
"Hai hai pembaca setia ku semoga kalian selalu terhibur ya!!! makasih untuk yang udah ngasih like dan komennya๐๐๐
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
"Mommy, ada apa mommy mencari kami?" ucap Rafa bertanya pada mommynya.
"Mommy mencari kalian karena mommy butuh Anggun." Jawab sang Mommy berjalan mendekat. "Bagaimana sayang?" Mommy bertanya dengan menatap ke arah Anggun yang masih binggung,
"memangnya Mommy mau membawa Anggun kemana Mom?" lanjut Rafa lagi. "Mommy mau membawa istrimu keluar jalan-jalan apa kamu keberatan!" jelas Mommynya dengan nada sedikit tegas,bmembuat Rafa sedikit menelan saliva nya, sedang Anggun sendiri belum menjawab pertanyaan dari mertuanya itu karena, menyaksikan ke dua ibu dan anak di depan nya saling melempar pertanyaan.
"Bagaimana sayang?" tanya sang mertua membuyarkan lamunannya.
"E em Mommy aku_" ucapannya terpotong saat matanya tertuju pada Rafa memberi kode lewat mata dan gelengan kepala seolah mengatakan Anggun tak boleh pergisedang
Anggun yang faham maksud suami nya pura-pura tak mengerti dan ingin sekali membalas suaminya ini, "iya Mommy Mas Rafa juga pasti setuju kok, iyakan sayang" ucapnya dengan mengedip-ngedip kan ke dua mata nya sambil tersenyum manis, sedang Rafa yang di tatap salah tingkah hanya bisa menggaruk tengkuknya tak gatal sambil terus menggerutu dalam hati.
" Sial kenapa sih jadi begini aku kan melarang nya untuk tidak pergi, tapi kenapa dia malah merasa gembira mau pergi' awas saja aku akan menghukummu akan ku buat kau tak bisa berjalan!"
"I iya sayaang he he he" jawabnya mengangguk sambil terkekeh lalu memeluk istrinya.
"Pergilah sayang tapi ingat setelah tamu bulananmu pergi bersiaplah aku akan membuat mu tidak bisa berjalan" bisiknya di telinga Anggun dengan senyum smirknya.
Glek, Anggun membulatkan matanya dan menelan saliva nya dengan getir.wajahnya tiba-tiba terasa panas, dan nafasnya seperti tersengal karna mendengar ancaman Suami nya itu. Lalu tangannya pun di tarik oleh ibu mertuanya, menjauh dari pandangan Rafa,Anggun hanya bisa menurut tanpa bisa menolak, sedang Rafa menatap nanar istri nya yang di bawa pergi dari hadapannya itu. Ia tak ingin berpisah dari istrinya itu tapi ia juga tak bisa membantah sang Mommy.
*
*
*
"Yang benar saja terus kamu akan menjalani semuanya tanpa Cinta?" ya mau di Apa lagi toh ini semua dari ke dua orang tua ku, maka nya Aku memanggilmu untuk datang menggagalkan pertunanganku ini"
"kenapa kalian tak jujur saja kalo kalian tak saling Cinta"
__ADS_1
"tidak semudah itu Cleo!"
"Lalu bagai mana caranya Aku membantu mu?" sambil berfikir mengetuk-ngetukkan jari di telujuk di kepalanya "hmm Aku ada ide Din!'' ucap Cleo tiba-tiba menepuk bahu temannya itu. "Cleo sakit!"pekik Dinda.
"Sorry" ucapnya menangkup ke dua tanggan nya di depan dada.
"Ini semua karena aku merasa senang, tidak sabar rasanya untuk melakukan rencana ini" jelasnya dengan penuh senyuman.
"Memangnya apa rencanamu itu?"
tanya Dinda penasaran.
"sini aku bisikan" lalu Cleo mulai membisikkan sesuatu di telinga Dinda.
"What! seriously Have you gone crazy?"
"I'm serious"
Aku tidak mau bagaimana kalau semua orang tau apa lagi orang tuaku dan kamu juga punya Kakakkan? dan bagaimana dengan orang tua mu?"
