Istri Ke Dua Tuan Arogant

Istri Ke Dua Tuan Arogant
CLEO HAMIL


__ADS_3

"Din, dinda… apa kau mendengarku?" tanya Anthony kembali, setelah merasa wanita di depannya itu hanya diam tak menggubrisnya, sesaat kemudian Cleo berusaha membalikkan tubuhnya namun tenaganya sudah tidak kuat lagi, ia merasa seluruh otot dan persendian nya sudah tidak mampu lagi untuk menahan bobot tubuhnya, hingga ia pun merosot kan tubuhnya, beruntung ada yang menopang tubuhnya hingga tak jadi membentur lantai Toilet.


"Din, dinda…!" seru Anthony panik, namun sesaat kemudian.


"Kamu siapa? dan di mana Dinda?" tanya Anthony saat membalikan tubuh Cleo yang ternyata bukan Dinda, sedang Cleo hanya bisa tersenyum lemah dengan wajah pucat yang mendominasi.


"Tuan Anthony, ternyata benar itu kau? dengan mendengar suara dan sentuhanmu aku bisa merasa kau adalah Tuan Anthony." ucapnya pelan dan lemah dengan air mata yang secara perlahan tiba-tiba menetes begitu saja di pipinya itu.


Deg.


"Kamu siapa dan di man Din_?" pertanyaan Anthony terputus saat melihat Cleo menutup matanya.


"Hei..! bangunlah kamu jangan pingsan dulu Aku belum selesai bertanya!" seru Anthony panik, dengan terus mengguncang tubuh Cleo.


Setelah tidak ada pergerakan sama sekali Anthony akhirnya berinisiatif untuk membawa Cleo ke klinik yang terdekat dari Cafe tersebut, la pun menggendong tubuh Cleo, ala bridal style.


*


Dan disinilah Anthony sekarang menunggu hasil pemeriksaan Cleo.


"Tuan Anthony silahkan ikut saya!" pinta sang Dokter dan Anthony pun mengikuti Dokter itu dari belakang lalu masuk ke ruang Obgin.


"Kenapa kita masuk kesini Dokter?"


Tanya Anthony dengan wajah yang benar-benar binggung karena harus di bawa keruang Obgin, di mana Cleo masih terbaring setia menutup matanya bukannya menjawab pertanyaan Anthony tapi Dokter itu malah tersenyum lebar membuat Anthony yang melihatnya bertambah bingung.


Dokter pun mengambil crem khusus untuk di olesi di perut Cleo, lalu menempelkan sebuah alat yang sudah terhubung dengan layar Computer, sedangkan Anthony hanya diam mematung menatap layar Computer yang menunjukkan sesuatu di depan matanya itu.

__ADS_1


Deg.


Dan entah kenapa Anthony merasa jantung nya berdegup kencang sedang keringat dingin membasahi tubuhnya, padahal di ruangan tersebut Ac nya begitu dingin.


Anthony menatap wajah gadis yang berkaca mata tebal di depannya dengan penampilan culun dengan rambut yang di kepang itu, membuatnya teringat dengan seseorang yang pernah ia renggut kehormatannya.


'Ce...' lirihnya pelan lalu ia pun tanpa sadar menggenggam tangan Cleo dengan lembut dan hangat.


"Bagaimana Dokter?" Anthony bertanya dengan di dominasi ke gugupannya.


"Selamat Tuan, istri Anda hamil dan bayinya kembar, Dokter menjelaskan sambil menunjuk dua titik hitam di layar Computer yang masih sebesar biji kacang hijau.


Deg.


"Istri,? hamil? bayi kembar?" Anthony tiba-tiba terkejut dengan pendengarannya.


"Iya istri Anda hamil dan ini resep obatnya. Anda harus memperhatikan istri Anda, jangan biarkan dia stres karena di trimester awal ini kandungannya masih rentan apa lagi saya melihat kandungan istri Anda ini sangat lemah jadi Anda harus banyak memberi perhatian."


Sekarang Cleo sudah di pindahkan ke ruangan yang lebih luas sedang Anthony ke Apotik untuk menebus obat untuk Cleo.


Sementara itu Cleo melenguh tersadar dari pingsannya Ia memutar bola mata berusaha mengingat apa yang terjadi sehingga merasakan tangannya tertancap sebuah jarum infus.


