Istri Ke Dua Tuan Arogant

Istri Ke Dua Tuan Arogant
APA AKU TIDAK SALAH DENGAR?


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


HAI..HAI...PARA PEMBACA YANG SETIA MAKASIH..YA YANG UDAH KASIH LIKE'KOMEN DAN HADIAH NOVEL PERTAMA KU INI SEMOGA SEMUANYA BISA TERHIBUR DENGAN CERITANYA๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜LOVE YOU ALL...


INI CERITANYA MASIH PASANG SURUT TENTANG PERASAAN RAFA'SAMA ANGGUN YA...JADI YANG SABAR AJA SAY....TETAP KASIH SEMANGAT BUAT AKU YA๐Ÿ˜†


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


"Setelah menidurkan Kenan Angun pun kembali untuk menemui Rafa...namun yang di caripun tak ada.


"Kemana mas Rafa apa dia langsung kekamar nya ya?"


monolognya dalam hati..."


lalu Anggun melangkah menuju dapur, mempersiap kan minuman dan cemilan untuk suaminya.


"Bibik Mery...!"seru nya pada salah satu Maid yang paling tua.


"Iya Nyonya...!''


"Apa Bibik lihat Mas Rafa ada di mana? Anggun bertanya karena sama sekali tak melihat suaminya itu.


"Dan iya jangan pangil saya dengan sebutan Nyonya Bik, panggil saja Anggun Bik?" imbuhnya lagi mengingatkan. Karena Ia tahu betul bahwa statusnya di rumah ini hanya istri sirri dan ibu susu Baby Ken,


"I iya Nyo_maksudnya Nak Anggun Tuan tadi kayak nya ada di ruang kerja nya Nak, karna tadi ada Tuan Leo yang datang."


Jelas Maidnya yang bernama Bik Mery.


"Baik lah Bik terima kasih dan tolong lihatkan Baby Ken ya Bik!' karna Anggun mau bawa ini untuk mas Rafa" jelasnya lebih lanjut, lalu melangkah pergi meninggal kan Bik Mery.


Bik Mery hanya menggangguk hormat dan menatap kepergian Anggun dengan pandangan yang begitu kagum dengan istri majikannya yang satu ini, tidak seperti Laras fikir nya istri majikannya ini jauh lebih memanusiakannya.


"Hah...mikir apa aku,Tuan Ken, aku hampir lupa" ucapnya menepuk jidat, lalu melangkah pergi, segera menuju kamar di mana baby Ken berada.


**********


"Jadi Tuan selama ini hanya berpura-pura tulus kepada Nona Anggun agar Nona Anggun jatuh Cinta sama Tuan lalu Tuan akan membuangnya setelah tak di butuhkan?"


"Ia Leo kamu benar aku ingin sekali membuat nya menderita karna suaminyalah yang telah membuat istri dan Anakku seperti ini."


Deg...


"Apa?' apa aku tidak salah dengar?...Jadi Mas Rafa hanya...__"


Anggun yang medengar percakapan Rafa dan asisten Leo diam mematung di depan pintu dengan tangan yang menggantung di udara karena niat yang semula ingin mengetuk pintu dan itu di urung kan nya setelah mendengar pembicaraan dua pria yang di dalam sana.


Anggun, menutup mulut dengan ke dua telapak tangannya, menahan embun yang menggenang di pelupuk mata, sakit menusuk Relung hati yang ter dalam, tak menyang ka kalau suaminya akan tega melakukan semuanya...

__ADS_1


Lalu ia melangkah meninggal kan tempat di mana ia masih berdiri mematung.


Ia berlari meninggal kan nampan yang di simpan di atas nakas yang ada di samping pintu kerja Rafa.


"Tapi....kamu tau Leo...__" menjeda lalu melanjut kan ucapannya.


"Semakin aku berusaha untuk menyakitinya hati ku yang semakin merasa tersiksa, sedang Aku sendiri sudah berjanji pada Laras untuk membalas apa yang suaminya lakukan'' jelasnya panjang lebar.


Sedang Leo mendengar dengan seksama apa yang majikannya itu ceritakan tanpa ingin menjedanya.


"Leo...!!! apa kau tidak mendengar ku...?"


ketusnya menatap tajam ke arah Leo...


glek...


