
ππππππ
"Aku mau mandi'!
sediakan baju ku..."! ucap Rafa lalu melangkah meninggalkan Anggun menuju bathroom. Setelah 10 menit ia lalu keluar dengan balutan handuk di pinggangnya.
Rafa meraih baju yang di sediakan Anggun setelah rapi Ia menatap Anggun yang berbaring di sebuah sofa yang ada di kamar itu dengan membelakanginya.
Ia melangkah mendekati Anggun lalu menyentuh punggungnya dengan perasaan yang berdebar-debar.
"Anggun...!' tidurlah di tempat tidur biarkan aku yang tidur disini"! ucapnya. Namun Anggun bergeming sama sekali seolah ia tak mendengar apapun yang Rafa ucapkan.
"Anggun apa kau sudah tidur atau kau sengaja menghindariku?" Namun Anggun tetap tak merespon.
"Baiklah biar aku sendiri yang akan memindah kan mu...!" ucapnya lagi dengn nada ancaman.
"Tut..tunggu...'!
aku bisa sendiri jaΓ±gan sentuh aku"!
ucapnya dengan tergagap. Dan Rafa pun tersenyum melihat tingkah istrinya itu, ternya ancamannya ampuh juga.
Anggun bangkit dari sofa namun ia sama sekali tak ingin menatap Rafa hanya menundukan kepala, dan sesekali membuang muka, membuat Rafa semakin meradang.
Anggun pun mulai merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur milik Rafa, Namun baru saja ingin memejamkan mata.
"Anggun! aku ingin bicara...!"
ucap Rafa mulai membuka percakapan,
ada kalimat penekanan di setiap katanya.
__ADS_1
Anggun lalu bangkit dan duduk
Tuan tidak ada yang perlu di bicarkan atau dibahas dan iya jika Anda trus memaksa biarkan saya keluar dari sini. Saya akan tidur dengan Kenan saya akan membujuk Mommy agar mengizinkan Kenan, tetap tidur dengan saya lanjutnya lagi.
Deg.
Hati Rafa mulai bergemuruh mendengar penolakan dan setiap kata yang di lontarkan Anggun. Dia mulai memperhatikan Anggun dengan seksama, mulai dari bawah hingga atas. Dan dia begitu terkejut melihat Anggun yang begitu kurus dan pucat, dia tiba-tiba teringat waktu Anghun pertama kali pingsan.
Dengan perlahan dia mendekati Anggun yang masih setia menunduk di tempat duduknya tanpa menyadari kalo Rafa sudah ada di depannya. Rafa mulai menyentuh dagu Anggun, dan mengangkat wajahnya lalu Cup.
Sebuah kecupan kecil singgah di bibirnya secara tiba-tiba. Membuat Anggun Reflek menepis tangan Rafa dan menampar wajah nya. Plak, wajah Rafa seketika memanas dan memerah, sedang Anggun yang tersadar dengan perbuatannyapun merasa bersalah
"Tut...tu__uummp" belum selesai Anggun bicara namun bibirnya kembali di lu..ma..t dengan kasar oleh Rafa, bukan hanya itu Rafa mendorong tubuh Anggun dengan kasar di tempat tidur membuat Anggun berada di bawah kungkungan Rafa, Anggun berusaha untuk melawan namun semuanya sia-sia karna tenaga Rafa jauh lebih kuat dari tenaga nya.
Rafa benar-benar mengunci tubuh Anggun dan kedua tangannya di atas kepala Anggun,membuat Anggun tak bisa lagi melawan.
Anggun yang lemah hanya pasrah menerima perlakuan suaminya itu.
Dan kesempatan itu Anggun gunakan untuk melunak kan hati suaminya itu...
