
"Mas, kau'_apa-apaan ini?" cicit Anggun melihat suaminya yang terbaring di atas sofa,sedang di sampingnya seorang wanita cantik bertubuh **** sedang mengancingkan baju Rafa.
"Maaf Tuan wanita ini memaksa masuk."
Lapor wanita yang tadi menghadang langkah Anggun.
"Sas_sayang, kenapa kamu ada di sini?" ucap Rafa tergagap melihat istrinya memberikan tatapan tajam kearahnya.
"Dan kau siapa nama mu?" tunjuk Rafa pada wanita yang berda di samping Anggun,
"Citra Tuan maksud saya nama saya Citra Tuan" jawabnya kaku karena mendapat tatapan tajam dari Rafa.
"Dengar hari ini juga kau aku pecat' dari jabatan jadi sekertaris ku' karena kau sudah menyusahkan istri ku' jika kau masih ingin bekerja maka bekerjalah sebagai tukang bersih-bersih!" tegas Rafa pada sekertaris barunya yang memang ia rekrut untuk mengantikan sementara Leo yang lagi sakit.
"Sial, kenapa aku tidak tau kalau wanita yang aku hina ini ada lah istrinya Tuan Rafa"
__ADS_1
gumamnya mengumpat dalam hati,
lalu pamit undur diri.
Kini tinggal Rafa dan Anggun serta wanita **** yang masih duduk di samping Rafa sedang Anggun masih berdiri pada tempat nya yang terus menahan dirinya untuk tidak marah, walau ia sendiri sedang mencengram dengan kuat tempat yang berisi makanan.
"Mel, kau boleh keluar sekarang!" seru Rafa mendelikkan matanya pada wanita yang ada di sampingnya itu.
"Baiklah aku akan pergi tapi kau jangan lupa yang aku katakan tadi ya!" ucapnya tersenyum mengedip kan mata dan menyelip kan sebuah kertas pada saku kemeja Rafa.
"Sial dia pasti sengaja agar Anggun marah,awas kau Melly' aku pasti akan membalasmu.
Geram Rafa, kini ia bangkit dan melangkah mendekati Anggun.
"H-hai sayang kenapa kau ada di sini dan apa kau membawa ini untukku?" ucap Rafa dengan perasaan tak menentu, sambil meraih kotak makanan dari tangan Anggun, karena jujur saja sebenarnya dia takut Anggun akan salah paham dengan apa yang dia lihat dengan mata kepalanya sendiri.
__ADS_1
"Hai, sayang kenapa kau diam saja di situ?' sini ayo duduk di samping ku?" panggilnya sambil menepuk sofa yang ada di samping nya. Namun Anggun tetap bergeming dari tempatnya.
"Aku mau pulang!" ucapnya setelah sekian lama terdiam, Rafa hanya bisa melongo mendengar jawaban dari Anggun.
"Aku takut akan jadi pengganggu," imbuh Anggun lagi, Rafa yang mendengar kata yang diucap Anggun membuat Rafa hanya bisa mengernyit kan alisanya.
Rafa bangkit dari tempat duduknya lalu melangkah mendekati Anggun,
"Hai sayang kamu itu bicara apa?' aku tak pernah mersa kalau, kau itu akan jadi pengagu' jadi berhenti berfikir seperti itu."
Ucap Rafa sambil menangkup wajah Anggun dengan ke dua tangannya.
"Dengarkan aku' apa yang kau lihat belum tentu semuanya benar" jelasnya sedang ke dua mata Anggun sudah mulai berkaca-kaca ia berusaha untuk menahan segala rasa sesak di dadanya saat mengingat kembali apa yang di lakukan Rafa dan wanita asing di depan matanya.
"Apa maksudmu Mas? apa kau akan menyuruh untuk menutup mata atau menerima dengan ihklas, apa yang telah kamu lakukan di depanku hari ini Mas…?," teriak Anggun histreris mengingat apa yang Rafa lakukan tadi, membuat tangisnya kini Pecah.
__ADS_1