
Angga berlari meraih tubuh isrtinya hingga membuatnya, berguling di atas lantai.
"Kamu tidak apa-apakan sayang?" tanya Angga mengelus dengan lembut wajah istrinya yang terlihat pucat.
"Tidak Kak aku tidak apa-apa." Jawab Dinda yang masih gemetar, karena hampir saja peluru mengenai perutnya, kalau saja Angga tidak datang dengan cepat menolongnya.
"Bagaimana semuanya bawa dia segera!" titah Rafa pada Leo dan semua anak buahnya yang baru saja tiba. Romy yang terkena dua tembakan dari Leo membuatnya tidak berkutik karena peluru tepat mengenai kaki dan punggungnya.
"Cepat kalian cari Kenan!" perintah Rafa, saat menyadari Kenan belum bersamanya.
"Ha ha ha ha ha kalian tidak perlu susah-susah mencarinya karena itu semua sia- sia saja aku sudah menyuruh orang gila itu untuk membuangnya kesungai karena dia menganggap putra kalian itu boneka, yang harus di hanyutkan, karena aku sudah memberi sedikit obat tidur padanya, ha ha ha kalian harus merasakan ke hilangan seorang anak seperti yang ku rasakan!" seringainya,sambil menahan rasa sakit di tubuhnya.
"Brengsek kau Romy. Kau bukan manusia tapi kau_!"
"Kak, Angga bertahanlah Kak...!" kalimat Rafa terjeda saat mendengar jeritan Dinda, semuanya pun menoleh ke arah mereka.
"Kakak...!"
Jerit Anggun yang melihat Angga yang sedang sekarat.
"Kau terluka Kak! ini semua gara-gara aku. Kak, bertahanlah, demi aku demi anak kita.Hiks hiks hiks."
Dinda terus menangis melihat keadaan suaminya yang begitu mengenaskan Angga tertembak tepat di punggung bagian belakang yang hampir mengenai jantungnya.
"Jang_an_me_na_ngis' a_ku su_dah ber_jan_ji pa_da Mam_ma dan_pap_pah a_kan me_lin_dungi_mu walau_nyawa_ku_Taru_hanya."
Angga yang berbicara terus terbata karena merasakan sesak dan sakit akibat luka tembakan, Rafa pun segera mengangkat tubuh iparnya itu di bantu Leo dan Eric sedang Alex bertugas untuk menyetir.
"Sedang Romy sendiri di bawa memakai mobil Ambulans tentu dengan pengawalan ketat polisi.
"Mas Anak kita bagaimana?" Anggun bertanya karena merasa cemas dengan keadaan kenan yang belum di temukan.
"Leo, Eric kerahkan anak buah kalian untuk mencari putraku!" perintah Rafa.
"Baik Tuan!" jawab Leo dan Eric bersamaan.
"Itu orangnya Mas, itu anak kita anakku!" teriak Anggun mengejar orang yang membawa Kenan, namun karena terkejut orang itu reflek melepaskan gendongannya hingga baby Ken, terjatuh terbawa arus sungai yang deras.
"Tidak...! Anakku...!"
__ADS_1
Teriak Anggun histeris lalu Ia pun tak dapat menahan bobot tubuhnya, untung ada Rafa yang dengan sigap menangkap tubuh istrinya itu, sedang Leo dan Eric sibuk mencari baby Ken, yang terbawa arus sungai itu.
*
*
*
"Aku di mana? Kenan..! Kenan di mana Mas, di mana Kenan anakku? hiks hiks hiks."
Anggun terus menjerit histeris saat mengingat kembali putranya.
"Kenapa kamu diam saja Mas, jawab aku!" sentaknya lagi karena Rafa masih saja terus diam tanpa ingin jawabannya.
"Sayang aku ini Eyangmu jangan! bersikap seperti itu pada suamimu Nak, dia juga merasa tertekan dan kehilangan." Ucap seorang kakek tua yang menjawab pertanyaan Anggun.
Karena Rafa hanya bisa terdiam bergeming ia merasa benar-benar terpukul setelah berjam-jam pencarian, anak semata wayangnya di nyatakan hilang tak dapat di temukan.
"Eyang, sejak kapan Eyang di sini? aku hanya ingin anakku Eyang!" tangis Anggun pilu.
"Nak! yang pergi itu tidak mungkin kembali lagi, ihklaskanlah Nak, dan bersiaplah kalian untuk menyambut yang baru, hati Eyang mana yang tak bersedih jika cicit pertama yang tak pernah Eyang lihat harus hilang di telan arus, sekarang kalian persiapkanlah diri kalian untuk menjadi orang tua baru." Nasehat Eyang berusaha untuk terus menghibur Anggun dan Rafa.
*
*
"Sedang Angga sendiri di nyatakan koma,Dinda pun dengan setia merawat suaminya, ia terus merasa bersalah dengan semua kejadian yang menimpa suaminya itu, andai ia tak memdengar bujukan Romy pasti tidak akan ada kejadian seperti ini.
dan sebulan telah berlalu Anggun mulai bisa menerima kepergian Kenan, itu pun karena putri Cleo, dan Anthony yang bernama Dara primaditha, membuatnya jatuh hati. ia pun meminta izin pada Anthony dan Cleo untuk merawat anak mereka.
