
"Lepaskan mereka!" teriak Anggun histeris "jika kau ingin aku menyelamatkan mereka maka kemarilah sayang aku merindukanmu seringai Romy dengan senyum jahatnya. "Bab_baiklah aku ikut tapi lepaskan mereka!"
Anggun berucap dengan harap-harap cemas Ia pun berjalan perlahan mendekati Romy.
"Berhenti! Anggun jangan mendekat!" teriak Angga dan Rafa yang baru saja tiba.
Namun terlambat dengan secepat kilat Romy menarik lengan Anggun dan membawanya segera masuk di mobil bersama Dinda dan Kenan, dengan secepat kilat mobil itupun melesat meninggalkan rumah sakit. Rafa pun bergegas menyusul mereka.
"Aku ikut...!" celetuk Angga.
"Tapi kau--"
"Aku tidak butuh penolakan" selanya memotong ucappan Rafa.
"Ayo cepat kita kejar mereka kamu tidak tau Romy bisa melakukan apa saja!" seru Angga lagi dan Rafa pun bergegas menyusul isrti mereka. Dan akhirnya mereka sampai di sebuah gudang kosong di pinggir sungai.
"Di mana mereka?' kita harus berpencar" Ucap Rafa memberi usul.
"Baiklah..." jawab Angga, mereka pun berpencar mencari keberadaan Romy
"Hahaha aku tidak menyangka kalau kita akan bertemu disini dan seperti ini Adik sepupuku yang terbaik!" seru Romy menyambut kedatangan Angga tepat didepannya dengan seringai jahat.
"Kamu jangan banyak bicara cepat katakan di mana kau sembunyikan Adik dan istriku cepat katakan dimana mereka!" Angga menatap nya lang.
"Jika terjadi sesuatu pada mereka maka aku tidak akan menganpunimu bahkan langit dan bumi akan mengutuk semua berbuatan mu itu!" Namun Romy hanya tertawa terbahak-bahak mendengar ancaman dari Angga.
"Ha...ha...ha...!"
"Kau kira aku anak kemarin sore yang harus kau takut-takuti dengan ucapan sampah mu itu. Jika kau menginginkan mereka maka berusaha lah untuk membuatku senang jika tidak kau akan tau akibatnya." Ucap Romy berbalik memberikan ancaman nya.
"Kau hanya punya urusan dengan ku! kau tak punya urusan dengan mereka jika kau ingin menghabisi maka kau bisa menghabisi aku" Tawar nya.
__ADS_1
"Ha..ha..ha..! aku sungguh merasa senang melihatmu seperti ini kamu tau kegundahan di hatimu membuatku sangat dan sangat bersemangat ingin membunuh mereka!"
"Tidak...! jangan lakukan itu aku adalah musuhmu sekarang katakan padaku dimana mereka dan biarkan mereka pergi dari sini kau boleh menawanku. Tapi lepaskan mereka aku mohon!"
"Tidak segampang itu lihatlah mereka, ada di sana dan aku sangat bahagia melihat wajah tertekanmu itu sepupuku."
"Mereka tidak bersalah lepaskan mereka! urusanmu adalah denganku brengsek!" Angga geram karena melihat wajah kedua orang yang di sayang bergetar ketakutan.
"Cup cup cup berteriaklah sepuasnya sebelum istri dan Adikmu itu berakhir di tangan ku. Aku akan sangat bahagia sekali melihat kau hancur setelah itu kau pun akan berakhir, tapi jika kau ingin mereka selamat maka tanda tangani ini!"
Sarkas Romy melempar sebuah file yang ada di tangannya tepat di depan Angga.
"Dan aku ingin seluruh Anak buahmu untuk tidak mengambil tindakan gegabah kalau tidak mereka bertiga akan berakhir!" ancamnya lagi. "jika kau tak percaya maka lihatlah ini!" Romy menarik sebuah tali.
"Kakak tolong aku...!" jerit Anggun, yang bergelan tungan sedang di bawahnya banyak sekali ranjau yang dia takutkan bukan kematiannya, Tapi anak di dalam kandungan nya yang akan itu jadi korban.
