
Pak penghulu mendengus kesal menatap mereka satu-satu sambil menggeleng-geleng
kan kepalanya, tak habis pikir dengan kedua mempelai yang berebut seperti Anak kecil, di antara mereka tidak ada yang mau mengalah.Bahkan mereka saling melempar tatapan tajam. Membuat Cleo dan Dinda jengah.
"Stoop...! Tunggu, kami tidak jadi menikah dengan kalian!" ucap Dinda dan Cleo secara bersamaan. Dan seketika mereka berdua mendapat tatapan yang tajam dari pasangan mereka masing-masing.
Glek.
Cleo, dan Dinda menelan saliva nya dengan susah payah.
"Jika kalian terus bertengkar biarkan aku pulang saja, karena aku masih sibuk!" ucap pak penghulu yang sudah bosan melihat drama pertengkaran mereka.
"Tunggu...! Siapa yang duluan duduk tadi, maka dia yang dulu ijab kabul!" ucap mereka bersamaan.
"Dari tadi kek!" ketus pak penghulunya, Lalu Anthony pun mengucap kan ijab kabulnya dengan lancar tanpa hambatan.
Setelah itu di lanjutkan lagi oleh Angga yang juga mengucapkan ijab kabulnya dengan lancar.
"Bagaimana para saksi?"
"SAH...!!!" ucap para tamu yang hadir, kini mereka ber Empat sudah sah menjadi suami istri.
Anthony segera pulang memboyong istrinya, Sedangkan Angga sendiri masih tinggal di mansion milik Dinda, karena Dinda butuh sungkeman dulu kepada orang tuanya. Sedang Cleo hanya menatap Rafa dan Anggun dari jauh dengan perasaan yang sedih.
Rafa memalingkan wajahnya tak ingin melihat adik kesayangannya itu bersedih dan menangis, Anggun yang melihat suaminya pun merasa sedih karena di momen bahagia ini justru mereka bersedih tak bisa melepas kepergian adiknya dengan pelukan.
Anggun melangkah mendekati suaminya lalu mengelus pundak kekar suaminya yang sedikit berguncang.
__ADS_1
"Mas, kita sudah melakukan semuanya sesuai permintaan Cleo,"
"Menangislah, jika kamu ingin menangis" ucapnya penuh kelembutan.
"Kamu tau sayang...aku sudah berjanji pada Cleo, ketika kami masih kecil dulu, aku berjanji untuk memberikan pesta pernikahan yang lain dari pada yang lain ke padanya bukan pernikahan seperti ini." lalu Rafa memeluk isrtinya dan berharap rasa sedih nya berkurang, setelah memeluk Anggun.
Dan benar saja. Hanya dengan usapan lembut dari tangan Anggun sudah membuatnya agak lebih tenang.
''Ayo kita pulang sayang kasian baby Ken, di tinggal lama-lama" ajak Anggun.
"Baiklah sayang ayo kita pulang'' lalu merekapun beranjak pulang, hening tak ada yang bersuara di dalam mobil hanya saja Rafa menyender kan kepala di bahu istrinya dan Leo menatap fokus kedepan.
Setelah sampai di mansionnya Rafa pun tak banyak bicara dia langsung naik di kamarnya untuk segera membersih kan diri, sedangkan Anggun menyiapkan segala perlengkapan milik Rafa, lalu ia pun pergi ke kamar sang putra untuk berjumpa dengan baby Ken.
Anggun pun segera membersihkan tubuhnya sebelum menyentuh sang baby, setelah semua selesai ia pun mencari Lina seorang Babysitter yang baru di tugaskan untuk menjaga baby Ken, di saat ada hal-hal darurat seperti hari ini.
la tak ingin istrinya itu sampai ke capean, karena saat ia mengingin kan Anggun, tak mungkin juga melakukannya di depan sangat anak nya itu. Namun sepenuhnya Anggun hanya ingin anaknya di besarkan oleh dirinya tanpa bantuan Babysitter.