"Din, yakin dan percayalah sama Aku ini adalah jalan satu-satunya." bujuknya meyakinkan Dinda. Sedang Dinda hanya bisa menarik nafas kasar, "Cleo maafkan aku kalau kau harus terlibat jauh dalam masalahku ini."
"Hey i'm okay, itulah gunanya sahabat'semua pasti akan baik-baik saja.' Aku juga pernah berhutang nyawa pada mu dan saat ini anggap saja aku membayar hutang ku pada mu"lanjut nya kemudian mereka berdua saling berpelukan,untuk saling menguat kan,dan memberi semangat. "Terimakasih Cleo,ntahlah kalau tidak ada kamu mungkin Aku tidak bisa apa-apa" ucap Dinda sendu
"Andai saja wanita itu tidak bersuami aku berharap sekali wanita itu berjodoh dengan nya"
"Apa? maksudmu dia mencintai wanita lain?"
"Iya aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri kalau dia sangat mencintai wanita itu."
"Sudahlah sekarang kita fokus dengan rencana kita saja, biar Aku yang mengatur semuanya Okey."
"Terserah kamu saja aku hanya ikut dengan saranmu itu, dan aku sangat percaya pada mu." Ujar Dinda lalu mengacak rambut Cleo dengan gemasnya, "Dinda Rambut ku kusut tau protesnya sambil memonyong kan bibir, "habis aku gemes sama kamu, kamu itu cantik tapi kenapa dandan culun kayak gini kamu itu tidak pernah berubah dari dulu tetap saja begini' apa kamu tidak ingin punya pacar?"
__ADS_1
"Aku sih tidak mau punya pacar aku hanya ingin punya suami yang tulus sama aku mencintai aku apa adanya dan Aku yakin itu pasti ada cuma waktunya saja yang belum tepat." Jelasnya panjang lebar, dan di sambut senyum lebar dari sahabatnya.
"kamu ini, sejak kapan berubah jadi sok puitis banget' mร na ada Cinta yang seperti itu' ada sih cuma__ketemunya di dalam Novel. Ha ha ha."
"Haisss kamu jangan begitu' aku kan jadi tidak bersemangat mengejar calon my babang' seharusnya kamu memberiku semangat." Protes Cleo.
"Iya-iya yang semangat ya!" Mereka pun tertawa berbarengan, tak terasa hari sudah mulai gelap.
Cleo pun pamit undur diri untuk menyusun rencana yang sudah dia dan Dinda sepakati bersama, semoga semuanya bisa lancar, gumamnya yang masih bisa di dengar.
*
*
*
"Mas, maafin aku!" rengek Anggun manja pada suaminya, "kamu kan tau aku tidak bisa menolak ke inginan Mommy" lanjutnya lagi,
"Mas...!''
"Hem..."
"Kok hem, doang sih Mas..!" kesalnya melihat suami yang ia seru hanya di jawab cuma hem.
"Okay fine, aku mau tidur sama Baby Ken aja." Ucapnya lalu bangkit dan beranjak pergi,namun baru saja kakinya mau melangkah tiba-tiba langkahnya terhenti saat mendengar suara bariton yang bernada ancaman,
"Berani kau melangkah kan kaki selangkah pun dari ruangan ini maka akan ku patah kan kaki mu, agar kamu tak dapat lagi berjalan untuk keluar dengan Mommy lagi. Dan jika kau berani keluar maka kamu tau akibat nya, aku akan memakanmu habis-habisan tak perduli tamu bulananmu itu mengerti!" ancam nya dengan tersenyum devil.
Glek, Anggun yang mendengar ancaman dari suaminya langsung membuang bokongnya di tempat tidur, sedang Rafa hanya tersenyum geli melihat tingkah istrinya itu.
"Sekarang rasakan pembalasan ku' memang nya kamu saja yang bisa ngerjain Aku".
Gumamnya dalam hati, lalu ia pun berjalan manuju sisi ranjang dan duduk di samping sang istri, lalu dengan diam-mencuri ciuman sang istri. "Mas, kamu!"
__ADS_1