"Tut Tuan...ss saya mendengarkan Anda dan menurut saya Anda sudah jatuh Cinta pada Nona Tuan." Jawab nya ter bata, namun penuh keyakinan, dengan menelan saliva nya susah payah.


"Dan Tut Tuan_'' mengantungkan kalimatnya.


''Dan apa lagi Leo...?"


"Bab bagaimana jika tuan benar-benar mencintai Nona Anggun"?


"Rafa yang mendengar pernyataan dan pertanyaan dari Leo hanya bisa menarik nafas dan membuangnya kasar sambil memencet pang kal hidung nya.


"Leo...!"


"Ya...Tuan...!"


"apa kamu ingat di hari Kenan jatuh sakit. Sedang waktu itu kamu dan Anggun tiba-tiba datang? bisa kamu jelaskan kamu dan Anggun__" menggantungkan kalimatnya.


"Tut Tuan waktu itu...!"


Flash back ON#


Leo yang baru saja keluar dari lobi kantor berjalan menuju parkiran. Namun tiba-tiba langkah nya terhenti dengan dering ponsel nya. Leo berhenti dan merogoh saku celananya dan melihat pangilan siapa yang masuk.


"Oma Clara...?" menaut kan alis nya.


"kenapa Oma Clara menelpon apa ada sesuatu yang terjadi?" gumamnya... menatap gawainya lalu menggeser warna hijau.


"Assalamualaikum...."


"Halo...Oma..."


"Walaikum salam..."

__ADS_1


"Leo,..kamu dimana?"


"masih di kantor Oma ini baru mau pulang"


"Leo apa boleh Oma minta tolong...?"


"minta toloong...?' memangnya ada apa Oma?"


"Tidak ada apa-apa hanya saja,Tolong cari Anggun, dan bawa dia pulang segera karena dia tak tau alamat di sini...!!!"


"Baiklah Oma saya akan melacak keberadaan nya."


"Ok! trimakasih Leo kamu memang bisa Oma andalkan..."


"sama-sama Oma, ya sudah Leo berangkat dulu Oma..Assalamuaalikum."


"Waalaikum salam" mengakhiri pangilannya.


Lalu Leo masuk ke mobil dan melaju membelah keramaian jalan ibu kota.


dia kemudian melacak di mana keberadaan


Anggun. Dan tak butuh waktu lama iya sudah bisa menemukan posisi Anggun yang sebenar nya.


Sedang Anggun yang kebingungan harus pulang kemana, terpaksa menuju ke sebuah danau. Di sana ia duduk sendiri sambil menikmati pemandangan danau buatan yang sangat indah.


Namun tiba-tiba rasa nyeri menyerang


payu..da..ra nya, karena dari siang sampai sore ia tak menyusui Anaknya.


Anggun meringis menahan sakit sedang sebagian air susu nya sudah mulai menetes membasahi pakaiannya.


"Kenaan...Bunda rindu Sayang hisk..hiks.." isaknya. Dan sesaat kemudian tiba-tiba ia di kejutkan dengan seseorang yang memegang pundaknya, dia pun terkesiap melihat siapa yang datang.


"Tut Tuan Asisten...!!!"ucapnya penuh harapan. Seolah tak mempedulikan rasa sakit nya.


"Nona...maafkan saya datang terlambat Saya kemari untuk memjemput Anda Nona"ucap Leo "Iya...ayo kita pulang aku sangat menghawatir kan ke adaan Kenan" Lanjutnya lagi,


"Tapi...Nona apakah Anda tidak apa_apa"


karna saya melihat wajah Anda begitu pucat?"


"Aku tidak apa-apa...!" yang penting sekarang bawa aku pulang cepat...!!!" perintahnya.


"Baik Nona.." ucap Leo membukakan pintu mobil dan merekapun segera meninggalkan Danau untuk menuju mansion Rafa.


flash back of#

__ADS_1


"Itulah cerita yang sebenarnya Tuan,bucap Leo mengahiri ceritanya. Sedang Rafa yang menyimak ceritanya hanya diam seribu bahasa, berusaha mencerna setiap kalimat yang di ceritakan Leo.


__ADS_2