Istri Ke Dua Tuan Arogant

Istri Ke Dua Tuan Arogant
KAMU HARUS MENIKAH.


__ADS_3

Anggun masih menatap begitu lekat wajah Leo dan itu membuat Rafa meradang, karena ia tidak suka jika istrinya menatap ketampanan pria lain selain dirinya.


"Sayang kenapa kau menatap nya seperti itu? kau hanya boleh ku izin kan menatapku bukan wajah kaku nya dia…!" tegur Rafa lalu menatap kesal ke arah Leo.


"Sayang bukankah kamu sudah bilang ingin memberi ku kesempatan kalau kamu dan Leo tidak ada hubungan apa-apa?" balas Anggun lagi mengelus dengan lembut rahang milik Rafa.


"Tapi sayang tidak harus dengan menatapnya juga kan,? Ya…oke baiklah." Jawab Rafa pasrah pada akhirnya, saat mendapat tatapan mematikan dari istrinya itu, lalu ia pun hanya bisa tersenyum kecut, sedang Leo masih dengan perasaan was-wasnya ntah kenapa ia merasa sesuatu yang besar akan segera menimpa pada dirinya saat istri Tuannya itu terus menatapnya dengan tatapan menelisiknya.


Anggun kembali terus mengarah kan pandangannya untuk menatap Leo, sedang yang di tatap ketar-ketir menahan perasaan nya, namun apa boleh buat ia hanya bisa berusaha mencoba agar terus bersikap tenang dan jangan lupa dengan wajah datarnya itu.


"Leo… jawab aku jujur, apa kau mencintai Mas Rafa?"


"Pertanyaan macam apa ini sayang?" sela Rafa saat mendengar pertanyaan yang cukup menggelikan dari Anggun.


"Mas, aku tidak bertanya padamu! aku bertanya hanya pada Asistenmu ini Leo, jadi dia juga yang harus menjawabnya, dan berhentilah menyela di saat aku bicara apa kau mendengarku!" protesnya pada Rafa.


Glek.


"Kenapa semua jadi begini ternyata Nona Anggun jauh lebih menakutkan dari Tuan Rafa."


dengan susah payah Leo menarik nafas panjang wajahnya mulai memanas dan tubuh nya berkeringat menahan detak di dadanya ternyata menghadapi wanita jauh lebih sulit dan menakutkan ketimbang laki-laki fikirnya.


"Leo, kenapa kamu diam saja apa kau tak mendengar pertanyaanku?" kembali Anggun bertanya ke pada Leo kali ini dengan wajah nya yang kesal karena pertanyaan pertama nya sama sekali tak di gubris.


Glek.


"I_iya_iya Nona s_saya maksud saya, saya sama sekali tak ada hubungan perasaan apapun dengan Tuan muda hubungan saya dan Tuan hanya hubungan antara bos dan pegawainya juga hubungan pertemanan kami sejak kecil hanya itu saja Nona." Leo menjawab dengan jelas panjang lebar tanpa titik dan koma walau di awalnya dia sempat gugup akibat pertanyaan istri Tuan nya yang ia rasa konyol dan aneh itu.


"Teman tapi mesrakan…?" tungkas Anggun dengan senyum mengejeknya karena masih merasa sangat kesal.


"Tidak Nona…tidak Sayang…" jawab Rafa dan Leo bersamaan, kemudian Rafa memberi kode ke Leo lewat pandangannya kalau Leo tak usah menjawab biar dirinya saja yang menjawab. Leo pun mengangguk mengerti.

__ADS_1


"Sayang, dengarkan aku, mana mungkin Leo menyukai suamimu ini," Ucapnya dengan gemas mencium pipi Anggun.


"Mas, mana aku tau kamu lihat sendirikan kalau Leo tak punya pasangan wanita, atau_" menjeda kalimatnya menatap suaminya dan Leo bergiliran.


"Atau apa Sayang?"


"Bagaimana kalau kita menjodohkan Leo."


"What!"


kaget Leo dan Rafa bersamaan.


"Iya kita jodohkan saja. Kalau dia tidak mau maka aku akan cemburu karena kedekatan kalian." Jelas Anggun lagi sambil menekuk wajahnya.


"Tapi sayang wanita mana yang mau dengan lelaki Es seperti dia lagi pula dia tak punya pacar." Celetuk Rafa.


"Mmmm...aku akan menjodohkannya dengan_"


"Masuk…!" seru Rafa dari dalam saat mendengar seseorang mengetuk pintu dariluar yang membuat Anggun menjeda kalimatnya itu.


Ceklek.


