Istri Ke Dua Tuan Arogant

Istri Ke Dua Tuan Arogant
INGIN MELEPAS RINDU


__ADS_3

Tok tok tok!


"Bi, Bibi!" teriak Anggun dari luar, Bi Mery pun segera membuka pintu.


Ceklek.


Dan begitu pintu terbuka lebar Anggun langsung menerobos masuk.


"Bi anakku man_"


"Apa kamu sengaja akan membuat anakku sakit karena pakaian basahmu itu!" sergah Rafa memotong pertanyaan Anggun, saat Ia melihat Anggun dengan pakaian yang sudah basah kuyup.


"Tunggu Nak" Bi Mery pun segera keluar dan kembali lagi membawa sesuatu.


"Ini Nak pakailah nanti Nak Anggun bisa masuk angin kalau tidak ganti baju, ini punya Bibik, kemarin Bibik beli untuk keponakan Bibi. Jadi ini masih baru Nak Anggun pakai saja nanti Bibi beli lagi kok, tapi maaf harganya murah." Terang Bi Mery sambil tersenyum. Anggun pun meraih baju yang di berikan oleh Bi Mery.


"Terima kasih Bi tidak apa-apa orang di nilai bukan dari pakaian mewah dan baju ke besarannya tapi orang akan di nilai dari ahklak baik dan budi pekertinya Bi" sela Anggun menjelaskan.


Setelah selesai Anggun mendekati putranya yang masih dalam gendongan Rafa dengan ke adaannya yang masih menangis.


"Maaf Tuan" dengan suara kakunya Anggun berucap sambil tangannya terangkat ingin menggapai putranya itu, Dengan perasaan yang tak menentu. Rafa pun memberikan putranya pada Anggun, dengan tatapan yang menelisik tajam ke arah Anggun, sedang Anggun yang tau tatapan suaminya itu hanya menunduk dan dan memalingkan wajahnya.


"Ayo sayang sini bunda akan memijatmu dulu. Kamu pasti capek ya seharian main" ucap Anggun berbicara dengan putranya itu,


"Nda Nda Nda!" pekik Kenan begitu melihat siapa yang datang. "Iya sayang ini Bunda Kenan apa kabar sayang? Bunda kangen."

__ADS_1


Kemudian Anggun mencium dengan gemas pipi gembul anaknya itu, tanpa mempeduikan Rafa yang terus menatapnya dengan intens, yang terpenting baginya sekarang ingin melepas rindu sama sang buah hatinya itu.


Bik Mery pun pamit segera pergi menyelesai kan tugasnya, dan kini yang tinggal hanya Anggun dan Rafa yang hanya bisa saling berdiam diri padahal jantung mareka masing-masing berdetak begitu cepat namun karena gengsi masing-masing merekapun Berlagak acuh.


Anggun pun segera meraih minyak telon dan membalurinya di tubuh putranya itu, kemudian Ia pun memijat dengan lembut kaki dan seluruh tubuh putranya lembut, dan benar saja kini Kenan, pun tertidur dengan sangat nyenyak. Anggun membaringkan tubuh kenan kedalam box bayinya.


Setelah itu Ia pun ingin beranjak pergi. "Tidurlah di sini' tak ada yang menemani Kenan karena Laras sedang keluar" ucap Rafa lalu hendak melang kah keluar, namun tiba-tiba saja kakinya terpleset.


Bugh, Bugh


Tubuhnya menabrak tubuh Anggun namun dengan sigap Ia membalikkan badannya agar Anggun tak membentur lantai, alhasih tubuhnya lah yang jatuh membentur lantai dengan posisi Anggun di atas tubuhnya, sedang bibir mereka bertemu dan tanpa sadar Rafa melakukan lu..mat tan kecil dan itu pun di balas oleh Anggun dengan mata yang masih terpejam Rafa terus melakukan aksinya hingga lum..atan itu berubah menjadi sesuatu yang ber gej..olak, apa lagi dengan posisi Anggun yang berada di atas tubuhnya membuatnya semakin menegang karena gerakan tubuh Anggun akan bergesekan dengan sang junior membuat sang junior ingin melompat keluar mencari sarang nya, dan tanpa sadar Rafa membawa tubuh Anggun keatas katil dan kini Anggun berada dalam kungkungannya, Rafa terus melakukan aksinya. memberi lum..atan dan masuk di dalam cerk leher Angggun.


