
Setelah mendengar penuturan Mamanya Chelsy pun berinisiatif untuk ikut karena ia merasa benar-benar hkawatir dengan ke adaan putranya itu, kini senja telah berganti ke pekatnya malam, seperti kepekatan yang selalu dialaminya saat ini .
Sesampainya di rumah sakit Chelsy langsung menuju ruangan di mana putra kecilnya itu di rawat dan saat membuka pintu.
Ceklek.
la pun langsung menghambur meluk tubuh sang anak yang terlihat lemah dan tak berdaya itu.
"Sayang ini Ibu… Devan harus kuat ya sayang…'' ucapnya terharu karena tak tega melihat putranya yang terbaing lemah tak berdaya di usianya yang terbilang masih sangat balita itu.
Seandainya ia boleh memilih ia akan memilih dirinya saja mengantikan posisi Devan yang sakit saat ini karena ia tidak akan mampu melihat kesakitan puteranya itu.
''Sayang Ibu akan selalu berjuang untukmu, jadi kamu harus segera sembuh ya sayang…" ucapnya menahan pilu, di kecup seluruh tubuh sang anak sambil mulai menangis terisak, ada kalanya ia jenuh menghadapi realita kehidupan yang membawanya terus terombang-ambing dalam keterpurukan.
ingin mengeluh tentang deritanya namun apa kan daya, ia sudah tak mampu untuk bercerita, hanya ke pada sang Empunya kuasa alam jagat raya ia selalu berdoa semoga esok tiba ia bisa tersenyum bahagia bersama sang putra tercintanya, namun kini harapan itu hilang di saat melihat sang putra terbaring tak berdaya.
*
*
*
Sementara itu di tempat yang lain.
"Ini tidak mungkin?' ada hubungan apa dia dengan Bu Rini,? apakah dia… tidak…ini tidak mungkin, mungkin aku salah lihat orang mungkin dia bukan Bu Rini karena penampilan mereka sangat sederhana sedang Bu Rini itu orang yang berada?" Leo terus menatap foto yang baru saja di kirin Eric ke apalikasi yang berwarna hijau miliknya.
"Aku harus menghubungi Eric." gumamnya lalu menelpon Eric telpon pun tersambung "Iya Tuan Leo ada apa?"
"Eric aku minta alamat rumah sakit dan terus pantau wanita itu!"
"Baik Tuan," ucap Eric di seberang.
__ADS_1
"Tuan ada satu lagi menurut penyelidikan saya wanita itu pernah bekerja di Club malam jalan xxxx dan dia di sana memakai nama Mawar." jelas Eric panjang lebar.
"Baiklah Eric, terima kasih atas infonya"
"Sama-sama Tuan ucap Eric lalu panggilan pun berakhir.
"Ternyata kamu tak selugu dan sepolos yang terlihat, dan siapa Lelaki yang menelpon nya apa dia pelanggannya? untung saja aku sempat menyadap telponnya" aku harus menyelesaikan masalah ini aku tidak mau jika dia sampai mencelakakan keluarga Tuan muda" fikirnya.
Ting.
Satu notivikasi pesan masuk di gawainya, ia pun segera membukanya.
"Alamat rumah sakit" gumamnya.
Leo pun segera menyetir mobilnya membelah keramain jalanan Ibu kota, ia ingin segera ke rumah sakit, ia ingin melihat apakah yang di lihat itu benar atau salah.
Ia tak ingin masalah ini terus berlarut-larut ia tak ingin ke colongan karena ke curigaannya Leo mengatakan kalau Lina banyak menyimpan rahasia, Leo tak ingin ada korban termasuk keluarga Tuan nya itu.
Setelah sampai di rumah sakit Leo tak langsung turun ia berdiam di dalam mobil memantau ke adaan.
Namun tiba-tiba matanya membulat saat melihat seluit wanita paruh baya seperti yang ia kenal Bu Rini apa aku tidak salah lihat?" sambil mengucek matanya memastikan yang ia lihat benar adanya.