"Lina, aku akan menjodohkanmu dengan Lina!" Cicit Anggun begitu melihat siapa yang berdiri di balik pintu. Dan itu Spontan saja membuat Lina terpaku mendengar perkataan Nyonyanya itu, ia mengerutkan keningnya.


"Menikah?"


"Iya aku akan menikahkanmu dengan Leo Jelas Anggun menimpali pertanyaan Lina.


"Tat_tapi Nona?" sahut Leo dan Lina bersamaan, ingin protes.


"Tidak ada tapi-tapi keputusanku sudah bulat tidak bisa di ganggu gugat, bagaimana Mas?" Anggun menatap lekat suaminya ia berharap agar segera mendapat persetujuan suaminya itu.

__ADS_1


"Sayang, biarkan mereka yang memilih jangan di paksa kasihankan mereka!" Anggun lalu berfikir mungkin kata-kata suaminya ada benarnya juga.


"Baiklah tapi kamu harus segera menikah terserah dengan siapa dan aku mau secepat nya" imbuhnya lagi menatap ke arah Leo. Sedang Leo hanya bisa mengangguk pasrah atas keputusan istri Tuannya itu, Anggun pun tersenyum puas.


"Oh… ya, Lina… ada apa kamu kesini pasti kamu butuh sesuatu?" tanya Anggun.


"Eh… iya saya sampai lupa ini Nona tujuan saya kesini mau minya izin kalau sekiranya Nona mengizinkan saya mau pulang dulu karena ada hal yang mendesak Nona…" jawab Lina dengan wajah yang muramnya.


Leo terus menatapnya secara diam-diam wajah Lina dan ntah mengapa Leo merasa ada seperti semburat kesedihan yang mendalam yang Lina rasakan sedang Lina sendiri berusaha terlihat tegar dengan menyimpan bebanyan.


"Leo!' panggil Anggun namun Leo tetap tetap bergeming, ia melihat kearah pandangan Leo ternyata masih terus menatap ke arah Lina, sedang Lina yang sadar kalau yang di tatap adalah dirinya hanya bisa menunduk malu sedang wajahnya yang kini bersemu merah.


Rafa pun punya ide ingin mengerjai sahabat nya itu, ia bangkit dari tempat duduknya lalu melangkah mendekati Leo, ia pun meletak kan bibir dekat dengan telinga Leo,


"Kalau kau memandanginya terus dia akan habiiiis…!" teriak Rafa di telinga Leo, hingga membuat Leo terkejut dan salah tingkah sedang yang lainnya sudah tertawa tebahak-bahak, melihat wajah Leo yang bersemu merah.


Leo hanya bisa melengos sungguh ia merasa benar-benar malu.


"Sial…!" umpat Leo dalam hati.


"Leo antarkan Lina pulang!" perintah Anggun. "Tapi Nona!" Lina ingin menolak namun Anggun mengangkat tangan dan menggeleng kan kepalanya, tanda kalau Lina tidak boleh menolak.


"Baiklah Nona jawab Lina sambil menunduk memberi hormat. Lalu mereka berdua pun pamit undur diri, tak ada percakapan terjadi di antara mereka semuanya hanya sibuk dengan fikiran masing-masing, setelah sampai di tempat yang tak jauh dari rumahnya Lina pun segera meminta Leo untuk segera menurunkannya, karena ia merasa rumahnya sudah tak jauh lagi.


"Tuan rumah saya di sini jadi turunkan saya di sini!' dan terimakasih Tuan sudah mau mengantarkan saya" Leo hanya menatap sekilas tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


Semenjak keluar dari rumah Rafa Leo memang tak berbicara sepatah katapun, sedang Lina hanya berbicara saat memberi tahukan alamatnya saja.


Mendapat tak ada kata sepatah katapun dari Leo yang keluar, Lina memilih segera berlalu meninggal kan Leo tanpa pamit, Leo hanya menatap tubuh ramping Lina yang kian menjauh dari pandangannya dengan tatapan tak dapat di mengerti.


"Dia bilang rumahnya di sini tapi kenapa dia berjalan jauh sekali dan kenapa dia naik motor? Apa dia membohongiku?" Leo ber tanya pada dirinya sendiri, Leo pun mengikuti motor yang dibawa Lina tanpasepengetahuan Lina Leo kini mengikutinya. sedang Lina memilih berhenti di tengah jalan karena ia tak mau ada orang yang tau siapa dia sebenarnya dan bagai mana kehidupannya yang sesungguhnya.

__ADS_1


"Oh jadi ini tempatnya aku penasaran siapa dirimu sebenarnya kamu sepertinya menyimpan banyak misteri." Gumam Leo.


__ADS_2