
"Kau, apa begini sikapmu dengan calon suamimu?!" sarkas Leo yang merasakan panas di wajahnya akibat tamparan Chelsy.
"Calon Suami...?" Chelsy mengerutkan keningnya sambil tersenyum miring,
"Sejak kapan Anda jadi calon suami saya? dan perlu Anda ingat, saya tidak akan menikah dengan lelaki yang sudah punya perempuan lain!" Timpal Chelsy penuh kebencian.
"Dengar… aku akan menjadi suamimu malam ini juga dan ya! aku tidak suka penolakan dan perlu kamu ketahui aku tidak pernah memiliki wanita lain." Sarkas Leo lalu menarik Chelsy dan membawanya masuk ke dalam mobil.
"Lepaskan… kau mau membawaku kemana? aku tidak mau ikut denganmu brengsek...!" teriak Chelsy berusaha memberontak saat tubuhnya di tarik dengan paksa lalu hempas kan begitu kasar saat masuk ke dalam mobil.
"Aku kan sudah mengatakan padamu bahwa malam ini aku akan menjadi suamimu!" sentaknya lagi lalu Leo meng hubungi seseorang orang.
"Bagaimana apa semuanya sudah siap seperti apa yang sudah aku perintahkan? aku ingin semuanya berjalan dengan lancar malam ini, lakukan sesuai dengan apa yang aku perintahkan!" Seru Leo pada orang yang di seberang telepon.
"Anda tenang saja Tuan kami sudah menyiapkan semuanya dengan sempurna sesuai dengan apa yang Anda instruksikan" Sahut orang yang di telponnya.
"Baguslah kami akan segera tiba" Jelasnya lalu memutuskan sambungan telponnya.
"Tuan, Anda akan membawaku kemana? aku tidak mau menikah Dengan Anda titik!" Cicit Chelsy lagi sambil tangannya terus mengedor kaca mobil berusaha mencari jalan agar bisa terbebas dari Leo.
"Kamu bisa diam tidak… atau kita akan kecelakaan disini!" ketus Leo.
"Baguslah, kalau kita kecelakaan biar kita sama-sama cepat mati! itu berarti aku juga tidak jadi menikah denganmu Tuan Leo yang Arogant!" kesalnya sambil membuang muka menatap jalanan yang ada di sampingnya.
"Lalu, kalau kita mati siapa yang akan menjaga Devan?" Leo menatap ke arah Chelsy yang masih memilih menatap jalan yang berada si sampingnya ketimbang memilih menatap wajah tampan nya.
Deg.
"Tut_Tuan, dari mana Anda tau tentang Devan?" tanya Chelsy dengan perasaan aneh dan terkejutnya, lalu berbalik menatap ke arah Leo yang sedang fokus menyetir.
"Darimana dia tau tentang Devan? apa selama ini dia itu_apa dia itu seorang penguntit ya?"
Gumam Chelsy dalam hati sambil bergidik ngeri.
"Tuan apa Anda punya telinga?" tanya Chelsy kembali dengan wajah di Teluk karena tidak mendapat jawaban.
"Apa kau lihat aku ini tidak punya telinga." Ujar Leo menatap sinis.
"Kalau Anda punya telinga lalu kenapa Anda tidak menjawab pertanyaan dari saya? Kesalnya lagi.
__ADS_1
"Pertanyaan yang mana?"
"Darimana Anda mengetahui tentang Devan?"
"Kamu tak perlu tau dari mana aku tau karena itu kamu jangan macam-macam denganku" tegas Leo dengan senyum yang menyeringai memberikan ancamanya.
"Aku_aku_"
"Kau kenapa apa kau berubah fikiran dan memilih untuk mencintaiku?" goda Leo dengan mengedipkan matanya.
"Tit_tidak! untuk apa aku mencintai orang sepertimu yang tidak cukup dengan satu wanita," ucapnya lalu memberanikan dirinya untuk menatap tajam ke arah Leo.
"Wanita...!
Deg.
"Darimana kau tau aku bersama wanit_Oh jangan-jangan kamu ini seorang penguntit ya? apa kau juga selalu mengutit kemana pun aku pergi?"
"Aku bukan penguntit faham!" Kesal Chelsy seandainya dia bisa dia akn mencekik lelaki angkuh di sampingnya itu.
"Hanya saja tadi siang aku melihatmu dengan seorang wanita, jadi berhenti merayu Mamaku dan berhenti menyuruhnya agar aku bisa menerimamu!.'' lanjutnya lagi masih dengan nada yang kesal.
