
"Mas, aku takut kalau anakku kenapa-kenapa" cicit Anggun mulai terisak.
"Kenapa semuanya terjadi di waktu yang bersamaan sih Mas, kenapa semua bisa seperti ini?" isaknya kembali.
"Sayang...Hei sayang lihat aku kita berdoa yuk semoga semuanya berjalan dengan lancar" Rafa kemudian memeluk Anggun dengan penuh cinta dan mengusap air matanya dengan ke dua ibu jarinya. Ia berusaha memberikan ketenangan padahal Ia juga sangat gelisah, namun Ia berusaha untuk tenang agar Anggun tidak bertambah khawatir dan stres karena terlalu banyak fikiran.
"Leo bagaimana Laras?''
"Maaf Tuan saya sudah menugaskan anak buah kita untuk menangkapnya dan sekarang dia sedang di sekap." Terang Leo menimpali. "Apa Anda sudah membuka file yang saya kasih Tuan?" ujar Leo balik bertanya.
"Belum aku belum sempat melihatnya, dan ya! apa kamu bisa mengambilnya untukku aku menyimpannya di dalam mobil."
"Baiklah Tuan saya akan segera mengambil nya untuk Anda." jawab Leo memberi hormat.
*
*
*
"Bagaimana dengan istri dan anakku?" tanya Anthony begitu Dokter Haris dan Dokter Denis keluar dari ruang operasi.
"Untung kita cepat membawanya telat sedikit anak dan isrtimu tidak akan selamat, tapi--"
"Tapi apa?" Anthony dengan perasaan was-was memotong kalimat Dokter sekaligus sahabatnya itu.
"Baby Twisn lahir prematur Dok!" sahut Dokter Denis.
"Tapi Anda jangan khawatir semuanya baik-baik saja." Lanjut Dokter Denis menjelaskan.
"Alhamdulillah ya Allah, aku berterima kasih atas bantuan kalian aku juga tidak tau harus berkata apa lagi.'' Ucap Anthony lega dengan wajah yang berbinar-binar mendengar istri dan anaknya baik-baik saja.
"Sudahlah itu semua berkat doa mu juga.Hanya saja sebagai seorang Dokter kamu juga harus tau resiko apa yang bisa di alami Cleo, pasca di operasi apa lagi baby Twisn sangat membutuhkan ibunya agar bisa mendapat Asi exclusiv. Selesaikan kesalah fahaman antara kalian agar Cleo tidak mengalami stres.'' Terang Dokter Haris panjang lebar memberikan nasehatnya pada Anthony.
"Iya aku mengerti, aku tau jika ini semua salah ku. Aku tidak menceritakan tentang masalah Anggun yang masuk rumah sakit dan hampir keguguran, karena perbuatan kakaknya itu, tapi malah aku memperkeruh ke adaan dan suasana.'' Jelas Anthony penuh penyesalan.
"Apa sekarang aku boleh menemui istriku?"
"Jangan dulu Cleo masih dalam pengaruh obat bius, lebih baik kau menjenguk Baby Twisn saja. Karena kau harus mengazaninya biarkan perawat yang mengantar mu!."
Dokter Haris pun memanggil seorang perawat untuk mengantarkan Anthony ketempat dimana Baby Twisnnya itu di rawat, dan di sini lah Ia di sebuah ruangan yang sangat steril, Anthony pun berjalan mendekati kedua bayi mungil yang belum cukup umur untuk lahir ke dunia itu.
__ADS_1
"Maafkan Daddy sayang ini semua gara-gara Daddy hingga kalian harus mengalami semua ini." Anthony mencoba untuk menyentuh tangan putra dan putrinya itu ada perasaan haru menyeruak di dalam hatinya saat Ia dapat menyentuh tangan bayinya, hingga tak terasa Ia pun meneteskan air mata haru dan bahagia yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata itu.
"Lalu Anthony pun mengazani kedua anak nya, setelah puas bercengkrama dengan baby Twisn Anthony pun keluar untuk menemui istrinya.
*
"Apa apaan ini! ini tidak mungkin, aarrggh...!"
Anthony yang baru saja ingin membuka pintu berhenti melihat ke arah suara yang sangat Ia kenal.
"Anggun dan Rafa mereka di sini? tapi kenapa mereka malah tak langsung kemari? dan sedang apa mereka." pertanyaan terus di lontarkan oleh fikirannya.
"Lebih baik aku ke sana, sekalian bertanya apa sebenarnya yang terjadi.?" Fikir Anthony Ia pun memilih untuk menemui Anggun dan Rafa.
"Ada apa ini?" sapa Anthony basa basi,membuat Leo, Rafa, dan Anggun menatap ke sumber suara yang menyapa mereka.
"Anthony bagaimana ke adaan Cleo?" ucap Anggun dan Rafa bersamaan.
"Aku yang seharusnya bertanya kenapa kalian berada di sini sedangkan Cleo dari tadi berada di ruang perwatannya dan ini kan ruang operasi?" bukannya menjawab Anthony malah balik bertanya dengan wajah berkerut karena heran.
"Maafkan kami karena tak sempat menengok Cleo karena Baby Ken,__" Anggun tak sanggup menerus kan kata-katanya di karena kan perasaannya yang kini campur aduk, dan akhirnya Rafa pun melanjutkan apa yang ingin Anggun ucapkan kepada Anthony.
"Wanita ular itu sudah melangkah sejauh ini brengsek!" gerutunya.
"Dan ya! ini waktu yang tepat untuk dirimu tau apa sebenarnya yang aku dan Anggun bicarakan di hotel tadi lanjut Anthony lagi lalu menyerahkan gawainya.
