Istri Ke Dua Tuan Arogant

Istri Ke Dua Tuan Arogant
DIA MANIS SEKALI.


__ADS_3

๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท


Hari-hari Anggun begitu serius mengurus Kenan, tak terasa dua bulan sudah berlalu, dia benar-benar sangat protektif jika menyangkut masalah dengan Kenan, dan seperti hari ini saja, saat Rafa pulang dari luar kota dan bermaksud untuk melihat sang buah hati namun ia lupa untuk mengganti pakaiannya karna sudah merindukan si buah hati yang sudah satu minggu di tinggal kan nya.


Ceklek...


Rafa melangkah masuk melihat ke seluruh ruangan menjari sosok yang slalu menemani Kenan namun yang di cari tak terlihat ia Berfikir mungkin Anggun di kamar mandi. Lalu matanya tertuju pada Box bayi di depannya di lihat nya sang bayi, namun Tiba-tiba kenan terbangun dan menangis.


Oweek..oweek....oweek...


Rafa pun segera mendekat ingin meraih tubuh mungil putranya Namun.


Ceklek...


"Stoop...jangan!"


Tiba-tiba Anggun berteriak di balik pintu kamar mandi, membuat Rafa terkejut dan memicingkan matanya,

__ADS_1


"Kenap__"


Tuan belum mandi!" Potong Anggun melangkah lalu meraih kenan untuk menyusui dan menenangkannya.


"Sekarang Tuan mandi karna Kenan sedang lapar...!" usirnya lembut membuat Rafa membuang nafas kasar, Ia kesal namun sadar juga klo Anggun melakukan semua ini demi putranya.


Rafa pun segera berbalik meninggalkan kamar putra nya. Anggun memang agak posesif karena dia sudah menganggap kenan seperti putranya sendiri. Kenan pun tertidur,dan Anggun kembali membaring kan tubuh mungil itu di Box bayinya.


Di tatap lekat wajah sang bayi yang sangat tenang dalam tidurnya,


Anggun pun segera melangkah keluar menuju kamar, Rafa untuk mempersiapkan pakaian untuk suaminya. Setelah meletak kan pakaian Rafa di atas tempat tidur Anggun pun segera menuju dapur untuk menyiapkan makanan.


Anggun sudah membulatkan tekat untuk mengabdi kepada suaminya dengan penuh rasa Ihklas, walau ia tau kenyataannya Rafa tidak akan pernah peduli dengan semua itu.


Setiap kali ia menyiapkan pakaian untuk Rafa, maka Rafa tak akan memakainya dan begitu juga dengan makanan, Rafa pasti akan menyuruh pelayan untuk memasakkan dirinya makanan, dia tak akan pernah mau menyentuh atau memakan masakan Anggun,baginya Anggun tak lebih dari seseorang yang membayar hutang kepadanya, dia tak pernah menganggap Anggun sebagai istri nya,


Oma Clara pun tak bisa berbuat banyak,karena dia tahu cucunya itu sangat keras kepala, oma Clara hanya bisa berdoa semoga suatu saat cucu nya itu sadar, dan Anggun bisa mendapatkan haknya, dan bisa bahagia.

__ADS_1


"Untuk apa semua ini?!" sergahnya pada Anggun dengan suara baritonnya begitu tiba di dapur, sedang Anggun yang tak mengetahui kedatangan tuan suaminya itu terlonjak kaget sambil mengelus dadanya.


"Maaf Tut_Tuan sas_saya han__" sudah berapa kali aku bilang tugas mu hanya mengurus Kenan! tak lebih dari itu!" ucapnya memotong perkataan Anggun.


"Kamu jangan mengharap terlalu jauh sampai kapanpun, kamu hanyalah seorang pelunas hutang!"


"Kamu jangan berharap kalau Aku akan peduli sama kamu, dengar kan aku wanita bodoh. setelah istri ku sembuh kau akan Aku buang karena bagiku kau hanyalah benalu dan kamu jangan pernah lupa sama surat perjanjian kita camkan itu!"


lanjutnya dengan kata yang penuh penekanan pada setiap kalimatnya, sedang tangan kanan nya mencekram erat pundak Anggun yang sebelah kiri sedang tangan kanannya menunjuk kepala Anggun dengan menekan telunjuk nya sedang rahang mengeras.


"Ii_iya Tuan jawab Anggun dengan anggukan halus dan berusaha menahannyeri di pundak,


serta sakit di hatinya...


"Minggir ,aku muak melihat mu, aku jadi tidak selera makan"


geramnya menepis tubuh Anngun ke samping hingga membuatnya hampir saja limbung kalo saja dia tidak berpegangan pada pinggiran meja.

__ADS_1


__ADS_2