Istri Ke Dua Tuan Arogant

Istri Ke Dua Tuan Arogant
ADU DOMBA ROMY


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu, akhirnya Metha pun benar-benar tersadar dari komanya dan Ia pun merasa sangat bahagia karena ternyata Eric telah menikahinya dan dia pun berterimakasih kepada semua orang yang terlibat di dalam pelaksanaan pernikahannya tersebut termasuk Anggun dan Rafa yang punya andil besar di dalamnya.


*


*


*


Sementara itu Dinda benar-benar berusaha menjauh dari suaminya, walau sebenarnya Ia sangat merindukan Angga, terkadang ia ingin memeluk suaminya dan mencium aroma tubuh Angga, karena hanya itu yang bisa menghilangkan mualnya di pagi hari, namun karena gengsinya Ia berusaha untuk menahan diri agar tidak terlihat menyedihkan di mata suaminya itu.


Yah semenjak hamil Ia terus merasa mual dan muntah di setiap pagi dan Angga dengan sigap terus memberi perhatian bahkan Ia pun rela membatalkan beberapa kontrak penting dengan kliennya hanya karena tak ingin meninggalkan Dinda yang masih dalam ke adaan morning signes.


Walau Ia merasa Dinda berusaha menjauhi nya dengan tak ingin berbicara, bertatap muka atau bahkan tidur pun Ia meminta untuk berpisah, dan Angga pun dengan sabar mengikuti ke inginan istrinya itu tanpa ada keinginan untuk membantah nya dengan tidak banyak berbicara atau protes karena ia tak ingin Dinda stres dan itu akan berakibat fatal untuk Dinda dan kandungannya, ia sebisa mungkin menghindari cekcok atau berdebat. Ia tau istrinya saat ini sedang dalam ke adaan hamil, untuk itu Ia memilih mengikuti saja ke inginan istrinya itu walau sebenarnya ia sangat tak ingin dan sangat terpaksa untuk melakukannya.


"Kamu jangan kesini dulu kamu taukan suasananya lagi tidak baik dan belum memungkinkan aku harap kamu mengerti dan faham situasi dan kondisi nya!"


"Tapi Kak Dinda itu sedang hamil, dan dia pasti sangat tersiksa, aku ketempat Kakak saja, lagi pula aku kan adik iparnya tidak mungkinkan Dinda akan marah padaku!" sahut Anggun di seberang telpon yang terus kekeh berdebat dengan kakaknya karena tak di izinkan menemui Dinda. Dan bukan tanpa alasan Angga melarangnya untuk bertemu.


Dalam ke adaan yang memanas seperti ini tidak mungkin ia mempertemukan istri dan adiknya di saat istrinya saja menolak untuk berbicara bahkan untuk menatapnya. Ia tak ingin Anngun tau apa yang terjadi di dalam rumah tangganya Ia tak ingin Anggun juga akan ikut stres memikirkan rumah tangga kakaknya.


"Aku bilang tidak ya tidak titik!" tegas Angga lagi karena Ia tak ingin kehadiran Anggun akan membuat Dinda merasa canggung"

__ADS_1


"Baiklah Kak aku minta maaf" lirih Anggun pelan hampir tak terdengar.


"Aku yang minta maaf, padamu karena belum sempat mempertemukan kalian nanti kalau sudah waktunya pasti kalian berdua akan bisa bersama, aku harap kamu mau mengerti maksudku sekarang beristirahatlah kamu juga kan sedang hami aku juga tidak mau kamu dan bayimu kenapa-kenapa karena aku juga menyangi kalian. Apa kau marah padaku?"


"Tidak aku tidak marah hanya saja aku kecewa!" jawab Anggun dengan sedikit ketus.


"Baiklah aku janji padamu setelah semuanya tenang dan baik-baik saja maka kau boleh kok kemari sekarang sudah dulu ya aku sebentar lagi mau keluara!" Jelas Angga Ia pun mengakhiri telponnya, dan melengang pergi tanpa menyadari kalau Dinda dari tadi menguping pembicaraannya.


