
Cleo hanya mengangguk dengan lemah, ia sendiri merasa binggung dengan perasaan nya. Ia senang dan bahagia mendengar kata-kata lembut dari Anthony, padahal ini semua bukan keinginannya yang sesungguhnya, ia lalu meraba perutnya yang masih rata itu.
"Apa benar aku hamil? dan apa benar mereka baby Twins?" suaranya pelan hampir tak ter dengar.
"Iya, benar mereka baby Twins' dan aku harap mereka sehat selalu, jadi berjanjilah untuk menjaga mereka dengan baik." ucap Anthony sambil menggenggam tangan Cleo.
Cleo menatap lekat manik mata Anthony yang begitu teduh dengan tatapannya yang masih sendu.
Ia pun kembali menganggukkan kepalanya dan tersenyum tanda setuju.
"Ayo makan mumpung masih hangat nanti kalau sudah dingin jadi tidak enak. Cleo pun menerima suapan demi suapan yang Anthony berikan.
"Sudah aku sudah kenyang perutku sudah tidak muat," ucapnya dengan suara manjanya
dan ntah kenapa Anthony pun sangat senang dengan cara bicara Cleo yang menurutnya begitu manis.
Deg.
"Ada apa *dengan**ku*? kenapa hati ku sangat senang mendengar suaranya yang mirip dengan Ce' dan Ce' kamu dimana? tidak…! aku tidak boleh memikirkannya aku akan segera menikah, tapi bagaimana kalau dia sampai hamil seperti ini dan_"
Drt..drt..drt
suara getaran Ponselnya membuyar lamunan Anthony, dia pun menatap Ponselnya dan melihat nama dilayar Dinda Calling.
"Dinda..!"
Gumamnya, dia menatap Cleo.
"Kamu bisakan minum obatnya sendiri tanyanya pada Cleo dan di jawab anggukan dari Cleo.
Lalu Anthony pun izin keluar untuk mengangkat panggilan telponnya, sedang Cleo menatap kepergiannya dengan tatapan sendunya.
"siapa yang *menelpon**nya* apa kah Dinda?" gumamnya dalam hati. Sementara itu Anthony menerima telepon dari Dinda,
__ADS_1
"Hai Din, ada apa? dan kau dimana?"
"Maaf kak, aku tidak bisa datang tapi temanku Cleo, yang datang apa kakak sudah bertemu dengan orang__?"
"Sudah, dan terimakasih, temanmu itu sangat-sangat merepotkan" jawabnya memotong pertanyaan Dinda, kirim kan aku alamat temanmu itu aku akan mengantarnya pulang" "Baik kak jawab Dinda dengan nada yang gugup kerena dia tau dari nada bicara Anthony yang penuh penekanan, itu berarti kini Anthony sedang marah padanya.
setelah Dinda mengirimkan alamat Cleo Anthony pun menutup telponnya lalu beranjak masuk menemui Cleo.
Ceklek,
Anthony terkejut ketika mendapati kamar tempat Cleo di rawat kosong, ia pun panik dan mencari ke semua tempat, ia memeriksa toilet dan seluruhruangan tapi nihil tak ada siapa pun.
''Cleo,… Cleo… kamu di mana?!'' teriaknya memanggil namun tetap saja tak ada jawaban sama sekali.
"Maaf apa kalian melihat wanita berkaca mata tebal lewat tadi di sini?" tanya Anthony pada sekelompok orang yang tengah duduk.
"Ada tadi dia kesana dan naik taxi." ucap salah seorang dari mereka yang kebetulan memang melihat Cleo keluar.
"Dasar wanita aneh" gerutu Anthony.
gumamnya. Dan ia pun terdiam saat mengingat alamat Cleo yang di kasih oleh Dinda tadi.
"Setidaknya aku akan memastikan dia benar-benar kembali ke rumah dengan selamat" gumamnya lagi.
*
*
*
Sementara itu di mansion Rafa.
"Ada apa ini?" tanya Rafa yang baru saja tiba dari kantornya bersama asisten Leo. Tak ada yang menjawab wajah semuanya menegang apa lagi saat ini Rafa menatap begitu tajam satu persatu orang yang ada di ruangan itu.
