
Setelah Rafa memberikan ancaman, Leo kemudian menceritakan kejadian yang di alami Anggun selama di rumah sakit dengan detail namun yang tidak Ia ceritakan adalah tentang kehamilan Anggun yang selamat. Ini Ia lakukan karena ingin membalas Tuan sekaligus sahabatnya itu, agar tidak berbuat seenaknya lagi kepada Anggun.
"Dan di mana Anggun sekarang!" ucap Rafa dengan tatapan tajam, membuat Leo kembali bersusah payah menelan salivanya.
"Nona Anggun it-itu Tuan, seseorang telah membawanya pergi dari sini dan dia mengaku keluarga dari Nona Anggun" jelas Leo menerangkan dengan wajah yang di buat seolah-seolah sangat khawatir.
"Dan kau mengizinkan orang itu untuk membawa Anggun. Tanpa memberi tahuku lebih dulu! aku ini suaminya aku tidak akan pernah mengizinkan siapapun membawa istriku walau itu keluarganya!" sarkas Rafa membuat Leo ciut.
"Tapi Tuan saya pikir Anda tidak menginginkan Nona Anggun lagi, karena bukankah Nona Anggun selingkuh dari Anda dan siapa tau anak itu bukan anak An_"
Bugh...Bugh.
"Maksudmu anak itu bukan anakku?' geramnya memotong kalimat Leo dengan dua kali pukulan hingga membuat Leo tersungkur,namun Leo segera bangkit berdiri lalu mengusap darah segar yang ke luar dari sudut bibirnya sambil tersenyum samar.
"Jaga bicaramu! Anggun itu istriku dan dia tak akan pernah berbuat tidak senonoh seperti itu dengan orang lain!" lanjutnya lagi penuh emosi.
"Maafkan saya Tuan.'' Sela Leo menunduk memberi hormat dengan senyum tipis kembali tersungging di bibirnya tanpan sepengetahuan Rafa.
"Sekarang hubungi Eric dan anak buahnya lacak di mana keberdaan Anggun dan orang yang membawanya!" perintah Rafa.
"Maaf Tuan bukankah Eric beberapa hari yang lalu meminta izin untuk mengurus pernikahan nya.'' Terang Leo membuat Rafa sejenak terdiam dan berfikir.
"Baiklah biar aku yang melacaknya dan kau harus membantuku!." Rafa berucap sambil melirik Leo yang masih terdiam pada tempatnya.
"Baiklah Tuan!" balasnya mengaguk hormat. Baru saja Rafa ingin berbalik namun tiba-tiba gawainya bergetar, Rafa merogoh saku kemeja yang Ia pakai lalu melihat Nomor yang masuk.
"Nomor siapa ini?" lirihnya membuat Rafa merijek nomor tetsebut karena Nomor itu tidak Ia kenal sama sekali, dan kembali Rafa mengatur langkahnya. Namun kembali dering handpone menahan kakinya untuk melangkah namun tetap saja Rafa merijeknya. Dan untuk ke sekian kali Rafa berhenti.
"Angkat saja Tuan siapa tau saja itu penting!'' Ujar Leo menimpali dan membuat Rafa berfikir ada benarnya juga apa yang di katakan Leo, setelah sekian kali Ia merijek panggilan asing di gawainya Ia pun memilih untuk mengangkat panggilan tersebut.
__ADS_1
"Hal_"
"Dengarkan aku, kau tidak akan aku biarkan bertemu semudah itu dengan Anggun!"
"Siapa kau brengsek! kau bawa kemana isrti ku!?" kesal Rafa yang mendengar nada ancaman dari orang yang seenaknya saja menyela kalimatnya. Bukannya menjawab orang yang di seberang malah terkekeh mendengar kekesalan Rafa.
"Isrti? istri yang kau siksa dan kau kurung bahkan kau memperkosa istrimu sendiri hingga Ia mengalami pendarahan, apa kamu fikir setelah Anggun tau Dia kehilangan anaknya apa kau berfikir dia masih bisa memaafkanmu? tak semudah itu. Aku yakin Anggun akan memilih menjauh darimu dan meninggalkanmu, jadi sekali lagi dengarkan aku jangan pernah berusaha mencarinya karena aku tidak akan membiarkan itu terjadi!"
