Istri Ke Dua Tuan Arogant

Istri Ke Dua Tuan Arogant
HAMPIR MEMPERKOSANYA.


__ADS_3

Setelah berkata seperti itu Angga pun memilih untuk pergi dari ruangan khususnya itu.


Alex pun mengikuti tuannya dari belakang


Tanpa bertanya sedikit pun.


"Aku mau pulang ke kontrakan, kau pulanglah. Dan tunggu perintah selanjutnya dariku!" ucap nya lalu beranjak pergi meninggalkan Alex yang di balas anggukan dari Alex sebagai tanda hormat.


Sementara Alex sendiri memutuskan untuk tinggal di ruangan itu karena ada sesuatu yang ingin ia cari tau tentang kecurigaannya selama ini tentang Anggun. la pernah ingin menceritakan kecurigaannya itu pada Tuan nya, tapi dia takut kalau dia salah, jadi ia memilih untuk menyelidikinya sendiri.


Sesampainya di kontrakan yang luasnya enam kali enam, Angga langsung menuju kamar mandi yang luasnya hanya dua kali dua, untuk membasuh badan dari ke penatan nya seharian, setelah semuanya rampung ia pun masuk di kamar yang bersebelahan dengan kamar Dinda.


Sedang Dinda bisa tertidur pulas setelah ia merasa benar-benar sudah tidak bisa menahan kantuknya, gadis itu benar-benar tertidur setelah beberapa kali ia menyegar kan badannya dengan air dan memakai lingeri yang sangat tipis seperti kulit ari itu.


Tok...tok...tok...


Suara ketukan keras di pintu tak jua membangunkan Dinda yang memang benar-benar tertidur pulas, karena ia baru bisa tertidur pukul tiga pagi tadi setelah penat mondar-mandir mengipasi tubuhnya bahkan mengguyurnya dengan air.


"Dasar gadis pemalas sudah jam segini dia belum bangun dan membuat sarapan untukku awas saja kau enak-enakkan tidur!" gerutu Angga bersungut kesal.


Ia pun membuka pintu kamar Dinda yang ternyata tidak di kunci.


"Sudah malas, gadis ini juga sangat ceroboh" gerutunya lagi, Angga melangkah mendekati Dinda yang tertidur dengan pulasnya di balik selimut itu, ia menepuk nepuk wajah Dinda dan menggonyang-goyangkan tubuhnya berharap Dinda segera terbangun dari tidurnya karena jika dia terbangun maka dengan bebas ia akan memberikan hukuman dengan alasan dia malas dan tidur sampai siang.


Namun sayang sekali tak ada tanda-tanda kalau Dinda akan bangun, Angga menyeringai tipis saat sebuah ide terlintas di benaknya. Dia mengambil segayung air lalu mendekatkan mulutnya di telinga Dinda,


"Dinda, banguuun..!"


teriaknya di telinga Dinda lalu ia pun menyiram wajah Dinda dengan air sampai basah kuyup.


"Mama-Mama jangan mengganggu aku kan sedang mau mandi-mandi hujan. "


Igaunya setelah berkata seperti itu ia pun kembali tertidur dengan suara dengkuran halusnya.


Angga benar-benar di buat kesal dengan tingkah laku Dinda yang betul-betul tak mau di bangunkan.

__ADS_1


"Dia itu tidur atau mati sih?" Kesal Angga ia pun terus menggerutu karena Dinda yang tak meresponnya. Angga kembali menyeringai saat terlintas sesuatu di otaknya.


"kali ini kamu pasti bangun!" sambil mendekat kan wajahnya ke wajah Dinda Angga sedikit membungkukkan badannya namun ntah mengapa jantungnya tiba-tiba berdetak dengan cepat, saat wajahnya berada beberapa centi dari wajah Dinda.


Bulu kuduknya pun meremang saat merasakan hembusan nafas Dinda yang begitu lembut mengenai dan menerpa wajahnya.


Deg.


"Ada apa denganku kenapa jantungku berdebar-debar dan kenapa dengan perasaan ini?"


Gumamnya dalam hati saat ada perasaan aneh yang menelusup masuk di relung hati nya yang paling dalam namun ia mencoba untuk menepisnya.


Lalu sesaat kemudian bibirnya pun tiba-tiba saja menyentuh bibir milik Dinda.


