
"Perasaan dari tadi kita mutar-mutar terus apa masih jauh Nak?" tanya Bu Ayu lagi karena merasakan Angga hanya berputar mengajak nya keliling.
"I-iya Ma, sebertar lagi juga sampai" jawab Angga menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Udahlah Ma, jangan mengganggu konsentrasi Nak Angga yang membawa mobil, apa Mama mau nanti kita kenapa-kenapa disini?" ketus sang suami menegur sang istri.
melihat kedua mertuanya yang berdebat karena dirinya, membuat Angga tambah binggung tak tau harus berbuat apa sedang tak ada balasan dari pesannya itu
"kenapa kau tak membalasnya Dinda apa yang terjadi sebenarnya sayang"
lirihnya dalam hati.
Ting...!
["Aku akan pulang jaga Mama dan papa ku" ]
Tulisnya. Angga pun tersenyum ternyata benar kata Rafa kedatangan kedua mertua nya, ternyata akan mampu membuat istrinya kembali.
Ting...!
satu pesan lagi masuk.
["Kamu jangan senang dulu istri mu ada di tangan ku dan saatnya aku membalas kalian sebelum kau menyelamat kan istri mu lebih baik kau menyelamat kan dirimu sendiri dan ke dua mertua mu itu lihatlah di belakang mu"].
Dan benar saja entah datang dari mana sebuah truk kontainer berukuran besar tiba-tiba saja melintas di depannya dengan ke cepatan tinggi, Angga yang terkejut reflek menghindarinya dengan membanting setir ke kanan dan menginjak Rem namun
"****!"
''Kenapa Nak Angga..?" tanya ke dua mertuanya, yang terkejut dan panik.
"Ma, Pa, berpegangan yang kuat mobil ini tiba-tiba saja Remnya blong kalian jangan panik!" seru Angga.
Namun tiba-tiba Brak bruk dari arah sisi kiri kanan sudah ada dua mobil berwarna hitam menubruk mobil milik Angga membuatnya hampir hilang kendali.
"Ma, Pa, apa kalian tidak apa-apa?"
__ADS_1
cicit Angga yang khawatir.
"Tidak apa-apa Nak, tapi siapa mereka?" tanya Tuan wijak sono.
"Mereka sebenarnya menculik Dinda Ma, Pa, tapi kalian jangan khawatir Dinda akan baik-baik saja selama aku masih hidup aku akan melindungi Dinda, sekarang bagaimana caranya kita harus keluar dari mobil ini dulu."
Angga terpaksa jujur ia tak ingin lagi ada kebohongan lagi, sedang keterangan Angga membuat ke dua mertuanya merasa benar-benar khawatir kepada Dinda bagaimana kalau putri mereka satu-satunya itu kenapa-kenapa, namun melihat kegigihan Angga dalam menghindari para musuh yang ingin menabrak, membuatnya kagum yakin dan percaya pada menantunya ini.
"Kamu yang harus keluar dari sini untuk menyelamatkan Dinda Nak!" seru kedua mertuanya secara bersamaan dan biar papa yang mengelabui mereka!"
"Tapi Pa!"
"Angga untuk kali ini Papa mohon dengarkan Papa dan anggap ini permintaan Papa yang pertama dan yang terakhir!" ucapnya tegas membuat Angga tercekat tak bisa berbuat apa-apa.
"Tidak pa, Angga tit_"
"Cepatlah keluaaar!"
teriak Tuan Wijaksono mendorong tubuh Angga keluar dan mengambil alih kemudi dan bersamaan dengan itu, Brak sriiiit Brugh mobil milik Angga terguling-guling sebelum terseret membentur bembatas jalan hingga membuat mobil itu ringsek tak berbentuk. "Mama..Papa...tidaak...!!!"
*
*
*
Di sebuah ruangan yang bernuansa putih arobat obat yang menyengat membangunkan Angga yang terbaring dengan sebuah jarum infus di tangannya lenguhannya terdengar begitu lemah karena merasa sakit di sekujur badannya.