Tut...tut...tut...!
panggilanpun terputus.
"Ha-halo...brengsek!...sial!" Rafa terus menggerutu memaki orang yang seenaknya telah mengancamnya itu.
Deg.
Namun seketika fikirannya berputar saat mengingat kata-kata orang tersebut. yang mengatakan kalau Anggun tidak akan mudah untuk memaafkannya.
#Flashback on#
"Aku berjanji tidak akan pernah meninggal kanmu selama kau sendiri tidak menyuruhku pergi, dan memintaku untuk meninggalkan mu.
#Flashback of#
Sejenak Rafa membisu dalam ke galauan hatinya Ia merasa benar-benar takut ke hilangan Anggun untuk selamanya, tak sanggup rasanya Ia harus kehilangan istri yang teramat di cintainya itu. Cemburu amarah dan ego yang terlalu tinggi telah menghancurkannya dan memporak-porandakan hatinya.
"Maaf Tuan apa kita akan mencari Nona Anggun atau kembali pulang?" Leo memberanikan untuk bertanya setelah melihat perubahan pada diri Rafa yang berdiri dengan tatapan kosong.
"Tut-Tuan...!" Leo kembali memanggil Rafa dengan sedikit mengguncang bahunya.
__ADS_1
"Eh-i-iya Leo ada apa?" jawab Rafa tergagap
"Apa Anda baik-baik saja Tuan?"
"Iya aku baik-baik saja!." jawab Rafa datar
"Lalu apa kita akan mencari Nona Anggun atau kembali pulang?" tanya Leo kembali.
"Kita pulang saja setelah itu kamu kembali ke kantor kamu hendle semuanya karena hari ini aku tidak masuk!" perintah Rafa sambil terus melangkah keluar meninggalkan rumah sakit.
Sesampainya di mobil Leo segera mengambil alih kemudi sedang Rafa duduk di belakang dengan tatapan kosong tak ada percakapan,hanya sesekali Rafa menarik nafas panjang saat merasakan sesak di dadanya, ketika rasa rindu dan penyesalan serta bersalahnya menjadi satu.
"Anggun kamu di mana sayang apa kamu benar-benar tidak mau memaafkanku sayang, aku dan Kenan akan sangat merindukanmu."
lirihnya pilu mengingat betapa kejam tindakannya pada Anggun hanya karena rasa cemburu yang begitu besar dan tak beralasan itu.
"Tuan kita sudah sampai!" Leo berucap saat tiba di depan Mansion. Namun Rafa masih diam di tempatnya.
"Tuan apa Anda baik-baik saja?" kembali Leo bertanya saat melihat Rafa tak bergerak
"Eh i-iya aku tidak apa-apa aku turun dulu." Rafa kembali tergagap saat menyadari dia sudah sampai. Leo hanya menatap iba melihat Tuan yang seperti tak bergairah untuk hidup.
"Maafkan saya Tuan saya melakukan ini demi kebaikan Tuan dan Nona Anggun" lirihnya.
Lalu Leo pun segera pergi untuk segera menuju kantor karena akan ada banyak pekerjaan yang sedang menantinya.
Sedang Rafa melangkah dengan gontai menuju gudang di mana Anggun selama ini tinggal, Ceklek, saat pintu sudah terbuka hati Rafa begitu terhenyak menyaksikan tempat yang selama ini di tempati Anggun.
Tempat yang lembab pengab dan berbau serta minim pencahayaan. Hanya ada selimut usang dan sebuah karpet plastik yang menjadi alas tidur dan selimut untuk Anggun.
__ADS_1
Rafa tak bisa berkata apa-apa saat membayangkan jika istrinya tinggal di tempat yang tak layak dan itu semua karena dia sendiri.
"Aku memang bukan suami yang baik untukmu Anggun lirihnya.