Istri Ke Dua Tuan Arogant

Istri Ke Dua Tuan Arogant
KAMU HARUS BER ISTIRAHA


__ADS_3

Dinda menunduk kan wajahnya saat Angga begitu dekat hanya dengan memakai balutan handuk di pinggangnya.


"Dokter bilang kamu harus istirahat, dengan cukup biar tenagamu pulih lagi. Apa kamu ingi makan sesuatu?" Angga bertanya saat ia kembali merebahkan tubuh istrinya di pembaringan, Dinda hanya bisa menggeleng menatap nanar ke arah suaminya.


"Aku hanya ingin mandi." Dinda berusaha bangkit walau ia merasa seluruh otot persendiannya seperti akan lepas dari tempat nya.


"Tunggulah di sini! aku akan mengisi air dulu untukmu?" celetuknya lalu melenggang pergi meninggal kan Dinda yang terus menatap punggungnya hingga ia menghilang di balik pintu kamar mandi.


Tak lama Angga pun keluar lalu ia berjongkok membersihkan pecahan gelas yang tadi sempat jatuh berserakan, setelah semuanya selesai ia pun meraih gawainya menelpon seseorang, tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar.


"Masuk!" teriaknya tegas.


Lalu seorang wanita berpakaian putih seperti perawat menyembul kan badannya di balik pintu, melangkah mendekat kearah Dinda dan Angga,


"Lepas kan cairan infusnya istri ku ingin mandi!" perintah Angga datar lalu ia pun berlalu menuju walk in closet.

__ADS_1


Tak lama ia pun keluar dengan balutan celana pendek dan kaos oblong, yang menambah kesan ketampanannya.


"Keluarlah, nanti aku akan memanggil mu lagi" perintahnya pada sang perawat, sang perawat pun menunduk hormat lalu melenggang keluar meninggal kan Angga dan Dinda.


"Apa kamu akan terus diam saja disana?" Angga berucap sambil mendekatkan dirinya ke tempat tidur.


"A_aku akan bangun" sahut Dinda tergagap ingin bangkit,


"Diamlah…!" Seru Angga kembali.


Angga mengangkat tubuh Dinda ala bridal style masuk ke dalam bathroom lalu men duduk kannya di atas klosed. Sedangkan Dinda yang hanya bisa menunduk kan kepalanya karena masih ada rasa canggung dengan apa yang di lakukan suaminya yang secara tiba-tiba.


"Tunggu sebentar." ucap Angga lalu ia mencampur sedikit air hangat di dalam bathub dan menuang kan sedikit aroma terapi. Angga berbalik berjalan ke arah Dinda,


"Ayo aku akan membantumu untuk membuka pakaianmu" perkataan Angga membuat Dinda membuka matanya lebar-lebar.

__ADS_1


"Tut_tuan aku-aku bisa sendiri silakan Anda keluar!" usir Dinda, meski Dinda berucap dengan terbata-bata sambil menunduk menahan malu sedang wajah nya sudah bersemu merah.


"Aku bilang aku akan membantumu jadi jangan membantahku!" sela Angga lagi menekankan setiap kata-katanya, membuat Dinda tak bisa berkutik, Angga pun membuka satu persatu pakaian yang melekat di tubuh Dinda, hingga menyisakan dalaman milik Dinda saja. Dinda sontak berusaha menutup aset berharganya yang kini terpampang dengan jelas


"Tut_tuan ak_aku bisa sendiri"


"Sssttt… kamu bisa diam gak sih?!" potong Angga, dan untuk apa kamu menutupnya bukankah aku sudah melihat semuanya, ucapnya datar, lalu membopong tubuh Dinda, membuat Dinda tersentak dan reflek mengalungkan kedua tangannya di leher Angga.


Dan seketika darah Angga berdesir Saat mata nya menatap lekat buah dada milik Dinda.


Glek.


Dengan susah payah ia menelan salivanya.


Angga dengan cepat memasukan tubuh Dinda ke dalam bathtub karena ia tak ingin terus mengingat kejadian yang membuatnya menggila.

__ADS_1


"Aku akan keluar, panggil aku jika kau sudah selesai." ucap Angga lalu melangkah keluar meninggalkan Dinda karena ia tidak ingin terpancing hanya gara-gara menatap tubuh Dinda.


__ADS_2