
Rafa membulat kan matanya mendengar pengakuan Leo yang begitu tiba-tiba, bagaimana tidak kejadian itu baru sehari.
''Ini gila, benar-benar gila, kenapa bisa ke betulan seperti ini. Jadi apa karena itu kamu terus melamun seharian ini? lalu bagai mana rencanamu selanjutnya?" Leo lalu menceritakan semua permasalahannya, tak ada satupun cerita yang terlewatkan, bahkan kecurigaan Leo kepada Lina pun Ia ceritakan.
Rafa mengerutkan keningnya, lalu menatap Leo sejenak.
"Apa kamu yakin dengan kecurigaanmu itu?" "Ntahlah Tuan, tapi Anda jangan khawatir saya juga sudah menyuruh Eric untuk terus menyelidikinyaTuan, dan kita harus mengawasi Nona Anggun, saya khawatir bukan saja Tuan baby Ken, tapi Nona juga jadi incarannya."
"Okei... baiklah, aku akan tetap mengawasi Anggun dan kau juga harus segera menikahi Lin_maksud ku Chelsy. Aku tau masalahmu tidak mudah kawan tapi kau harus berusaha bersikap tenang dan jangan gegabah kamu mengertikan apa yang aku maksud?" ucap Rafa sambil menepuk punggung sahabatnya itu untuk memberikan nya ke kuatan.
"Iya Tuan saya akan berusa semaksimal mungkin."
"Oh iya semoga putramu lekas sembuh" doa Rafa tulus.
"Aku tak menyangka ternyata punyamu boleh juga, hanya satu kali celup langsung tokcer." Kekehnya melihat ke arah bawah Leo, Rafa hanya bisa kembali terkekeh melihat wajah Leo yang berubah merah padam karena menahan malu. Sedang Leo hanya membalas dengan tersenyum kecut.
*
*
*
"Halo sayang kamu di mana?"
"Aku lagi pusat perbelanjaan di jln xxx Mas"
"Baiklah tunggu aku ya aku akan memjemput mu jangan ke mana-mana okei"
"Emangnya kamu ada dimana Mas?"
"Aku berada tak jauh dari tempatmu sayang mungkin beberapa menit lagi aku sampai." "Baiklah Mas hati-hati ya."
__ADS_1
"Iya sayang terima kasih,"
Tut...tut...tut...panggilanpun terputus.
Selang beberapa menit ke mudian Rafa benar-benar sudah berada pada pusat perbelanjaan di mana Anggun berada, ia kemudian ke luar dari dalam mobil lalu menuju tempat dimana Anggun menunggu nya.
"Hai...sayang..."
"Mas...aku-aku melihatnya, dia-dia masih hidup." Ucap Anggun bergetar menahan ketakutannya.
Deg.
"Apa maksudmu sayang?"
Anggun, pun seketika menumpah kan air matanya membuat Rafa cepat- cepat menarik istrinya ke dalam pelukan.
"Hai sayang katakan apa yang menyebabkan mu seperti ini bukankah tadi kau baik-baik saja. Dan siapa yang kau lihat masih hidup?"
dengan perasaan yang campur aduk Rafa meneruskan pertanyaannya.
"Sayang ayo kita pulang nanti kita bicara di rumah disini banyak orang, lihatlah nanti mereka fikir aku menganiaya istri ku lagi." bisik Rafa lembut di telinga Anggun dan dibalas anggukan dari Anggun,
lalu merekapun beranjak keluar dari tempat itu dan sepanjang perjalanan tak ada percakapan hening, hanya sesekali terdengar suara sesenggukan dari Anggun, sedang baby Ken, terlelap dalam pangkuan Bik Mery.
Setelah sampai di Mansionya Rafa menuntun istrinya masuk di kamar.
"Bik titip Kenan ya, Anggun butuh istirahat dulu sebentar!" serunya pada Bik Mery.
"Iya Tuan" jawab Bik Mery sambil mengangguk hormat.
Rafa pun masuk di kamar membawa istrinya,terlihat di raut wajah istrinya ia menyimpan kesedihan karena mata sembabnya masih meneteskan air mata, ini di luar ekspektasi nya ia tak menyangka ternyata Anggun akan secepat ini melihat sendiri kalau Romy masih hidup.
__ADS_1
"Sayang hey lihat aku! sekarang sebutkan apa yang ingin kau katakan.
"Mas aku harus bagaimana?' Mas Romy masih hidup.
"Apa kau masih mencitainya?' Jika kau masih mencintainya pergilah padanya aku akan melepaskanmu!" dengan suara berat ia mengucapkan kata-kata itu.
Plak.
Satu tamparan mendarat di pipinya, membuat wajahnya terasa panas, Ia tak menyangka kalau Anggun akan menamparnya dengan begitu emosi.
"Apa kamu bilang Mas, melepaskan ku?" menunjuk diri sendiri sambil menatap tajam ke arah suaminya.
"Kamu kira aku apa Mas? kamu kira aku ******? ini yang kamu bilang kalau kamu sangat mencintaiku. Aku kecewa sama kamu Mas kenapa kau harus menyerah sebelum berperang!" Teriaknya dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Kenapa kau selalu meragukanku Mas, padahal kamu tau sendiri kalau aku ini sangat mencintaimu" lirihnya pilu.
Rafa meraih tubuh istrinya yang sesenggukan lalu mendekapnya erat.
"Maaf-maafkan aku sayang." Hanya itu yang bisa ia ucapkan, Ia menatap wajah istrinya yang masih sembab itu lalu mengecup kedua mata istrinya hingga turun ke bi..bir memberi lum..atan kecil.
"Aku sudah tau kalau Romy itu masih hidup"
Sela Rafa setelah melepaskan pangutannya, Anggun menautkan alisnya lalu menatap Rafa dengan intens.
"Sejak kapan Mas..?''
"Sejak beberapa hari yang lalu, maafkan aku, aku merahasiakan ini karena aku tidak mau kehilangan kamu, aku takut kamu akan pergi dariku kalau kamu bertemu Romy" jelasnya lagi.
"Mas..."
"Hem..."
__ADS_1
"Maafkan aku karena sudah menamparmu" sesal Anggun.
"Tidak apa-apa sayang itu tandanya kamu mencintai ku, dan terimakasih karena sudah mencitaiku begitu besarnya." terang Rafa lalu kembali mengecup pucuk kepala Anggun, lalu memeluk erat istrinya itu.