Seeeeer...


Dan seketika darahnya berdesir dengan hebat bahkan tanpa ia sadari ia mulai memberikan lum..atan kecil, ia pun menarik selimut yang menutupi tubuh Dinda.


Deg...deg...deg...


Sedangkan matanya seketika membulat Menyaksikan tontonan yang begitu menantang di depan matanya itu.


Glek...


Dengan susah payah ia menelan salivanya. Kini darah kelelakiannya pun seperti mendidih. Dengan nafas yang sudah tak berturan ia pun terus memberi memberanikan diri kembali memberi lum..atan dan masuk ke dalam ceruk leher istrinya yang masih terlelap tidur itu.


la menyecapnya begitu lama bahkan meninggalkan banyak tanda merah di sana. Dan tanpa di sadari ia kini menuntun tangannya untuk masuk menelusup di balik lingeri trasnparan yang memang sengaja Dinda pakai karena kepanasan.


satu tangannya mere..mas buah da..da milik Dinda sedang bibirnya kini turun untuk melu..mat buah da..da yang satunya lagi, dan tanpa di sadari satu des..ahan lolos keluar dari mulut Dinda.


"Aaahk"


Bahkan tanpa sadar tangan Dinda pun berusaha menekan kepala Angga, agar suaminya itu melakukannya lebih dalam lagi.


Sedang Angga kembali tersulut gai..rah saat kembali mendengar era..ngan dan desa..han dari Dinda walau dengan mata yang masih setia terpejam itu. Tangannya perlahan turun dibawah perut istrinya itu mencari dan menyentuh sesuatu yang memang sudah tidak ada kain penghalang itu.

__ADS_1


Ia menelusup kan satu jarinya masuk bermain menggelitik keluar masuk hingga membuat Dinda seperti cacing ke panasan.


"Aaaauuhk kak Angga..." satu era..ngan panjang keluar dari mulut Dinda saat ia merasa benar-benar ingin kencing.


Bahkan Angga kini berada di atas tubuh Dinda yang masih nggan membuka mata itu. Sedangkan sang Juniornya sendiri sudah menegang ingin segera masuk dalam sarangnya, saat ia ingin melakukan penyatuannya, tiba-tiba saja telpon milik Dinda bersering.


Drt..drt..drt..!


Suara deringan gawai di atas kepala Dinda segera menyadarkannya.


"Sial! apa yang aku lakukan? aku hampir saja memper kosanya." Umpatnya, lalu meraih selimut dan menutupi tubuh Dinda ia pun menutup pakaiannya yang sempat terbuka dan segera bergegas keluar untuk menuntas kannya di kamar mandi.


Ia tak habis-habisnya merutuki ke bodohan nya yang ingin membangunkan Dinda malah hal itu membuatnya terlena membangunkan sang juniornya sendiri dan kini terpaksa ia harus bermain solo untuk menuntaskan has..ratnya yang tertunda.


Drt..drt...drt...!


Suara deringan benda pipih yang begitu nyaring membangunkan Dinda dari mimpi indahnya, Dinda meraih gawainya tanpa melihat siapa yang menelpon.


"Halo ini siapa?" Dinda menyapa dengan suara berat khas orang bangun tidur.


"Astaga Dinda! apa jam segini kamu masih tidur...!" teriak suara yang di seberang sana.


Sontak membuat Dinda mengusap telinganya karena berdengung dan menjauh kan benda pipih itu dari wajahnya.


"Dinda-Dinda apa kau mendengarku!?" teriak orang yang di seberang telpon lagi.


"li Iya Mah." Jawabnya malas setelah tau siapa si penelpon pagi-pagi yang menggangu mimpi indahnya.


Ya ampun Dinda apa kamu tak punya jam di rumah suamimu itu? lihat sekarang sudah pukul berapa!" Dinda pun melirik jam di pergelangan tangannya dan sejurus kemudian.


"Aaaa…!" teriaknya.


"Dindaaa...! kamu sengaja ya ingin membuat Mama budeg!" teriak Mama Ayu lagi saat mendengar jeritan Dinda,


"Mah...maaf! sudah pukul sembilan aku belum memasak nanti kak Angga marah aku mau cuci muka dulu ya!" Teriaknya lalu bergegas bangkit dari tempat tidurnya.

__ADS_1


__ADS_2