"A_Aku dimana?"
"Kak Angga, Kak Angga sudah sadar?" cicit Anggun. "Kak Angga pingsan selama dua hari Kak, sekarang kakak ada di rumah sakit." Jawab Anggun membeei keterangan.
Deg.
"Di mana Papa dan Mama?" Teriaknya begitu mengingat kejadian yang menimpanya.
__ADS_1
"Kakak yang sabar beliau sudah tenang di alam sana dan Mas, Rafa sudah mengurus semuanya.
"Dinda dimana Dinda?!"
"Dinda, dia merasa terpukul sampai-sampai dia pingsan dan tak ingin berbicara dengan siapapun dia sempat pingsan, tapi kakak jangan khawatir dia baik-baik saja kok, tadi pagi ketika aku ke administrasi kata perawat dia sempat datang kesini dan menitipkan amplop ini"
terang Anggun panjang lebar, lalu menyodor kan sebuah amplop berwarna putih Angga pun meraihnya dan membaca isi di dalamnya dan itu membuatnya membualatkan mata.
"Tidak ini tidak mungkin aku harus berbicara dengannya kenapa dia memberiku surat gugatan cerai!" ucap Angga panik dan ingin membuka jarum infusnya.
"Kakak, apa-apaan! kakak kemarin hampir mati ke hilangan banyak darah! dan tubuh kakak masih lemah, kakak diam di sini Dinda ada dalam pengawasan Leo dan Alex juga Eric kak" tegas Anggun menahan tubuh Angga yang ingin bangkit dari bangkar.
Ceklek...
suara pintu terbuka dan
"Maaf mungkin aku datang di waktu yang tidak tepat aku mengganggu ke bersamaan kalian!"
ucap Dinda dengan nada sarkas niatnya ingin melihat Angga untuk yang terakhir kalinya tapi ia malah melihat pemandangan yang membuat hatinya kembali bergemuruh sakit, Anggun pun segera bangkit dan hendak berdiri mendekati Dinda.
"Din, dengarkan penjelasan kami dulu! ini tidak seperti yang kau fikirkan aku dan Kak'_" "Aku tidak butuh penjelasan apa pun dari kalian sekarang! di saat aku butuh penjelasan kalian tak ingin menjelaskan dan sampai kapan pun aku akan membencimu Anggun." Kesalnya, Dan menatap penuh kebencian pada Angga.
''Tuan Angga anggara putra, karena dirimu lah kedua orang tua ku meninggal, apa sekarang kau puas menghancurkan hidupku! dan satu lagi anak ini bukan darah daging mu dia ada lah anak lelaki lain jadi jangan pernah mencari ku dengan alasan anak!"
tegas Dinda dengan wajah yang berapi-api.
"Dinda! apa kau sadar dengan apa yang kau katakan dan aku tidak akan pernah percaya jika kau berani selingkuh dariku karena aku tau kau sangat mencintaiku sayang" balas Angga ingin mendekat dan memeluk sang istri. Sedang Anggun memilih diam dari pada harus memperkeruh suasana.
"Sudah cukup! dan berhenti jangan sentuh aku, karena aku membencimu!" teriak Dinda lalu berbalik keluar dan berlari menyusuri lorong rumah sakit.
"Dinda tunggu!" teriak Anggun mengejar Dinda dan Angga pun tak tinggal diam dengan sisa tenaga yang ia miliki ia terus mengejar Dinda karena ia tak ingin berpisah lagi dari istrinya.
Hingga tiba di pelataran halaman rumah sakit semuah mobil berwarna hitam berhenti tepat di depan Dinda dan dua orang laki-laki bertubuh tegap keluar dengan membawa anak balita.
"Ke, Kenan" cicit Anggun terkejut begitu melihat siapa yang membawa Kenan.
__ADS_1
"Kau lepaskan anak ku dan Dinda jika kau punya masalah hadapi aku saja!" Teriak Anggun.