Kini kedua tangannya pun tak tinggal diam menelisik masuk di balik Pakaian Anggun.


"Auhk...ahk...Mas...suara Anggun yang berusaha di tahannya kini lolos keluar disaat Rafa Memilin dan menyecap ke dua buah yang jadi paforitnya membuat Anggun meracau tak karuan hingga membuat bersemangat apa lagi semenjak Anggun ia asingkan ia tak pernah lagi melakukan dengan Laras pun tidak, ntah mengapa tubuh Anggun selalu membuatnya candu.


Anggun memejamkan matanya dengan nafas yang masih tak beraturan sedang Rafa terus menatap dengan intens wajah yang begitu tirus di depannya ada desiran kepedihan menyelinap di lubuk hatinya yang terdalam saat memperhatikan seluruh tubuh istrinya itu tubuhnya begitu ringkih.


"kenapa dia begitu kurus sekarang? bukan kah aku sudah menyuruh Bi Mery memberikan makanan yang bergizi tapi kenapa dia sangat kurus apa dia tidak makan dengan baik?"


Rafa terus bergumam di dalam hatinya membuat tumbuh rasa iba dan bersalahnya namun egonya terlalu besar saat mengingat kembali kejadian yang membuatnya mengurung Anggun, Ia segera bangkit saat menyadari semuanya apa lagi saat menyadari pergumulan panas mereka beberapa saat yang lalu.


"Sial..!" umpatnya.


"Kenapa aku melakukannya dan bukankah aku aaarg" Ia menjambak rambutnya dan mengusap dengan kasar wajahnya, sedang Anggun yang baru saja masuk ke dalam dunia mimpinya terperanjat dengan geraman Rafa, Ia bangkit meraih pakaiannya

__ADS_1


yang berserakan, lalu memakainya kembali, tanpa sepatah katapun Anggun melenggang keluar, namun baru saja tangannya meraih kenop pintu tangan Rafa menarik dan mencengkram pergelangan tangannya, dan menyandarkannya di dinding.


"Kamu mau kemana apa setelah semuanya kamu akan kabur hah!" ucap Rafa dengan suara yang di tekan.


"Maksud Anda apa tut_Tuan?" gugupnya.


"Apa maksudku?" Rafa mengulang pertanyaan Anggun.


"Iya Tuan, aku tidak tau maksud Anda itu apa?" Anggun kembali berucap sambil membuang muka saat melihat kilat kemarahan di mata Rafa, Ia tak berani menatap wajah suaminya itu.


"Tatap aku bodoh!" hardiknya mencengkram wajah Anggun.


"Tuan sakit.." ringisnya,


"Apa sakit dengarkan aku! aku jauh lebih sakit dari pada dirimu, kau tau, kau itu seperti ****** menjajakan tubuh sedang hatimu untuk orang lain"


Deg.


Plak,


Satu tamparan melayang di wajah Rafa,


"Apa maksudmu Tuan!" pekik Anggun tak terima dengan apa yang di kata kan Rafa padanya.


Rafa yang emosi ******* dengan kasar bibir Anggun membuat Anggun hampir kehabisan nafas kalau saja dia tak segera mendorong tubuh Rafa, seketika mata Rafa menatap nyalang.

__ADS_1


"Kau sudah berani berselingkuh dari ku. Kau juga sudah berani menamparku dan berani menolakku, akan kubuat kau menyesalinya!"


geram Rafa lalu menyeret pergelangan tangan Anggun membawanya keluar dari kamar baby Ken, karena Rafa tak ingin baby Ken terbangun dengan pertengkarannya, dan di sinilah Anggun di kamar pribadi milik Rafa, Rafa menghempaskan dengan kasar tubuh Anggun di atas tempat tidur, lalu Ia pun meraih gawainya menelpon seseorang,setelah itu Ia pun berbalik, melanjutkan aksinya Ia pun merangsek naik mendekati Anggun yang masih bergetar karena ketakutan.


__ADS_2