"Ada Apa Bu Rini di sini? aku harus mengikutinya" ia pun mengikuti Bu Rini sampai pada suatu jalan ia pun heran,
"Kenapa Bu Rini? kesini bukan kah ini? atau jangan-jangan dia? apa benar foto yang di kirim Eric arti kedekatan Bu Rini dan Lina ya ampun jangan sampai kalau Lina adalah Chelsy angelina Oh Tuhan kenapa semua seperti ke betulan?"
Leo terus di buat terkejut dengan kejadian seharian ini yang terjadi di luar ekspektasi nya.
"Sebaiknya aku segera turun dan menemui Ibu"
Leo lalu turun menyusuri gang-gang sempit yang mengapit jalan yang ia lewati. Berbagai macam bertanyaan terus melintas di otaknya namun ia sediri belum mampu menjawabnya.
__ADS_1
Sesampainya di depan rumah yang sangat sederhana itu, Ia pun segera mengetuk pintu.
Tok..tok...tok!
"Siapa...!" sahut Bu Rini dari dalam dan membuka pintu.
Ceklek.
"Maaf Anda siapa?" Leo yang semula membalakangi pintu membalikkan badan saat mendengar suara yang selama ini di rindukan itu menyapanya, dengan perasaan yang berdebar serta rasa rindu yang membuncah ia menghambur memeluk tubuh Bu Rini.
"Ibu…" hanya itu kata yang bisa terucap dari bibirnya. sedang Bu Rini masih mematung terpaku saat ada orang asing tiba-tiba memeluk tubuhnya.
"Maaf Nak kamu siapa?' apa mungkin kamu salah orang?" tanya Bu Rini pelan masih dalam dekapan Leo, Leo sedikit mengurai pelukannya namun tangannya masih menggenggam erat kedua lengan Bu Rini.
"Bu ini aku Anak Ibu Leo, aku Leo Adriano Bu…" terang Leo dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Sejenak Bu Rini tertegun dengan penjelasan Leo,
"Leo…" lirih Bu Rini.
"Benarkah kau ini Leo ku?" ucapnya sedang tangannya gemetar menangkup wajah Leo. "Bagaimana kabar mu nak?" tanya Bu Rini yang mulai berkaca-kaca.
"Seperti yang Ibu lihat aku baik-baik saja, dan ibu sendiri bagai mana?" panjang ceritanya Nak, semenjak kepergianmu, banyak yang berubah Nak…" terang Bu Rini mulai meneteskan air mata.
"Boleh Ibu cerita ke Leo?" pintanya.
"Ayo kita masuk ke dalam dulu!" Ajak Bu Rini. Leo pun masuk dan ia di suguhi dengan pemandangan yg sangat tak ingin ia lihat,rumah yang sangat sederhana dan kecil hanya ada satu kamar tidur,kamar mandi dapur dan ruang tamu yang jadi satu.
Bu Rini lalu menceritakan semua kisahnya, hingga ia berada di kontrakan sederhananya,dulu suami Bu Rini adalah pengusaha garmen yang sangat sukses, namun seseorang telah berhianat padanya hingga ia bangkrut, dan suaminya meninggal karena penyakit jantung yang menyerangnya secara tiba-tiba, saat mendengar perusahaannya pailit dan meninggalkan banyak hutang.
Suami Bu Rini bersahabat dengan ke dua orang tua Leo, sejak ke dua orang tua Leo meninggal karena kecelakaan, Leo tinggal di rumah Bu Rini.
karena karakter Leo yang cupu, selalu memakai kaca mata bulat ia selalu jadi bahan olok-olokan temannya, beruntung Chelsy selalu membelanya, karena Chelsy yang memang agak tomboy membuatnya selalu di lindungi oleh Chelsy namun ketika saudara Daddy nya yang dari luar negri datang menjemputnya, akhirnya mereka pun berpisah.
__ADS_1
Mulai sejak saat itu Leo memilih untuk menjadi kuat seperti Chelsy, agar tak ada lagi orang yang bisa menindasnya.
Sedang Rafa dan Leo bersahabat dari kecil namun ketika ke dua orang tuanya meninggal Leo berada di luar negri. Dan Leo kembali bertemu Rafa saat ia bersama-sama kuliah, di Stan ford Universiti.