
πππ
Setelah seharian bergelut dengan kesibukan di kantor, hingga menjelang pukul 20:00 Rafa masih belum beranjak untuk ke luar dari ruangannya. Ceklek...
"Maaf Tuan apa Anda butuh Kopi?" tanya Leo.
"Iya tolong kamu pesankan...!"
"tolong apa aku tidak salah dengar seumur-umur aku baru mendengar tuan muda mengucap kan kata ajaib itu?" ngumamnya dalam hati.
"Apa Tuan sakit?" dan tanpa sadar Leo menaruh tangannya di atas kening Rafa.
"Tidak demam" lanjutnya sambil gelengkan kepalanya. Melihat tingkah Leo membuat Rafa menjadi jengah.
"Apa kamu mau di berkedel atau di dadar!" sentaknya dengan tatapan yang mematikan.
"Tit- tidak Tuan...!" Cicit Leo ketakutan lalu segera meraih hendle pintu.
"Huuuf hampir saja," mengelus dadanya yang ngos-Ngosan.
*****
Anggun yang merasa suaminya belum pulang
__ADS_1
terus menatap jam yang berputar di dinding.
"Kenapa dia belum pulang?' ini kan udah jam 10 malam tak seperti biasanya" gumamnya sambil terus mondar mandir, matanya pun tak bisa di pejamkan ia menatap Kenan, yang sudah pulas, tunggu Bunda ya sayang Bunda mau lihat Daddy dulu ucapnya lembut lalu melangkah keluar dari kamar menuju pintu keluar.
Di bukanya gorden jendela menatap remang nya malam namun tak ada penampakan suaminya akan pulang.
Ia pun memutuskan untuk duduk di ruang tamu.
"Aku akan menunggu di sini saja.'' Cicitnya dalam hati, namun setelah lama menunggu,karena kantuk dan lelah akhirnya Ia berbaring dan memejamkan matanya. Ia berfikir toh kalo suaminya datang ia pasti mendengarnya.
pukul 01:00 Rafa baru sampai di rumah karena memang hari ini ia harus menyelesaikan semua pekerjaannya karena setelah minta maaf ia berniat membawa istrinya untuk liburan.
Ceklek.
Baru mengayun kan kakinya beberapa langkah ia sudah melihat seluit orang yang berbaring meringkuk seperti bayi.
''Anggun..kenapa dia tidur di sini apa dia menungguku?" gumamnya pelan ingin di bangunkan sang istri namun melihatnya tertidur dengan nyenyak membuatnya tak tega.
Di angkatnya tubuh sang istri ala bridal style, Melangkah ke kamar lalu membaringkannya pelan namun kalung yang mengikat di leher Anggun menyangkut pada kancing kemeja nya tepat di atas dada membuat wajahnya dan Anggun bersentuhan, hidungnya yang mancung menggesek hidung Anggun yang mungil di tatapnya lekat wajah sang istri.
Tiba-tiba.
"Cantik kenapa aku baru menyadarinya,ternyata dia sangat cantik, di sentuhnya wajah sang istri di belainya dengan lembut, dan menatapnya begitu intens.
__ADS_1
"Benar kata Oma dia sangat kurus,"
tiba-tiba saja Anggun menggeliat dan melenguh,
"hhngh.." dan ia tiba-tiba kembali memutar tubuhnya Terlentang dengan Reflek Rafa mengikuti pergerakan Anngun karena kalung yang masih mengait di baju nya.
Anggun yang merasa terusik pun terkejut begitu ia merasakan ada yang bergerak di atas tubuhnya dan.
Plak...
"Siapa kamu...!" Bentak Anggun ketakutan
"Anggun ini aku!' kenapa kamu menampar ku!" sergah Rafa membuat Anggun terkejut mendengar suara bariton yang ia kenal membuat wajah Anggun tiba-tiba pucat dan tubuhnya gemetar.
"Tut_Tuan_ maaf kan aku, aku__''
"Sudah lah tolong bantu aku melepaskan ini!" menunjuk kalung yang membelit bajunya.
Angun pun melihat dan berfikir apa yang terjadi dia ingin bertanya tapi takut kalo suaminya marah.
"Tut Tuan maaf" boleh saya membuka baju Anda?"
"Untuk apa?"
__ADS_1
"Mm_sas_ saya susah bergerak Tuan." "Lakukan lah!" tegasnya.
Anggun mulai membuka kancing baju suami nya dengan tangan gemetar karena ini ada lah pertama kali dia berdekatan dan sangat itu menurut nya sangat lama, sedang Rafa merasakan jantungnya berdetak begitu cepat saat merasakan sentuhan lembut tangan istrinya, dan ketika tanpa sengaja tangan mungil istrinya menyentuh kulitnya darahnya seperti meng hangat, setelah baju terbuka setengah lalu Anggun menariknya keluar dari atasπππ