Istri Ke Dua Tuan Arogant

Istri Ke Dua Tuan Arogant
AKU SANGAT MENCINTAINYA


__ADS_3

Satu minggu kemudian setelah Leo melaku kan cek golongan darah dan mengikuti beberapa proses prosedur, akhirnya tiba Leo untuk di bawa ke ruangan khusus, karena sebentar lagi ia akan di operasi untuk melakukan pencangkokan tulang sum-sum.


Sebelum ia di bawa ke dalam ruangan khusus ia ingin bertemu ke dengan mertuanya, Bu Rini pun masuk menemui Leo,


Ceklek,


Leo meatap ke arah suara pintu yang baru saja terbuka.


"Ada apa Nak kamu mencari Ibu?"


"Bu, doakan semoga semuanya berhasil dan lancar" pinta Leo.


"Kamu itu bagaimana sih Nak' biar kamu tidak minta untuk di doakanpun Ibu itu selalu mendoakanmu" jawab Bu Rini sambil tersenyum lalu mengelus pucuk kepala Leo dengan lembut.


"Bu, sebenarnya ada hal yang lebih penting yang ingin Leo tanyakan ini tentang Chelsy Bu"


"Apa yang ingin kamu tanyakan Nak?" sahut Bu Rini mengerutkan keningnya.


"Kenapa Chelsy tak mengingatku Bu' dia bahkan lupa dengan tempat yang pernah kami kunjungi dulu" ucap Leo sendu.


"Seolah-olah dia bukan Chelsy yang aku kenal dulu."


Deg.


"lt_itu karena Chelsy amnesia" gugup bu Rini. "Amnesia…?" kejut Leo.

__ADS_1


"lya nak, akibat kecekaan yang pernah menimpanya karena mencarimu saat kamu pergi dulu dan Dokter sudah bilang butuh waktu yang panjang untuk bisa sembuh." ucapnya lagi menjelaskan.


"Ini semua salahku Bu, kenapa semua hal buruk terjadi karena ulahku, semua yang terjadi pada diri Chelsy itu semua salahku" sela Leo penuh penyesalan.


"Sudahah jangan berfikir yang macam-macam sebentar lagi kamu akan di oprasi kamu harus kuat mm.." ujar Bu Rini lembut mengelus bahu Leo.


"itu semua sudah jalan takdir Nak" ucap bu Rini lagi.


"Bu, sampaikan Maafku buat Chelsy katakan padanya kalau aku sangat mencintainya" ucap Leo dengan mengenggam erat tangan Ibu mertuanya.


"Iya pasti Ibu akan mengatakannya' sekarang tenangkan dirimu ya" ucap Bu Rini lagi.


Tak lama kemudian tim Dokter datang untuk memulai tugas mereka, untuk membawa Leo di meja operasi.


"Ma…aku takut" ungkap Chelsy,


"Sudah sayang semua akan baik-baik saja.


Kita berdoa semoga semuanya lancar" kata Bu Rini menghibur.


*


*


*

__ADS_1


Dua jam kemudian Tim Dokter pun keluar dari ruangan operasi Chelsy pun menghambur mendekati.


"Bagaimana Dok! apa semuanya lancar? dan bagai mana ke adaan suami saya apa dia baik-baik saja?" tanya Chelsy dengan perasaan yang tak menentu.


Sedang Dokter hanya bisa menarik nafas panjang saat di berondong pertanyaan dari Chelsy, Rafa yang melihat Dokter yang hanya diam saja berinisiatif untuk mendekat.


"Bagai mana Dok! apa samua baik-baik saja?" tanya Rafa dengan perasaan tegang. "Alhamdulillah semuanya lancar, dan kami akan segera memindahkan pasien ke ruangn pemulihan" lanjut sang Dokter menjelaskan panjang lebar.


Sedang semua yang mendengar berucap syukur, terlebih lagi dengan Chelsy, ia menangis dalam isakan, mendengar kalau suami dan anaknya itu baik-baik saja.


"Ma, Devan, dan Leo, Ma_" ucapnya tak mampu berkata-kata ia meleburkan tangis bahagianya dalam pelukan Bu Rini.


"Dengar sayang… Leo mengatakan kalau dia sangat mencintai mu begitupun dengan Devan." Chelsy pun kembali semakin terisak karena merasa bersalah karena belum bisa mencintai suaminya itu.


Semua yang melihatnya pun ikut terharu ter lebih Anggun ia merasa kalau Chelsy begitu beruntung masih punya Mama tak seperti dirinya yang sebatang kara.


Tak terasa air matanya tumpah dari bendungannya,


"Hei, sayang kamu kenapa heeem?" tanya Rafa yang melihat istrinya tiba-tiba menangis. Anggun hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis, namun dengan mata yang masih menangis.


Lalu Rafa pun mendekat dan meraih pinggang istrinya itu, kemudian membawanya ke dalam dekapan nya.


"Aku tak tau apa yang membuatmu bersedih, tapi aku mohon berhentilah menangis, kalau tidak aku akan menghukummu disini bisik Rafa menggoda sambil menggigit telinga Anggun dengan lembut.


"Sayang kau apa-apaan aku sedang terharu" ucapnya sambil terisak.

__ADS_1


__ADS_2