
πππ
#Flas back ON#
"Leo apa kamu sudah mempersiapkan semuanya?"
"Sudah Tuan!" sahut Leo.
"Good joob."
"Ini Tuan!" lanjutnya menyodorkan sebuah File pada Rafa.
"Ok baiklah sekarang cari dimana wanita bodohh itu!"
"Baik Tuan" angguknya lalu meninggalkan ruangan kerja Rafa.
Tak lama berselang Leo melihat seluit wanita yang begitu Anggun dan cantik walau di hiasi dengan balutan kebaya yang sederhana namun tak menghilangkan ke Ayuan di wajah nya, Anggun yang baru saja bendapatkan kata selamat dari Oma Clara atas pernikahannya dengan Rafa pamit undur diri karena mau berganti kostum dan ingin segera menyegar kan tubuhnya.
"Nona, tunggu!" seru Leo kepada Anggun. "Ada apa Asisten Leo?"
"Anda di tunggu Tuan muda di ruang kerjanya" imbuh Leo to thepoin,
"Ada apa lagi ini kenapa harus mencari ku?" gumamnya dalam hati dengan menaikan ke sua alisnya.
"Sekarang pergilah aku mau ganti baju dulu!" "Baik Nona" Leo pun segera berbalik untuk pergi.
Kini Anggun sudah berada di depan pintu ruang kerja Rafa,bdengan perasaan yang tak menentu Anggun mengangkat tangan dan mengetuk pintu.
__ADS_1
Tok...tok...tok...!
Ceklek.
"Silahkan masuk Nona" ucap Leo yang sedang membuka pintu untuk Anggun. Namun baru saja Anggun melangkahkan satu kakinya ia sudah di sambut dengan suara suara bariton yang ia kenal sudah menjadi suaminya itu.
"Kenapa kau lama sekali? apa kau sengaja membuat Aku menunggu!" sergahnya dengan menatap nyalang ke arah Anggun yang terus melangkah masuk sambil menundukkan kepalanya, tak berani menatap wajah Tuan suaminya itu.
Rafa yang merasa kesal dari tadi mulai tersulut emosinya saat Anggun tidak menatap wajahnya, ia segera menarik tangan Anggun dengan kuat, dan mencengkram rahang Anggun dengan satu tangan, Hinga membuat Anngun meringis menahan sakit pada bagian wajahnya itu.
"Tatap aku bodoh!" sarkasnya dengan tatapan membunuhnya.
"**__Tuan ssakiit" cicit Anggun dengan mata yang mulai berkabut.
"Maafkan saya Tuan, saya janji saya tidak akan mengulanginya lagi" imbuhnya.
"Sekarang aku tak punya waktu, cepat tandatangani surat ini!" perintahnya sambil melepas cengkraman di rahang dan tangan Anngun, lalu meraih sebuah map di atas nakas dan melemparnya ke wajah Anggun,
Plak,
"Anggun segera meraih map yang jatuh tepat pada wajahnya, di bukanya map itu dengan tangan yang masih terasa nyeri di pergelangannya akibat cengkraman Rafa yang kasar, dia membaca satu persatu poin-poin yang tertulis di lembaran kertas itu namun tak ada satu pun yang menguntung kan nya.
poin-poin yang tertulis!"
1.di larang berdekatan harus menjaga jarak minimal 2 meter,"apa aku ini virus Corona hingga harus jaga jarak 2 meter Tuan," gumamnya dalam hati.
2.hanya mengurus segala kebutuhan tuan kenan dengan baik,
__ADS_1
3.selama kontrak berlaku di larang keluar dari sekitaran mansion.
4.di larang berbicara dengan laki- laki asing.
5.Di larang mencampuri segala urusan suami.
"hah jadi dia menganggap dirinya suami tapi aturannya!" kesalnya dalam hati
6.suami tidak pernah salah.
7.Jika istri salah dia harus di hukum.
8.jika suami yang salah maka kembalikan ke poin no 6.
9.apa pun kata suami selalu benar.
10.Jangan pernah membantah.
11.Dilarang jatuh cinta.
Sekian yang ter tulis dan ter cantum di atas ada benar nya dan harus di taati.
dan pihak kedua tidak boleh keberatan dan tidak boleh protes dengan poin-poin yang di ******ajukan oleh pihak pertama******.
pihak pertama mengijinkan pihak kedua mengajukan dua poin permintaan.πππ
π·π·π·
__ADS_1