__ADS_1
"Sayang, apa kau akan mengabaikan pertanyaanku? dan kau Dokter Anita jika kau tidak mau lisensi ke Dokteranmu aku cabut lebih baik jelaskan semuanya.…!"
Glek.
Anggun dan Dokter Anita hanya bisa menelan salivanya dengan kasar mendengar Ancaman dari Rafa.
"Jawab aku apa yang terjadi pada Cleo?"
"Sayang...ayo kita pergi darisini'' ucap Anggun saat mendengar nada suara suaminya sudah naik satu oktaf, Anggun membawa Rafa masuk duduk di dalam kamarnya sedang Leo di tugaskan oleh Rafa untuk tetap mengawasi Cleo.
"Sekarang ceritakan semuanya padaku dengan jelas apa yang terjadi dengan Cleo?" ucap Rafa begitu sampai di kamar, dan Anggun memegang kedua tangan suaminya dengan lembut takut kalau suaminya itu akan marah apa lagi suaminya baru saja pulang dari kantor.
"Sayang, tatap aku, dan aku akan menjelaskan semuanya, tapi berjanjilah tenangkan dirimu dulu!" ucapan Anggun yang lembut dan penuh kasih sayang yang tulus.
"Kamu tau sayang, kalau suaramu akan membuat baby Ken, jadi takut."
Rafa yang mendengar perkataan Anggun pun menjadi luluh tak lagi ada tatapan intimidasinya yang mampu membuat semua lawannya tak berkutik, setelah melihat Rafa tenang Anggun pun mulai menceritakan apa sebenarnya yang terjadi kenapa Cleo pingsan dan diagnosa Dokter Anita.
"Apa? ini tidak mungkin? siapa bajingan itu yang berani-beraninya menghamili Cleo? kamu tau sendirikan Cleo selama ini tidak punya pacar lalu siapa yang telah melakukan nya?" Rafa mengepalkan kedua tangannya.
"Tenangkan diri kamu dulu Mas, aku pun juga tidak tahu, tapi Cleo membutuhkan dukungan kita dan jangan memarahinya, biarkan aku yang bertanya padanya mungkin dengan sesama wanita ia akan sedikit terbuka" jelas Anggun lagi panjang lebar, Rafa pun meraih pinggang istrinya lalu berbisik di telinga Anggun.
"Sayang aku mau di dalam sini ada Baby nya juga!" ucapnya lembut.
"Mas geli ahk" Cicit Anggun wajahnya pun seketika berubah memerah semerah tomat. Sedangkan Rafa hanya tersenyum lebar melihat wajah istrinya yang sudah memerah menahan malu,
"Sayang… apa kau tidak mau mengandung anakku hmm?" Rafa menyentuh dengan lembut dagu istrinya lalu menggangkat wajah istrinya itu hingga kini manik mata mereka bertemu dan saling mengunci.
"Jawab aku Sayang? apa kau tidak ingin mengandung anakku?"
''A_a_aku mau tapi S-sayang Baby Ken masih kecil, dan dia butuh perhatian dan juga Asi yang sehat, kalau aku hamil sekarang aku takut pertumbuhan baby Kenan jadi akan terganggu, Sayang kita tunggu hingga dia berusia dua tahun, atau setahun setelah itu baru aku bersiap untuk mengandung anak kita, Bagaimana sayang apa kau setuju dengan pendapatku ini?"
Anggun bertanya sambil mengerjap-ngerjab kan kedua matanya membuat Rafa gemas dengan tingkah istrinya yang sudah berani mulai menggodanya itu.
__ADS_1
"Baiklah Sayang semua terserah kau saja, dan Terima kasih karena kau sudah sangat memperhatikan tumbuh kembang baby Ken,selama ini. Aku jadi merasa sungkan sama kamu Sayang."
"Kau Tidak usah sungkan sayang baby Ken, Anakku juga, jadi apa pun akan aku lakukan untuk kebaikan baby Ken, walau nyawaku sekalipun jadi taruhannya, karena aku sangat mencintai kalian berdua, karena kalian adalah lelaki terhebatku" ucap Anggun begitu tulus, sambil menyentuh wajah suaminya itu, lalu la pun memeluk tubuh Rafa begitu eratnya.