
Setelah menunggu beberapa jam akhirnya baby kenan di nyatakan baik-baik saja,Anthony pun menemui istrinya yang sudah sadar dan Ia pun meminta maaf dan menceritakan semua kejadian dan apa yang menimpa Anggun selama ini, dengan penuh rasa bersalah.
Cleo pun akhirnya juga meminta maaf atas segala kesalahfahaman yang terjadi.
Sedang Rafa dan Angga kini sudah berbaikan Ia pun dengan berat hati membiarkan sang adik memilih kembali pada suaminya walau sebenarnya hatinya belum rela karena akibat derita yang di alami Anggun selama ini.
Dan baby Twisn pun dinyatakan boleh di bawa pulang karena keduanya di nyatakan sehat, kedua orang tua Rafa dan Oma Clara pun datang dari luar negri mereka semua terkejut begitu mengetahui apa yang terjadi selama ini, apa lagi tentang Laras yang notabenenya tak pernah di setujui menjadi pendamping hidup Rafa.
*
*
*
Berbeda dengan Laras begitu Rafa dan Leo tau mereka bergegas menghukum Laras dengan balasan yang setimpal. Apa lagi setelah Rafa mengetahui kalau Romy adalah suami sebenarnya Laras.
Dan berkat bantuan Laraslah Romy bisa bebas menggelapkan uang perusahaan milik Rafa, dengan berpura-pura meminta suntikan dana, sedang selama ini Laras hanya pura-pura koma untuk melancarkan aksinya.
"Anggun Oma dengar kamu sudah menemukan keluargamu siapa dia?"
tanya Oma Clara menatap Anggun yang sedang sibuk mengurus baby Kenan.
"Dia kakak ku Oma, sebentar lagi pasti dia datang." Sahut Anggun dan benar saja dari luar terdengar uluk salam dan di jawab oleh Oma dan Anggun.
"Oma, kenapa Oma di sini?' dan tidak memberiku kabar kalau Oma akan datang kemari?" seru Angga begitu melihat Oma Clara.
"Kamu? Angga Oma kangen sama kamu" sahut Oma tanpa menjawab pertanyaan Angga, lalu Oma pun memeluk Dengan erat tubuh Angga membuat Anggun menatap heran.
__ADS_1
"Apa kamu sudah menemukannya?" tanya Oma to thepoin.
"Sudah Oma, dan orangnya ada di samping Oma." Ucapnya melirik ke arah Anggun sedang Anggun yang di lirik pun bertambah binggung.
"Jadi dia adik mu?" tanya Oma sambil mengerutkan alisnya.
"Iya Oma dan Oma sendiri ngapain di sini?" ucap Angga kembali bertanya.
"Ini rumah cucunya Oma makanya Oma kesini" jelas Oma dan jawaban Oma membuat Angga membulatkan matanya.
"Tit--tidak mungkin Oma" ucap Angga sambil menggelengkan kepalanya.
"Kenapa dunia ini sempit sekali" sela Angga lagi sambil mendesah. Sedangkan Anggun hanya diam membisu tak ingin bertanya walau hatinya sangat penasaran.
"Oma siapa yang datang?" tanya Rafa yang baru saja bergabung.
"Ini cucunya Eyang kakungmu yang di negara xxxxx itu kamu ingat kan Oma dulu pernah mengajakmu waktu Om Rangga mu meninggal.
Namun yang di tatap masih merasa bingung. Rafa mendekati istrinya lalu memeluknya.
"Kamu tau Aku bahagia bisa menikah dengan putri Om Rangga dan apa kamu tau juga kalau Om Rangga itu orangnya sangat disegani, cuma aku heran kenapa aku tak pernah bertemu denganmu?" ucap Rafa menatap kakak iparnya.
"Kamu dan Angga memang tak pernah bertemu karena kalian itu tidak ada waktu, itu saja kebetulan saja kamu di rumah makanya Oma mengajak mu pergi." Terang Oma menjelaskan mengingat flashback masalalunya. Rafa dan Angga hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Omanya.