Cleo pun dengan berat hati memberikan salah satu anak kembarnya untuk di rawat dan di besarkan oleh Anggun, dan itupun dengan seizin Anthony. Semenjak saat itu Anggun pun kembali ceria, sedang Angga sendiri sudah terbangun dari komanya, namun ia belum bisa leluasa bergerak.
"Apa tidak apa-apa jika harus pergi hari ini sayang?" tanya Dinda yang sedang mengancingkan lengan kemeja milik Angga.
"Tidak apa-apa sayang lagi pula aku sudah sembuh hanya saja, Anthony terlalu berlebihan. Kamu lihat saja nanti malam kamu sendiri akan tau rasanya apakah aku sudah kuat atau belum." ucapnya sambil mengedipkan mata menggoda istrinya.
"Apa maksudnya kuat dengan tidak?" tanya Dinda polos membuat Angga hanya tersenyum gemas.
"Sayang apa harus aku memperaktekkannya hari ini agar kau mengerti apa yang aku maksudkan?"
__ADS_1
Sela Angga menarik pinggang istrinya lalu menautkan bibirnya, membuat Dinda membulatkan matanya dan tautan itu berubah menjadi sangat menuntut saat Dinda membalasnya namun sesaat kemudian ia mendorong dada suaminya, saat merasakan ia susah untuk bernafas.
"Sayang apa kau ingin membunuhku dan anak kita!" kesalnya membuat Angga hanya bisa terkekeh melihat bibir istrinya yang sudah bengkak karena perbuatannya itu.
"Tapi kau menik matinya jugakan?" ucapnya sambil mengelus bibir Dinda yang masih basah akibat tautannya tadi, Dinda yang mendengar kata-kata suaminya itu reflek mencubit lengan suaminya berkali-kali karena malu, membuat Angga meringis kesakitan.
"Aduh Sayang sakit. ya sudah aku minta maaf ya!" ia pun segera memeluk erat tubuh Dinda.
"Ayo nanti kita terlambat nanti mataharinya panas!" sela Dinda kemudian, mereka pun berangkat menuju makam ke dua mertuanya,ini kali pertama Angga datang sejak kejadian yang di alaminya beberapa bulan yang lalu.
Dinda kembali menetes kan air matanya saat mengingat flashback ucapan mamanya yang mengucapkan.
"Mama memeluk mu seperti ini karena ini pelukan terakhir dari Mama, karena kalau kamu datang lagi Mama sama papa sudah tak bisa memelukmu lagi.
Angga yang melihat istrinya bersedih bergegas merangkulnya lalu memeluk istri nya itu.
"Maafkan aku ini semua salahku!" lirihnya.
"Ini bukan salah siapa-siapa sayang, ini semua sudah takdir." Balas Dinda.
*
*
*
Dan beberapa bulan kemudian Chelsy pun melahirkan seorang anak perempuan yang sangat cantik, dan Chelsy pun kembali mengingat kejadian masa lalunya dengan Leo di saat Romy menculik baby Ken, pada saat itu ia sedang bersama baby Ken, dan ia mendapat pukulan begitu keras dari belakang tepat di kepalanya, utung saja dia hanya pingsan, dan itu membuat semua ingatannya kembali seperti sedia kala.
Kelahiran berikutnya di susul oleh Anggun yang harus operasi Cesar dan Dokter melarangnya hamil lagi akibat kandungannya yang sangat berbahaya, bisa mengakibatkan dia dan anaknya tidak akan bisa selamat, dan Rafa pun meminta Dokter untuk mengangkat kandungan istrinya itu. Anggun pun melahirkan putri yang sangat cantik, dan di susul oleh Dinda yang melahirkan seorang putra dan dua tahun kemudian putrinya lahir kembali.
lengkap sudah kebahagiaan yang mereka rasakan sedang Romy mendapatkan hukuman seumur hidup sedang Laras sendiri memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Angga pun memboyong istrinya ke luar negri berbeda dengan Anggun ia memilih tinggal di sebuah desa karena dia ingin kedua anaknya tumbuh dengan kesederhanaan sedang Rafa memilih pulang pergi mengurus perusahaannya. Leo pun memilih kembali menjalankan perusahaan milik kedua orang tuanya. karena beberapa bulan lalu pamannya telah meninggal dan menyerahkan segalanya pada Leo.
*
*
*
AKHIRNYA TAMAT JUGA YA, KARYA PERTAMA KU 😘😘😘MAKASIH YANG UDAH SETIA DAN AKAN SAGERA MENYUSUL SESI KE DUA CERITA ANAK2 MEREKA😍😍😍yang udah ngasih like makasih semoga berkah rezekinya Insya Allah hasilnya akan aku sumbangakan ke mesjid yg sedang di bangun di dekat rumah ku semoga jempolnya bisa membawa ke surganya Aamiiin...😇maaf ya author cuma bisa segitu aja gak bisa lebih karena Author juga baru mohon dukungannya terus ya! walau hanya sekedar like😊Semoga terhibur.
__ADS_1