"Ternyata kamu tak pernah ingin berubah Kak, aku fikir dengan menjauhimu kamu bisa sepenuh hati hanya memikirkan ku dan anak kita, tapi kenapa ada wanita lain yang tengah hamil dan bahkan kau mengatakan menyayangi mereka berdua." Lirihnya lalu melangkah masuk ke kamarnya Dinda menghempas kan tubuhnya di tempat tidur, "Aku fikir ini saatnya aku pergi, untuk apa aku bertahan jika semuanya seperti ini!" gumamnya berbicara pada diri sendiri.


Angga yang baru saja keluar dari kamarnya bermaksud mengajak Dinda keluar untuk mencari ke butuhan yang Ia perlukan di saat ia hamil.


Tok tok tok...!


"Sayang...! boleh ya aku masuk!?'' serunya sedikit berteriak, namun hasilnya tetap saja nihil, tetap tak ada jawaban membuatnya bertekat untuk segera membuka pintu.


Ceklek...


"Sas_sayang_ sayang kamu dimana Dinda!"


Angga membulatkan matanya saat membuka pintu tak mendapatkan siapa pun, matanya terus menyapu setiap sudut dikamar itu begitu juga dengan tempat di mana Ia biasa menghabiskan waktunya, ia mencari keseluruh ruangan bahkan toilet pun tak luput dari pemekrik saan nya.

__ADS_1


Deg...Deg.


"Dinda kamu kemana sayang kalau kau mau marah marah lah kepadaku tapi kenapa kamu pergi dari ku Dindaaaa...!!!" Angga berteriak sekuat tenaga memangil istrinya, hatinya begitu hancur memikirkan Dinda yang meninggalkannya tanpa pesan.


Buliran beningpun mengalir di pipinya, namun Ia segera tersadar saat mengingat cctv yang ada di apartemennya.


Dan betapa terkejutnya dia melihat Dinda naik mobil bersama orang yang sangat Ia kenal dan paling Ia benci yaitu sepupu tirinya Romy.


"Brengsek! ini pasti semua ulahmu"


gerutunya Ia pun segera menelpon Alex dan menyuruhnya mengalacak di mana keberadaan Dinda, dan tak lupa Ia juga menghubungi Rafa,


Rafa pun segera menugaskan Leo dan Eric untuk membantu Angga untuk segera melacak dan menemukan Dinda. Karena Romy tidak bisa di anggap remeh Ia orang yang selalu lolos dari jeratan hukum bahkan Ia sudah berkali-kali memalsukan kematiannya dan selalu merubah identitasnya.


"Kita sebenarnya mau kemana Kak!" seru Dinda Saat merasa Ia begitu jauh meninggal kan tempatnya bahkan kini Ia merasa di daerah yang sangat asing buatnya.


''Kamu tenang saja kita beri suami yang tidak bergunamu itu pelajaran biar dia tidak selingkuh lagi di belakangmu, kamu lihat saja di layar monitor itu!" Seru Romy menunjuk sebuah benda yang seperti komputer. Sedang Dinda hanya mengangguk dan menuruti keinginan Romy.


"Kak Angga mau kemana dia?" cicitnya membulatkan mata nya


''kamu lihat saja apa yang akan dia lalukan!" ucap Romy dengan seringai licik di wajahnya. Dan benar saja tak lama kemudian Dinda yang begitu terkejut membulatkan matanya, saat melihat adegan di depan matanya ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"I_ini tidak mungkin Kak, Anggun kenapa dia dan kak Angga harus mengkhianatiku seperti" Tes, tetesan embun jatuh mentes di pelupuk matanya,perih rasa hati nya begitu hancur melihat perselingku han suaminya itu bawa aku kembali aku ingin benar-benar berpisah dengannya."


Ucap Dinda dengan hati yang penuh luka,Emosi sudah pasti,sedang Romy terus memasang senyum jahatnya karena telah berhasil mengadu domba Dinda dan Angga.


__ADS_2