"Hei sayang kamu kenapa apa kamu marah sama aku kok diam saja?" tanya Rafa begitu melihat expresi istrinya yang tiba-tiba saja diam.
"Tidak! aku hanya bingung siapa itu Eyang? dan apa Mas, benar- benar pernah bertemu Ayah?" tanya Anggun yang masih bingung, mereka bertigapun hanya bisa terkekeh melihat ke bingungan Anggun kemudian Rafa pun menjelaskan secara detail kalau Oma juga Eyangnya itu bersahabat dengan baik waktu mereka kuliah dulu, dan kini Anggun hanya mengangguk tanda mengerti, membuat Rafa semakin gemas melihatnya.
__ADS_1
"Oh ya Kak, kenapa kakak tak pernah membawa Dinda kemari tanya Anggun karena sejak bertemu kakaknya Ia juga tak pernah bertemu sama sekali dengan Dinda.
"Itu eh, dia lagi sibuk belum sempat nanti kakak akan membawanya kemari." Bohong nya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, karena selama Ia dan Anggun bersatu Ia melihat perubahan Dinda yang begitu menutup diri. Ia akan bicara sekedarnya saja itu pun jika Angga yang bertanya selebihnya Dinda lebih banyak diam bahkan kadang Ia akan menangis jika Ia lagi kesal membuat Angga bingung dengan sifat istrinya yang tiba-tiba berubah drastis.
"Kak, Kakak kok melamun sih! tuh Mas, Rafa mangil dari tadi untuk sarapan!" seru Anggun. "Udah kok, aku udah sarapan di rumah mm...aku mau pergi dulu ada sesuatu yang harus aku urus." Pamitnya lalu bergegas meninggal kan mansion milik Rafa, tujuannya ingin pulang menemui istrinya karena jujur melihat kebahagiaan adiknya Ia seperti tersentil karena selama ini Ia pun telah banyak menyakiti hati istrinya itu.
Angga meraih gawainya dan melakukan pangilan vidio, panggilan pun tersambung
"Sayang kamu di mana?" ucapnya begitu melihat istrinya yang menurutnya semakin cantik, bukannya menjawab pertanyaan suaminya Dinda malah memutar layar Handphone nya hingga Angga dengan leluasa tau jika Dinda kini tengah berada di rumah sakit milik Anthony.
"Kamu ngapain di situ? tunggu aku, aku akan menjemput mu" ucapnya lalu mematikan panggilannya.
Dan hanya memakan waktu 15 menit Ia pun sudah sampai namun baru saja Ia melangkah beberapa langkah Ia pun seperti mendengar seseorang sedang memanggil namanya, "Anha!" serunya terkejut.
''Iya aku Anha mantan kekasih mu"
ucap Anha sambil tersenyum dan berjalan ke arah Angga, sedang tanpa Angga sadari dari jauh Dinda mengamatinya.
"Untuk apa kau kesini apa kurang puas kau menghancurkan ku bersama Jhoshua? kau pergi kau dari sini aku tak sudi melihat wajahmu lagi!" usir Angga namun bukannya pergi Anha justru memeluk tubuh Angga.
"Aku kesini hanya ingin minta maaf, maafkan aku, aku pergi dulu nanti kapan-kapan kita bertemulagi, sekarang aku sedang buru-buru." Ahna pun segera meninggalkan Angga.
Deg,
"Siapa lagi wanita ini? apa wanita ini juga kekasihnya?" lirih Dinda yang melihat Angga di peluk oleh wanita asing dan dia pun memilih pergi dari tempat itu Ia merasa sia-sia sudah menunggu suaminya itu.
Namun baru saja Ia memutar tubuhnya tiba-tiba Ia merasa pusing dan Bugh.
__ADS_1
"Dinda kamu tidak apa-apa kan!" seru Anthony yang kebetulan tepat berada di belakang Dinda.
"Aku_" belum selesai Dinda menjawab malah Ia pingsan duluan membuat Anthony panik dan memanggil-manggil namanya dan menggoncang tubuh Dinda sedang Angga yang mendengar nama isrtinya di sebut langsung melirik ke sumber suara dan betapa terkejutnya dia ketika melihat istri terbaring di tanah.