"Dan lihatlah kemari"
"Sekarang! aku beri kau waktu tiga menit untuk menyelamatkan mereka, jika tidak mereka akan mati mengenaskan di depan matamu, setelah itu kau tanda tangani berkas itu!" perintahnya dan tak menunggu waktu lama Angga berlari mendekati Dinda dengan sekuat tenaga Ia memecahkan Tabung kaca itu, namun semakin dia ingin memecahkan nya, maka Dinda semakin tersiksa di dalam Angga yang binggung selalu mencoba segala cara hingga waktu yang tersisa tinggal 2 menit lagi.
Sedang Romy sendiri tertawa bahagia melihat Angga yang terus bersusah payah berusaha menyelamatkan istri dan adiknya itu. Ia terus menertawakan Angga yang terlihat panik dan bingung yang terus berusaha mencari jalan keluar untuk istri dan juga Adiknya.
Hingga sisa waktu menyisakan sisa sepuluh detik dalam hitungan mundur.
namun di tengah kekalutannya Angga pun tak sengaja memencet sebuah tombol dan,berhasil pintu tabung kaca tiba-tiba terbuka bersamaan dengan Anggun yang juga terselamatkan dari ranjau.
Pok pok pok... Romy pun bertepuk tangan dengan menampilkan seringai jahatnya.
"Dinda, Dinda, sayang kamu tidak apa-apakan sayang?" Angga yang panik mengguncang tubuh istrinya yang lemah itu bertahanlah sayang ucapanya lalu memberikan nafas buatan agar oksigen tersalur kembali dengan sempurna.
"Kak Angga maafkan aku." Lirih Dinda menatap sendu dengan berurai air mata.
__ADS_1
"Sudah jangan di fikirkan yang penting kamu baik-baik saja." Selanya sambil memeluk tubuh sang istri. Namun seketika dia tersadar dengan ke adaan Anngun.
"Anggun kamu bagaimana apa kau baik-baik saja!" serunya berbalik menatap sang Adik.
"Iya Kak aku baik-baik saja. Tapi Kenan, mereka membawanya pergi entah kemana.'' Jelas Anggun yang mulai terlihat panik.
"Sudah jangan banyak bicara aku tak punya banyak waktu tanda tangani berkas itu cepat!" Sarkas Romy lagi Angga pun segera meraih kertas dan membaca isinya,
"Apa kamu sudah gila kamu menyuruhku menanda tangani semua ini?"
"Yah benar sekali aku sudah gila dan gila pada semua harta mu, dan ya istri mu itu terlalu bodoh untuk di kelabui, lebih baik aku memgirimnya dulu ucap Romy menodong kan sebuah pistol dan spontan membuat Dinda terkejut.
"Jangan lakukan itu baiklah aku yang akan menanda tanganinya."
"Jangan lakukan itu kak! biarkan dia melakukannya, aku tidak pantas di sebut sebagai istrimu!." Cicit Dinda penuh penyesalan.
''Jangan berkata seperti itu sayang, kau lebih penting dari segalanya, Maafkan aku yang selama ini selalu menyakitimu.'' balas Angga menatap nanar sang istri.
"Setelah menanda tangani berkasnya Angga pun menyodorkannya dan Romy pun menerima dengan penuh bahagia melihat tanda tangan yang Angga sudah berhasil Ia dapatkan.
Sedang asyik-asyiknya Romy melihat dan membacanya dan ke sempatan itu tidak di sia-siakan Angga Ia langsung memukul tengkuk Romy dengan benda tumpul hingga membuat senjata yang ada di tangan Romy pun terjatuh, sedang Romy mengerang kesakitan. Bersamaan dengan itu pula Rafa pun tiba dan.
"Mas, anak kita di bawa orang aku tidak tau kemana!" Seru Anggun.
"kita keluar dulu ayo" Angga menarik lengan Anggun, namun baru saja Dinda dan Anggun melangkah.
"Brengsek kalian apa kalian kira akan mudah keluar dari sini!" teriak Romy.
Membuat mereka semua memasang mata waspada, tidak akan membiarkan kalian lolos dari sini, terjadilah pertempuran sengit antara Angga, Rafa dan Romy, Angga yang masih lemas pun terkapar di lantai.
"Kak..!"
__ADS_1
pekik Anggun dan Dinda dan di saat itu juga Romy berhasil meraih senjatanya dan mengarahkannya kearah Dinda dengan menarik pelatuknya dan, dor dor dor...!