Istri Ke Dua Tuan Arogant

Istri Ke Dua Tuan Arogant
KAMU INI GAI YA?


__ADS_3

"Apa?' apa kamu yakin tidak salah lihat orang!' ini tidak masuk akal dan itu tidak mungkin!"


"Saya juga beranggapan seperti itu Tuan tapi saya melihat dengan mata kepala saya sendiri' dan saya yakin bahwa orang itu orang yang sama."


"Baiklah segera cari tau apa yang kamu lihat"


"Baik Tuan!"


"Dan ingat satu lagi Eric jangan sampai Anggun tau semuanya"


"Baik Tuan!" sahut Eric kembali di seberang telpon dan Rafa pun menutup telponnya.


Rafa yang duduk di kursi kebesaran di kantornya itu terus memikirkan apa yang baru saja di sampaikan oleh Eric anak buahnya. "Ini tidak mungkin kan?' aku tidak percaya dengan semua ini' tapi bagaimana jika semua nya benar dan bagaimana kalau Anggun sampai tau dan berjumpa dengannya"


Rafa merasa benar-benar kesal dengan berita yang baru saja di dengarnya, Apa lagi ketika ia memikirkan Anggun membuat hatinya langsung bergemuruh.


"Grr...aaakh...!" Rafa berteriak kesal menjambak rambutnya sendiri.


"Tut_Tuan Anda kenapa?" Leo yang baru saja masuk terkejut melihat Tuan nya itu uring-uringan tidak jelas.


"Kau sejak kapan kau masuk?" bukannya menjawab per tanyaan Leo Rafa malah bertanya balik.


"Baru saja Tuan!" jawab Leo


"apakah ada yang mengganggu Anda Tuan?" tanya Leo lagi karena tak biasanya Rafa seperti orang yang menahan sesuatu yang sangat besar dari raut wajahnya.


Setelah mendapatkan berbagai pertanyaan dan mekihat ke gelisahan di raut wajah sahabat sekaligus asistennya itu, akhirnya Rafa menceritakan apa yang ia dengar dari Eric.

__ADS_1


Leo yang mendengar dengan seksama cerita Tuan nya itu hanya bisa menarik nafas panjang dan sesekali menautkan alisnya.


"Apa Anda yakin dia itu orang yang sama Tuan?"


"Entahlah aku sudah menugaskan Eric untuk mencari tau kebenarannya" lanjut Rafa.


"Aku tidak takut padanya, hanya saja_" Rafa kemudin terdiam tak melanjut kan kata-kata nya ia mendesah dengan berat seolah sulit untuk mengatakan perasaan gelisah yang begitu mendalam.


"Yang aku takutkan adalah jika Anggun mengetahui ke benarannya maka dia akan pergi meninggalkan ku. Tuturnya dengan perasaan yang seperti menghimpit di dada nya karena membayangkan Anggun akan pergi dari nya dan memilih mencintai orang lain membuatnya tak sanggup untuk hidup ia seperti tak bisa bernafas.


"Tuan Anda jangan berfikir begitu' Nona Anggun' bukanlah wanita yang seperti itu Tuan" ucap Leo dengan cepat menimpali dan meyakinkan Tuan nya itu.


"Aku juga berfikir seperti itu tapi kamu tau sendirikan kalau aku dan Anggun memulai nya seperti apa aku yang memaksanya masuk di dalam ke hidupanku' aku yang memaksanya mencintaiku' aku tak pernah sekalipun memberinya ke bebasan untuk mengatakan apa yang ia suka dan ia tidak suka' aku itu egois padanya" keluhnya panjang lebar dan menyalahkan dirinya sendiri.


"Aku juga selalu memaksakan kehendakku padanya' aku selalu membuatnya jadi penurut, karena aku lebih suka dia mendengarkan ku dari pada membantah ku' bahkan mungkin aku yang memaksakan rasa cinta itu hadir pada dirinya' aku juga bingung dengan diriku Leo" sambil menatap ke arah Leo.


Leo yang mendengarkan keluh kesah teman masa kecil sekaligus Tuan nya itu, menyimak dengan seksama setiap kata yang terucap keluar dari mulut Rafa, dan satu yang membuat Leo tertarik adalah putri yang Rafa anggap sebagai bidadari kecilnya itu.


Ia terus berfikir apakah benar Laras itu adalah putri? karena jujur dari semenjak, Rafa mengenal Laras Leo tak pernah menyukai wanita yang doyan selingkuh di belakang suaminya itu.


Leo berfikir ingin membuka kedok Laras yang sebenarnya pada Rafa, tapi karena Leo melihat cinta yang begitu besar pada diri Rafa untuk Laras ia pun mengurungkan niatnya itu.


Ia ingin menunggu waktu yang tepat untuk membongkar semuanya, hingga Laras mengalami koma, ia belum berhasil mengungkap semuanya, dan dia pun curiga kalau Laras mempunyai hubungan special dengan suami Anggun yang dulu.


"Leo..Leo...!"panggil Rafa yang melihat Leo hanya diam tak merespon saat ia panggil.


"Ii_iya Tuan ada apa jawabnya ter gagap karena ketahuan melamun.

__ADS_1


"Ada apa?" menautkan sebelah alisnya.


"Iya Tuan ada apa?" sahutnya lagi menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Seharusnya aku yang bertanya' kamu yang ada apa, dan kenapa?' karena dari tadi aku mengajakmu makan siang tapi kamu hanya benggong saja bahkan aku sudah memanggil mu beberapa kali, Tapi kamu hanya diam. Jangan-jangan kamu sedang berfikir mesum ya!" goda Rafa memicingkan mata dan mendekatkan wajahnya pada wajah Leo sambil tersenyum mengejeknya.


"Mana ada aku berfikir seperti itu Tuan" jawab nya salah tinggkah.


"Ya mana aku tau!' kamu ini teman ku' aku sudah punya istri dua sedangkan dirimu biar seorang wanita aneh saja tidak ada yang mau jadi kekasih mu!" ejek Rafa lagi membuat Leo merah padam menahan malunya.


"Atau jangan-jangan kamu ini Gai ya?" ledek Rafa bergidik ngeri lalu keluar meninggalkan Leo di ruangannya Leo yang tersadarpun mengejar langkah Rafa.


"Tut_Tuan aku tidak seperti itu, kamu salah aku bukan Gai!" suaranya agak sedikit berteriak kerena Rafa yang jauh selangkah di depannya. Tanpa mereka sadari para pegawai menatapnya dengan tatapan aneh.


"Aku tidak butuh penjelasan yang aku butuh hanya pembuktian dan pembenaran" ucap Rafa tanpa menoleh, trus melangkah sedang Leo dengan setia mengikuti nya dari belakang. Dan saat Leo meraih tangan Rafa dari belakang.


"Dengarkan aku!" Bugh.


"Aaaaw sakit Maaf Tuan aku tidak sengaja"


"lain kali lihat-lihat kalau jalan!" ucap Leo datar saat seseorang menabraknya sedang tangannya masih menggeng gamerat tangan Rafa,


"Lina?' kamu kesini dengan siapa?"


"Dengan Nyonya Tuan" sambil menoleh kebelakang.


"Sayang kam_"

__ADS_1


"Jelaskan semua ini Mas...!


__ADS_2