Setelah bertemu dengan baby Ken, Anggun yang rindu dengan putra nya itu pun mencium habis wajah gembul baby Ken,"Bunda kangen nak!" ucapnya dengan gemes, Anggun lalu menyusui putranya itu karena dari tadi ia merasa nyeri di bagian dadanya yang sudah menegang di karenakan asi yang melimpah.
Baby Ken pun tertidur pulas setelah merasa kekenyangan.
"Mbak Lina, tolong jaga kan baby Ken sebentar ya! karena aku mau melihat Mas,Rafa dulu!" kata Anggun sambil membaring kan baby Ken ke Box bayi nya.
"I-iya Nyonya" Jawab Mbak Lina, "Jangan pangil nyonya panggil nama saja!" ucapnya lagi menatap Mbak Lina sambil tersenyum.
"I_i_iya Nyo_maksud nya Mbak Anggun!" jawab Lina gugup karena tak biasanya dia harus memanggil majikannya itu dengan sebutan Mbak atau nama. Anggun pun keluar dan masuk di kamar pribadinya untuk mencari Rafa.
__ADS_1
Ceklek.
"Mas...,Mas...di mana?" Anggun melempar pandangannya ke seluruh ruangan namun dia tak mendapat kan suaminya yang di cari. Anggun memeriksa setiap sudut kamar, dan seluruh ruangan, bahkan ia juga tak lupa memeriksa ke balkon dan tak lupa memeriksa toilet juga namun yang di cari tetap tak ada. " .
Apa Mas..,Rafa ke ruang kerja nya ya?"aku akan mencari nya kesana." Fikir Anggun lalu segara melangkah ke luar.
Namun baru saja Anggun berjalan beberapa langkah ketika melewati kamar Laras, sayup-sayup ia mendengar suara yang seperti ia kenal, ia menoleh dan benar saja pintu di kamar Laras sedikit terbuka, ia berbalik dan melangkah menuju pintu kamar tersebut.
"Sayang kapan kamu akan sadar? kamu tau tidak! Cleo hari ini menikah dengan orang yang sangat mencintai Anggun. Aku sangat bahagia bisa menikah denganmu orang yang tak pernah mencintai dan di cintai lelaki lain,Aku takut.
Takut kehilangan, aku ingin percaya tapi hati ku berusaha menolak untuk itu, aku binggung apakah aku harus sepenuhnya percaya atau tidak dengannya, apa lagi di saat orang yang mencintai nya menikah dengan adikku sendiri dan bukan tidak mungkin kan, mereka akan selalu bertemu.
Deg.
Tes...air mata Anggun jatuh membasahi kedua pipinya, ia tak menyangka kalau Rafa kembali meragukannya tangannya mengepal menahan rasa yang mengiris hatinya saat ini. Ia pun berlari menuju kamar baby Ken dan memilih untuk tidur di sana dari pada ia masuk kekamar pribadi milik Rafa bisa-bisa ia akan berjumpa dengan Rafa di sana dan ia tak ingin, terlihat bersedih.
"Sayang...aku sangat mencintai Anggun, dan sangat takut ke hilangannya, aku juga tidak tau kenapa aku begitu mencintainya, tak perduli dengan masa lalunya, aku ingin dia harus berada di sisiku selamanya, maaf kan aku sayang! kalau aku mungkin ke lihatan begitu sangat egois, dan maaf sudah menghianatimu, dengan berbagi cinta ke lain hati, aku juga akan terus berbuat adil pada kalian, aku akan berusaha untuk percaya sepenuhnya pada Anggun.
Aku tidak ingin Anggun merasa kalau aku tidak percaya padanya, aku akan jujur padanya tentang persaanku sekarang ini, dan keraguan ku ini pada Anggun.
Aku harap kamu mendukungku sayang!"
Itu lah keluh kesah Rafa pada istri pertamanya Laras. Ia pun mengecup pucuk kepala Laras sebelum keluar untuk meninggalkannya.
"Semoga cepat sembuh sayang" ujarnya kembali.
Rafa pun beranjak keluar mencari Anggun, ia ingin jujur akan semua persaannya, yang sudah terpendam selama ini.
__ADS_1