
Drt...drt...drt
Angga terbangun meraih benda pipih yang bergetar di atas nakas dengan mata yang sedikit menyipit melihat siapa yang berani mengganggu tidur panjangnya yang nyenyak.
"Alex..." gumamnya.
"Ada apa dia menelpon ku sepagi ini?' pasti ada yang penting" fikir nya.
Kemudian Angga pun menyibak selimutnya turun dari ranjang lalu berjalan keluar menuju balkon.
"Halo ada apa Lex! kamu menelponku sepagi ini?!" Angga bertanya dengan menekan setiap kalimatnya.
"Tut_Tuan maaf jika saya mengganggu tidur Anda" jawab Alex terbata dari seberang telpon karena ia merasa bersalah sudah mengganggu tidur Tuannya itu.
"Tuan, ada informasi bahwa Nona Anggun di rawat di panti asuhan MUTIARA CINTA KASIH BUNDA. Ucap Alex memberi penjelasan.
"Lalu apa kau tau dimana panti asuhan itu sekarang?" ucap Angga balik bertanya.
"Tidak Tuan jusrtu itu yang ingin saya sampai kan ada kabar bahwa panti asuhan itu sudah pindah lokasi. Lanjut Alex lagi, lalu menceritakan secara rinci hasil penyelidikannya.
"Baiklah cari tau sedetail mungkin di mana Anggun sekarang berada!" perintahnya pada Alex.
"Baik Tuan!" ucap Alex singkat, lalu Angga pun mematikan sambungan teleponnya.
"Anggun kamu dimana sayang aku merindukanmu" lirihnya lagi.
"Aaaaaargrrrh!" Angga berteriak meluap kan emosinya sambil menjambak kasar rambutnya.
__ADS_1
"Maafkan aku kalau sampai hari ini aku belum bisa menemukan mu" lirihnya lagi tanpa menyadari kalau Dinda dari tadi mendengar semua pembicaraannya dari awal.
"Jadi wanita itu namanya Anggun? dan istri kak Rafa kan namanya Anggun juga,? apa mungkin Anggunnya itu Anggun yang sama."
Dinda terus bermonolok menerka-nerka dalam hatinya.
*
*
*
Sementara itu di mansion Rafa Anggun yang terperanjat bangun dari mimpi buruknya,
"Kenapa...?" ucap Rafa saat melihat isrtinya ter bangun dengan peluh membasahi wajah nya.
"Mas..,"lirihnya.
Rafa mengelus punggung istrinya agar bisa sedikit lebih tenang, kemudian Rafa kembali merebahkan tubuh istrinya itu lalu menarik selimut untuk menyelimuti istrinya.
"Mas jangan tinggalkan aku-aku takut orang itu akan benar-benar memisahkan kita" Anggun berucap saat Rafa membaringkan tubuhnya di sampingnya kembali.
"Kamu ini kenapa tidak akan ada orang yang bisa memisahkan kita okey!" Rafa lalu meraih tubuh Anggun lalu membawanya ke dalam dekapannya agar Anggun bisa merasa lebih tenang.
"Mas ayo kita bangun sholat nanti kita akan kesiangan cicit Anggun saat mendengar lantunan suara azan. Rafa pun mengangguk lalu mereka berdua turun untuk membersih kan diri lalu menunaikan tugas mereka sebagai seorang hamba.
"Sekarang bagaimana perasaanmu?" Rafa bertanya sambil memandang lekat wajah istrinya yang nampak kembali bugar,
__ADS_1
"Agak baikan Mas..." jawab Anggun Rafa lalu mengecup pucuk kepala istrinya dengan penuh cinta.
"Oh ya Mas, aku hampir lupa Mommy sama Daddy hari ini mau datang dari singapur kata nya Mommy rindu sama baby Ken dan sekalian mau nengokin Cleo,"
Anggun berucap sambil mendongak kan kepalanya menatap wajah suami, karena posisinya kini masih dalam dekapan suami nya.
"Kenapa Mommy tak memberi tau ku, hmm… oh...sekarang aku tau kau sudah jadi menantu kesayangan Mommy ya?" ucap Rafa sambil menarik hidung istrinya itu dengan gemas.
"Mas, sakit..." kesal Anggun lalu memukul pelan dada suaminya, sedang Rafa hanya bisa ter kekeh melihat Anggun yang kesal. "Aku sampai lupa mau ngasih tau Cleo" ucap nya lalu bangkit mengurai dekapan suaminya.
"Tunggu!' biar aku yang menghubungi Cleo" celetuk Rafa.
"Mas...'' Anggun memberi tatapan tajam kepada suaminya.
"Kamu kenapa mas? apa kamu masih cemburu, ingat Mas, Anthony sekarang sudah menjadi adik ipar mu dia suami Cleo dan ada kalanya kalian akan sering bertemu."
Ucap Anggun memberi pengertian kepada suami nya,
"Iya aku tau tapi kamu tau sendiri, bisa-bisanya dia mengatakan kalau aku merampasmu dari tangannya di hadapanku Saat ia akan menikah." jawab Rafa menatap lekat wajah istrinya,
"Mas, percaya sama aku Anthony bukanlah orang seperti itu dia itu hanya akan setia pada pasangannya saja dan aku yakin Cleo akan bahagia jika bersamanya apa lagi dengan kehadiran Twisn diantara mereka, itu akan memperkuat ikatan batin diantara orang tua nya"
Anggun menjelaskan panjang lebar sedang ke dua tangannya menggenggam erat ke kedua tangan Rafa sambil menatap dengan dalam manik mata suaminya itu.
Rafa yang mendengar penjelasan istrinya meraih tubuh Anggun lalu membawanya masuk dalam pelukannya, ada perasaan hangat saat mendengar semua penjelasan dari istrinya itu.
"Terima kasih sayang."
__ADS_1
"Terima kasih untuk apa Mas,?"
''Untuk semuanya. Terima kasih sudah hadir dalam hidupku, Rafa menangkup wajah istri nya dengan ke dua tangannya lalu kembali mencium pucuk kepala milik Anggun.