"Jadi apa Ibu sudah mengatakan sesuatu tetangku?" lanjut Leo lagi penasaran.
Flash back on.
"Chelsy apa kamu mengenal Leo?" tanya Bu Rini sambil menatap putrinya yang baru saja masuk setelah selesai menemui dokter yang menagani cucunya itu.
"Ma, Mama kenapa bertanya seperti itu?" tanya Chelsy balik mendelik curiga.
"Jangan bilang kalau Mama sudah bertemu Leo?" lanjutnya lagi menatap intens Mama nya.
"Iya Mama sudah bertemu dengannya semalam dan dia sudah menceritakan semua dan keinginannya untuk menikahimu." terang Bu Rini menjawab pertanyaan dari Chelsy
"Menikahlah Chelsy, setidaknya demi Devan ia perlu sosok seorang Ayah." lanjut Bu Rini lagi memberikan nasehat.
"Tap_tapi Ma, aku_aku belum siap." Jawabnya kaku, Chels apa kau tidak dengar dan lihat ketika Devan, menyebut Nama papah dan ia pun terus menyebutnya bahkan kau sendiri tidak berani untuk menjelaskan kepadanya ia kan?"
Deg.
__ADS_1
"Benar apa yang di takan Mama, Devan butuh figur seorang ayah tapi apa Leo benar-benar serius?" tanyanya penuh keraguan.
"Kamu jangan khawatir Leo yang akan bertanggung jawab, semua masalah pengobatan Devan Leo sudah melunasinya Ia juga mencari dokter yang terbaik buat devan." Terang bu Rini kembali.
"Benarkah Ma…?" heranya, lalu di anggu ki Bu Rini.
"Baiklah Ma aku setuju." Jawab Chelsy
Flash back of.
"Ayo turun!" titah Leo saat mereka sampai di sebuah hotel mewah.
"Ah I-iya..!" Chelsy pun hanya menurut tanpa membantah, dan betapa terkejutnya ia ketika sampai di dalam, semua orang sudah berkumpul dan ada seorang lagi yang seperti kalau di lihat ia dalah seorang penghulu.
''Apa benar kita akan menikah Tuan?"
"Iya menurutmu, kau fikir aku main-main. Dan ganti pakaianmu segera!" perintah Leo lalu Chelsy pun hanya bisa menuruti ke inginan
Leo Tanpa bisa membantahnya, setelah selesai Chelsy pun keluar dengan wajah mempesona.
Leo pun di buat kagum dengan wajah Chelsy dengan dandanan yang natural. Tak ada gaun pesta hanya gaun tertutup yang Chelsy pakai,namun itu tidak Mengurangi kencantikan Chelsy. Leo segera mengahampiri Chelsy lalu menggandengnya merekapun duduk di depan penghulu, lalu penghulupun menjabat tangan Leo, lalu mengucapkan ijab kabul hanya dengan satu tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi?" tanya penhulu
"Sah..!'' ucap para saksi seperti Anggun dan Rafa, Eric juga hadir bersama anak buahnya.
"Maaf kalau semuanya dadakan ucap Leo dan resepsinya nanti akan nyusul kalau anak kita sudah sembuh, sekarang kau boleh makan pasti kamu sudah lapar bisiknya lembut.
"Udah mesranya nanti saja klau sudah di kamar." sela Rafa menggoda dan benar saja wajah Chelsy bersemu merah menahan malu.
"Mas, kamu apa-apaan sih menggoda mereka lihat Chelsy begitu malu, ayo kita pulang biarkan mereka menikmati waktu mereka ber dua." Timpal Anggun yang di angguki suaminya.
"Selamat buat kalian berduaya'' ucaf Rafa dan Anggun bersamaan.
"Terima kasih Nona, Tuan."
Balas Leo dan Chelsy secara bersamaan juga.
Setelah semua orang sudah pergi kini ke adaannya, pun kembali canggung, Leo berdehem untuk mencairkan suasana.
__ADS_1
"Ehem…Ayo makanlah, apa aku harus menyuapimu?" goda Leo lagi.
"Tit_,tidaak! aku bisa makan sendiri" jawab Chelsy malu, lalu melenggang masuk meninggalkan Leo sendiri. Sedang Leo hanya tersenyum penuh arti melihat tingkah istrinya yang masih malu itu.