
"Mas…kenapa Mas melarangku untuk menjodohkan Leo dan Lina? apa karena Lina itu hanya baby siternya baby Ken, dan Leo itu adalah sahabatmu begitu?" Anggun mendominasi suaminya dengan pertanyaan begitu tiba di kamar. Ia sangat begitu kesal saat ingin menjodohkan Leo dan Lina Namun suaminya itu seperti tak setuju.
"Sayang sini!" menepuk sisi ranjang yang ada di sampingnya agar Anggun duduk di situ.
Anggun pun berjalan mendekati Rafa, lalu duduk di tepian ranjang dekat suaminya.
"Sayang bukannya aku tidak setuju tapi kamu harus tau soal menikah biar Leo sendiri yang menentukannya, karena aku tau Leo itu seperti apa. Dan juga Leo itu sudah dewasa lagi pula tak mudah untuk Leo jatuh Cinta lagi." Jelas Rafa panjang lebar sambil mendekap istrinya itu.
"Dan untuk apa pula kamu cemburu pada Leo hmmm...dia itu laki-laki dan aku juga masih normal, apa pembuktianku tadi di kantor masih kurang? apa kamu mau mencobanya lebih dahsyat lagi?" sambungnya menggoda Anggun sambil mengedipkan matanya.
"Mas apa-apaan sih mesum terus aku masih capek tauk!" cicit Anggun dengan wajah yang sudah bersemu merah karena merasa malu atas tingkat ke mesuman suaminya itu. sedang Rafa hanya bisa terkekeh melihat istri nya yang kini menyembunyikan wajahnya di dada bidang miliknya.
"Sayang..."
"Hm..."
"Tadi kamu bilang kalau Leo susah untuk jatuh Cinta lagi? jadi maksudnya Leo pernah jatuh Cinta?" Anggun bertanya dengan menatap wajah suaminya, dan hanya di jawab anggukan oleh Rafa.
"Boleh aku tau ceritanya?"
sela Anggun menggengam tangan Rafa agar menceritakannya.
__ADS_1
"Baiklah" Rafa menarik nafas dalam-dalam lalu menceritakan kisah Cinta Leo dari A sampai Z sedang Anggun begitu serius mendengar kannya.
"Itulah ceritanya" sela Rafa mengakhiri ceritanya.
"Kasian sekali gadis yang malang, jadi sampai sekarang ini Leo belum bertemu dengan nya?"
"Iya bisa di bilang begitu."
"Ini sudah tiga tahun Mas, aku tetap pada rencana awal menikahkan Leo."
"Sayang...!" Rafa hanya mendesah dengan ke inginan Anggun yang ingin tetap menjodohkan Leo.
"Kenapa kamu begitu yakin?"
"Aku yakin karena memang Lina orang yang sangat penyayang." ucap Anggun meyakin kan.
"Baiklah terserah kamu Sayang biar nanti kita bicarakan lagi ke Leo sebagai sahabat aku juga kasihan padanya." Anggun pun mengangguk tanda sependapat dengan suaminya. Lalu Anggun pamit pada suami nya untuk menemui baby Ken,
*
*
__ADS_1
*
Dtr...drt...dtr...
"Halo iya baiklah aku akan kesana besok malam sekarang ini aku lagi sibuk."
"Chelsy....! kamu di mana?"
"Iya Mah Chelsy disini! Devan mana Mah aku merindukannya apa dia sudah baik-baik saja Ma?" tanya Chelsy yang terus menghujani Mamanya dengan pertanyaan.
"Itulah makanya Mama menelponmu Mama ingin memberi tahukan ini padamu. Tadi pagi Devan sempat demam Mama sudah membawanya ke klinik terdekat tapi_"
"Tapi apa Ma?" sela Chelsy dengan perasaan gelisahnya.
"Tapi Mama di suruh membawa Devan kerumah sakit ternama untuk di periksa lebih lanjut.
Tadi Mama di temani Agus membawa Devan ke sana. Ini Mama hanya pulang untuk mengambil perlengkapan Devan karena Devan di anjurkan untuk menginap agar bisa menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Jelas mama Rini, yang nampak begitu letih di usianya yang sudah tidak muda lagi, begitu pun dengan Chelsy ia begitu panik saat mendengar kabar yang di sampaikan oleh Mamanya itu.
Nampak dari raut wajahnya menyimpan beban yang cukup berat di pundaknya namun di depan sang Mama ia berusaha nampak begitu kuat dan tegar, meski cobaan yang menimpanya kini bertubi-tubi. ingin rasanya ia berteriak dan menangis dengan semuanya namun ia sudah tidak bisa melakukannya.
Kini Chelsy hanya bisa pasrah dengan keadaan dan kenyataan, apa pun rela ia lakukan demi menyambung hidup keluarga kecilnya.
__ADS_1