"Apa yang terjadi padaku kenapa dengan tanganku?" ia berusaha untuk bangkit namun ia merasa kepalanya sakit seperti habis di timpa beban beribu-ribu ton,"


"Ada apa denganku! kenapa badanku lemas semua, seperti tidak bisa di gerakkan?' apa aku akan lumpuh?" lirihnya ketakutan.


"Kamu jangan banyak bergerak dulu, kondisi mu belum stabil, ini makanlah, lalu minumlah obatmu!" ucap Anthony yang tiba-tiba saja masuk membawa bingkisan obat dan makanan. Cleo yang mendengar kalimat perintah dari Anthony membelalakkan matanya ketika melihat siapa yang memiliki suara itu.

__ADS_1


"Tut_tut_Tuan Anthony?" gagapnya berucap dengan mulut yang sedikit terbuka kerana baru teringat atas apa yang menimpanya.


"Apa yang terjadi padaku? aku sakit apa? kenapa kepalaku begitu berat? dan badanku susah untuk di gerakkan, dan kenapa kau berada di sini?" ucapnya lagi dengan nada yang mulai bergetar.


"Boleh Aku menjawab semua pertanyaanmu tadi?" tanya Anthony yang segera di angguki Cleo.


"Kamu tidak sakit, tapi kamu hanya sedang hamil, hubungi suamimu, untuk menjemputmu, karena aku banyak urusan, dan jelaskan padaku di mana Dinda, kenapa kamu berada dalam ruangan yang aku dan Dinda akan tempati untuk bertemu? apa hubunganmu dengan Dinda sebenarnya?" tanya Anthony beruntun.


"Semua itu bohong kan…? katakan, kalau kamu itu berbohong… kalau aku ini hamil, iya kan?" bukannya menjawab pertanyaan Anthony malah Cleo bertanya balik dengan pertanyaan yang membuat Anthony binggung.


"Apa untungnya aku berbohong atas kehamilanmu itu. Aku juga tidak mengenal mu, dan ya Dinda adalah calon istriku jadi katakan padaku Dinda ada dimana? Oh iya lebih baik segera hubungi suamimu! Biarkan aku yang mencari Dinda." Lanjutnya lagi.


Deg.


Hati Cleo tiba-tiba merasa sakit mendengar setiap kata yang terucap dari mulut Anthony,


ntah mengapa dia merasakan sakit yang begitu mendalam, mendengar kalau Dinda adalah calon istrinya.


"Tolong pergi dari sini! dan tinggalkan aku!


biarkan aku sendiri!" usirnya dengan nada yang penuh kekesalan, lalu ia memilih menutup matanya walau buliran bening sudah jatuh membasahi kedua pipinya itu,sedangkan Anthony hanya diam mematung mendengar perkataan yang keluar dari mulut Cleo.


ENtah, ada perasaan sakit yang terucap di setiap kata-katanya, namun Anthony tak tau sakitnya karena apa.


"Dengarkan aku, aku ingin tau namamu dan nomor ponsel suamimu biar aku yang menghuhunginya" lanjut Anthony lagi.


"Bukankah aku sudah bilang pergi dari sini…! dan berhentilah mengurusi diriku…! urusi saja dirimu sendiri…!" Teriaknya dengan histeris membuat Anthony terkejut dengan reaksi wanita asing di depannya itu, ia takut terjadi apa-apa kepada Cleo karena mengingat pesan Dokter kalau kandungan Cleo lemah dan dia tidak boleh stres, ia pun dengan reflek meraih tubuh Cleo dan membawanya masuk kedalam pelukannya.

__ADS_1


"Maafkan aku kalau aku menyinggung dan menyakiti petasaanmu, tapi percayalah aku tidak ada maksud apa-apa aku sayang sama kamu dan juga baby Twins yang kamu kandung ini." Dengan menyentuh perut Cleo yang masih rata, Anthony menenangkan Cleo dengan kata-kata lembut sambil memberikan usapan lembut di punggung dan di perutnya, dan benar saja Cleo merasa jauh lebih tenang sekarang. Anthony pikir Cleo butuh ketenangan.


"Sekarang makanlah aku akan menyuapimu setelah itu minum obatmu lalu beristirahatlah aku akan menemanimu di sini, aku janji tidak akan meninggalkanmu sendiri."


__ADS_2