"Tut...Tuan...maafkan aku, aku mohon lepas kan aku Tuan...!!!" tangisnya terisak pilu sambil menangkup ke dua tangannya di depan dada, membuat Rafa tersadar kalo dia benar-benar telah berbuat kasar ke pada Anggun. Rafa pun segera menarik dirinya dari atas tubuh ringkih Anggun,
perlahan Anggun bangkit dari duduknya yang masih menyisakan isak tangisnya, Rafa yang melihatnya pun merasa terenyuh dan bersalah.
"Sayaang...maafkan aku
ucapnya membelai rambut Anggun yang panjang. Namun Anggun masih membisu dia tercekat dengan kata-kata Rafa yang masih saja memanggilnya Sayang.
"Baiklah..! jika itu ke inginan mu aku akan me ngabulkannya" ucap Rafa yang mulai linglung di buat oleh perasaannya yang campur aduk,ia bangkit dan berjalan menuju sebuah Lemari lalu membuka Lacinya, dan mengambil sebuah Map yang berwana biru. Ia lalu berjalan mendekati Anggun yang sekarang menatapnya dengan tatapan bingung.
"Ini lihat lah'! mulai sekarang kamu Aku bebas kan dari kontrak' dan segala perjanjian di dalamnya." Ucap Rafa yang memberikan sebuah Map kepada Anggun.
__ADS_1
"Dan mulai sekarang kau boleh pergi dari mansion ini. Aku tidak mau membuatmu tertekan lagi, hiduplah dengan layak,hiduplah bahagia, dan carilah laki-laki yang kau Cintai. Aku janji tidak akan menggagu hidupmu lagi."
Ucapnya dengan suara yang tercekat,menahan kepedihan di hatinya.
Deg.
Rafa lalu meraih air minum di atas nakas dan menuangkan di dalam gelas lalu meminum nya. Ntah menagapa ia merasa tenggorokan nya begitu kering. Tanpa di sadari ia meremas dengan kuat gelas yang ada di tangannya hingga gelasnya pecah dan melukai tangan nya, darah segar mulai mengalir di telapak tangannya namun ia tak merasakan sakit sedikitpun.
Luka hati memang mampu mengalahkan lukanya yang berdarah. Anggun yang menyaksikan noda darah di pakaian Rafa seketika membulatkan matanya ia lalu bangkit dan menghambur meraih tangan suaminya yang sudah bersimbah darah.
"Mas...kenapa tangan kamu seperti ini apa yang kamu lakukan? kenapa...!
kenapa kamu selalu berbuat seenaknya tanpa se izin ku haah? kenapa kamu selalu melukai dirimu seperti ini?'apa kamu tidak berfikir bagai mana Aku Dan kenan jika kehilangan kamu. Dan apa...? kau menyuruh ku pergi' ber bahagia dengan laki-laki yang aku cintai?
bagai mana Aku bisa mencari laki-laki yang Aku Cintai kalau kau menyuruh ku pergi dari sini haah...!' Sedangkan laki-laki yang Aku Cintai adalah dirimu!."
Jedeeeerrr....
Anggun berteriak histeris mengeluarkan segala isi hatinya sambil memukul dadanya,
"hiks...hiks...hiiks..."
tangisnya pecah tak dapat terbendung lagi.
Rafa yang menyaksikan istrinya menangis histeris mencoba untuk meraih tubuh Anggun lalu mendekapnya dalam pelukan, ia begitu tercekat mendengar semua kata-kata yang terlontar begitu saja dari mulut Anggun.
Dia tak menyangka kalau Anggun mencintai nya begitu dalam.
"Sayang... maafkan aku!' Aku begitu bodoh' maafkan aku' jika semua ini terlambat aku katakan' aku juga sangat' menCintai mu Sayang" ucapnya pelan sambil terus mengecup wajah istrinya dengan fosesif.
"Dan apa kamu tau aku sangatlah tertekan selama ini karena kamu menghindari ku' aku merindukan Mu, aku juga merindukan ini." Ucapnya sambil menunjuk bibir ranum milik Anggun.
__ADS_1