
Cleo trus berlalu pergi meninggal kan Restauran,tanpa menyadari sepasang mata menatap kepergian nya,dengan tatapan yang tak dapat di mengerti.
*
*
"Bagaimana Dokter?"apa dia baik-baik saja?" tanya Angga kepada Dokter yang memeriksa Dinda yang baru saja keluar dari ruang praktek nya. Tidak ada yang perlu di khawatir kan Tuan,istri Anda baik-baik saja,dan ini resep obat yang harus Anda tebus". Kata Dokter menjelas kan,sambil menyodor kan secarik kertas resep
obat.
"Istri? dia bukan isrti ku. Ucap nya datar dengan tatapan yang dingin. "maaf Tuan saya kira_sudah lah jika semua sudah selesai aku akan pergi" ucap nya lagi memotong ucapan sang Dokter.
"Apa aku boleh menemui nya?" "boleh Tuan silah kan"ucap Dokter mempersilah kan Angga untuk menemui Dinda,Angga pun menelpon seseorang "cepat lah kemari!" tak lama orang yang di telpon nya pun datang Angga pun menyerahkan kertas resep obat Dinda,segera tebus obat ini lalu bawa kemari!" perintah Angga pada Asisten nya.
"Baik Tuan",ucap nya memberi hormat lalu pergi. Dan kini Angga pun langsung memasuki ruangan di mana Dinda masih terbaring dengan kaki yang memar kemerahan.
Ceklek,tap tap tap Dinda yang mendengar suara langkah kaki menoleh ke arah pintu dan melihat siapa yang datang,dan saat mengetahui yang datang adalah Angga dia benar- benar menjadi salah tingkah,betapa tidak jantung nya berdegup kencang saat sorot mata nya bertemu dengan manik mata ber warna Coklat di depan nya.
"Kata Dokter Kamu sudah tidak apa-apa,semua baik-baik saja",jelas nya,"nanti akan ada yang mengantar kan obat'minum lah dan istrahat beberapa hari biar kaki mu cepat membaik'aku masih ada urusan'jika kau butuh sesuatu orang-oarang ku ada di luar untuk mem bantu mu"lanjut nya lagi dengan mimik wajah dingin.
"Ia pun berlaru pergi meninggalkan Dinda yang masih bengong dan menetralisir degup jantung nya. "Hufff Tuhan kenapa dia harus hadir di saat yang tidak tepat seperti ini sih." ucap nya,
__ADS_1
*
"Bagai mana apa sudah ketemu?" "belum Tuan" jawab orang yang di seberang telepon,baik lah trus cari tau walau harus sampai di plosok kota ini,trus sebar kan orang- orang mu untuk mencari nya!"perintah nya lagi."Baik tuan." "Dengar, kali ini aku tak ingin ada kata gagal! jika kalian gagal maka kalian akan tau akibat nya." Ancam nya lagi.
"Bab_baik Tut_Tuan!" Okey aku tunggu kabar selanjut nya." Lalu Angga menutup telpon nya.
Angga menyandar kan tubuh nya pada steering seat,sedang tangan nya mencengkram dengan kencang steering wheel. sungguh ia merasakan sesak karena memikir kan orang yang sangat ia rindukan.
"Kamu di mana Anggun sayang?"...lirih nya aku sudah mencari mu ke mana-mana,tapi kenapa diri mu susah sekali aku temukan'kamu tau Anggun aku sangat merindukan mu sayang." Lirih nya pilu dengan menahan sesak di dada nya.
*
*
*
"Uhuk uhuk uhuk,"ini minum sayang" ucap Rafa menyodor kan Air minum pada Anggun, "kamu kenapa sayang?' bukan kah aku sudah bilang kalau makan hati-hati' kenapa kamu makan nya selalu ter buru-buru?' ucap Rafa lembut, "Mas aku tidak sedang makan buru-buru,tapi perasaan ku mengatakan'ada orang yang menyebut ku'dan lagi merindukan ku."
Ucap Anggun yang langsung mendapat kan tatapan tajam dari suaminya,"jangan bilang kalau kekasih mu yang waktu itu merindu kan mu?"ucap Rafa dengan nada cemburu,Rafa langsung memilih pergi karena ia merasa kesal dengan Anggun yang menurut nya masih mengingat mantan kekasih nya itu.
Sedang Anggun yang melihat suami nya pergi dengan raut wajah tak dapat di artikan segera menyusul suami nya yang memasuki kamar dengan membanting pintu,BRAAAK'. Deg
__ADS_1
Anggun yang sadang menyusul di belakang pun ikut terperanjat kaget, mendengar suara pintu yang di banting,nyali nya menjadi ciut karena akan menghadapi suaminya dalam keadaan emosi. Namun ia membarani kan diri untuk mengetuk pintu.
Tok..tok..tok..tok Mas, boleh aku masuk ya! teriak nya pelan dari luar,namun tak mendapat jawaban dari suaminya. Mas please biar kan aku akan menjelas kan semua nya,namun tetap tak ada jawaban,merasa tak ada jawaban dari dalam Anggun memberanikan diri untuk membuka pintu.
Ceklek
Anggun pun segera melangkah masuk dan mencari keberadaan suami nya,mata nya menyapu seluruh ruangan namun tak mendapat sosok orang yang di cari nya.
Mas kamu di mana?'apa kamu ada di dalam kamar mandi?'teriak nya lagi namun ia pun tak mendapat jawaban kan jawaban.
Angun lalu melangkah menuju balkon,dan di sana di dapat Rafa yang sedang berdiri di tepi balkon dengan bertelanjang dada sambil menatap langit malam,sedang ke dua tangan nya berada di dalam saku celana, Anggun pun segera melang kah dan memeluk suami nya dari belakang.
"Mas apa kamu marah?"Rafa yang mendapat pelukan hangat dan lembut dari belakang tak menjawab pertanyaan Anggun,karena memang dia sedang marah,karena ia tak habis fikir bisa-bisa nya Anggun mengatakan ada sese orang yang merindu kan nya sedang kan dia adalah suami nya yang sah. "sayang jawab aku kenapa diam saja?" tanya Anggun lagi.
Deg...Mendengar kata-kata sayang yang keluar dari mulut Anggun,perasaan Rafa menghangat dan jantung nya berdetak dengan cepat,ia mengurai pelukan Anggun dan membalik kan tubuh nya metap lekat wajah yang ada di depan nya yang menurut nya semakin hari semakin menggoda. Dan kini membuat nya terpesona walau dengan ke dua mata ter tutup
Sedang Anggun sendiri begitu terkejut ketika suaminya mengurai pelukan kan yang ia berikan dan Rafa membalikan tubuh nya,ia menutup ke dua mata nya takut kalau suami nya akan marah dengan tindakan nya yang lancang memeluk suami nya yang sedang marah.
Rafa menyungging kan senyum nya melihat ke polosan sang istri itu. lalu tatapan nya tertuju pada bibir merah Anggun,walau dengan temaram cahaya lampu di balkon bibir itu semakin menggoda,senyum nya pun kembali mengembang saat terlintas di benak nya untuk menggoda istrinya.
"Buka mata mu dan tatap aku!"ucap nya dengan nada perintah,Anggun pun membera nikan diri untuk membuka mata nya dan menatap wajah Rafa begitu lekat,glek ia bersusah payah menelan salivanya saat begitu dekat melihat ketampanan suaminya itu.
__ADS_1
Glek...'