau pasti suamimu kabur kan dengan wanita lain" celetuk Laras.


Deg.


"Makanya kamu harus cari suami seperti suamiku dong, dia tidak bakalan selingkuh dan meninggalkan aku buktinya aku koma selama setahun saja dia masih setia berada di sisiku" imbuhnya lagi panjang lebar tanpa titi koma.

__ADS_1


"Iyakan sayang" Laras berbalik menatap suaminya.


Deg.


"I-iya sayang..." jawab Rafa kaku, sambil menyunggingkan senyuman.


"Sayang hari ini dan seterusnya tidurlah bersamaku aku ingin melakukan itu dengan mu!" rengek manjanya lalu mengelus dada bidang milik Rafa.


"Iya sayang..." jawab Rafa spontan agar Laras tak bertanya aneh-aneh lagi pada Anggun, sedang ucapan Laras tadi, membuat darah Anggun berdesir menahan gejolak hati nya, karena biar bagaimanapun ia tidak bisa membayangkan suaminya bercinta dengan wanita lain, walaupun dia tahu wanita itu adalah istri pertama dari suaminya.


"Maaf Tuan, Nyonya, sepertinya Tuan muda kecil sudah mengantuk, saya mohon izin untuk menidurkannya dulu." selanya dengan wajah yang tak terbaca, lalu Anggun pun bangkit lalu melengang pergi, sedang Rafa menatap kepergian istrinya itu dengan tatapan penuh rasa bersalah. Berbeda dengan Laras yang yang tersenyum menarik sudut bibirnya, dengan tatapan tak dapat di mengerti.


Kini Anggun berusaha menenangkan hati dan fikirannya dengan bersandar di dinding, memejamkan matanya sejenak lalu menarik nafas panjang, setelah merasa tenang Anggun pun melangkah masuk menuju kamar baby Ken.

__ADS_1


__ADS_2