Dan benar saja setelah mendengar hasil rekaman suara itu Rafa kembali mengetatkan rahangnya tanda amarahnya semakin memuncak.
"Jika Baby Ken, adalah putra kandungku berarti yang aku--" Rafa tak mampu melanjut kan kata-katanya. Ia hanya bisa menatap nanar wajah istrinya yang masih terlihat pucat itu.
"Maafkan aku...maafkan aku" lirih Rafa meraih tubuh istrinya lalu memeluknya, dengan erat seakan tak ingin kehilangannya lagi, dengar kan aku, aku tak pernah merasa menyesal melakukannya denganmu sayang," imbuhnya.
"Mas waktu itu_"
"Ssst jangan mengingatnya lagi sayang, aku melakukannya karena obat perangsang dan mungkin ini jebakan dari Laras.
flashback on
"Anthony kemana katanya dia akan menunggu ku disini apa dia sudah pulang?"
Angun dengan perasaan sedikit kesal karena telah lama menunggu di sebuah kafe dekat hotel yang sering di gunakan oleh kekasihnya Anthony, ia memilih untuk beranjak dari tempatnya tersebut, namun baru saja ia membalikkan tubuhnya ia melihat lelaki paruh baya melangkah mendekat dan seperti nya ia kenal.
__ADS_1
"Om Wilyam..." lirih Anggun
"Apa kamu sudah menunggu lama sudah berapa kali aku melarang mu tidak dekat dengan Anthony karena dia harus fokus sama pekerjaan nya apa kamu tau itu! dan jangan harap dia menemui mu karena dia tidak akan pernah hadir di sini, dia sudah berangkat ke luar negri, dan ini terakhir nya saya peringatkan padamu untuk menjauhinya!"
Setelah berucap lelaki baya itu pun langsung pergi begitu saja. Sedang Anggun hanya terduduk kembali pada tempatnya.
Karena merasa tidak ada gunanya ia menunggu Anthony ia pun segera meninggal kan tempat tersebut Namun tiba-tiba saja tubuhnya ambruk. disaat ia menabrak seseorang untung saja ia tak jatuh kelantai.
"Lain kali gunakan matamu kalau berjalan!" sergah lelaki tersebut.
"Kau_!" Anggun menjeda kalimatnya saat merasa pusing. "Kenapa kepala ku sakit sekali?" Anggun menyentuh kepalanya namun setelah itu ia tiba-tiba merasakan tubuhnya melayang di udara.
"Lepaskan aku! lepas...!" teriak Anggun begitu tubuh nya di bawa masuk ke sebuah kamar hotel bukannya di lepas tubuhnya kini di hempaskan dan di kungkung sedang ia tak melihat wajah lelaki yang membawanya karena cahaya lampu di kamar tersebut remang-remang ditambah lagi kepalanya yang terasa pusing.
Anggun terus menangis berteriak memohon untuk di lepaskan apa lagi di saat ia merasa seluruh tubuhnya kini di gerayangi. Bau alkohol menyeruak dari mulut lelaki tersebut membuat Anggun ingin memuntah kan isi perutnya bahkan pandangannya kini perkunang, dan saat itu juga ia pun tak sadarkan diri ntah apa yang terjadi selanjutnya ia pun tak mengingat nya.
Flashback of
Dan kenapa Ia harus melakukan itu kamu tau, aku mendapatinya tidur di samping ku sambil menangis, dan cincin itu dia memakai cincin itu, membuat rasa bersalahku semakin besar." ucap Rafa menjelaskan.
"Iya Mas, cincin itu memang hilang tepat di hari itu. Aku sudah berusaha mencarinya namun tak ada.
Hingga di hari Laras memperlihatkannya pada ku,aku benar-benar kesal dan marah padanya" ucap Anggun menahan emosinya.
"Dan dia berusaha menciptakan prahara dan kesalah pahaman antara kita agar kita saling membenci dan saling meninggalkan." Lanjut Rafa lagi dan di balas anggukan dari Anggun
"Anthony aku juga minta Maaf padamu, kamu selalu ada di saat situasi yang begitu sulit bahkan istrimu sendiri sampai memcurigai mu tapi kau tetap membantu Anggun. Dan Leo terimakasih karena menyelamatkan keluarga ku dari kehancuran." Rafa berucap dengan tulus.
"Sama-sama Tuan, ini juga adalah ide dari Tuan Anthony" lanjut Leo menerangkan, sekali lagi.
"Terima kasih dan maafkan aku" ucap Rafa menatap Anthony, Anthony hanya membalas dengan senyuman.
"Sudahlah kita kan keluarga, jangan ada yang merasa sungkan," ucapnya. "Oh ya...aku mau melihat Cleo, dulu takutnya nanti dia sadar, dan mencari ku sambungnya lagi.
"Bagaimana dengan Cleo sekarang?" tanya Anggun dengan nada benar-benar khawatir, karena ia juga belum sempat menjenguk adik iparnya itu.
"Dia baik-baik saja hanya bayi kami harus lahir sebelum waktunya" ungkap Anthony
"Bayi? jadi bayi kalian sudah lahir?" kejut Anggun bertanya, dan hanya di angguki Anthony. "Baiklah aku pergi dulu!" jelas Anthony lalu ia pun beranjak pergi setelah pamit.
"Leo kamu urus semuanya sebelum semuanya terlambat jangan lepaskan wanita itu!" perintah Rafa, dan di angguki dengan hormat oleh Leo.
__ADS_1