Istri Pilihan Putri Ku.

Istri Pilihan Putri Ku.
Istri terbaikku.


__ADS_3

"Horeee kita foto bareng...." Seru Afina dan juga Elma. Dua keluarga itu pun sudah selayaknya keluarga kini saling tertawa, sudah tidak ada rasa iri dengki lagi.


"Mama... Elma mau foto sama Om Adnan sama Tante Sabrina ya," kata Elma. Setelah kedua keluarga itu foto bersama.


"Boleh..." jawab Bella.


"Sini yuk... kita foto bersama sayang..." kata Sabrina.


Afina, Elma, Dafa dan juga Bilqis yang masih dalam gendongan Adnan diabadikan oleh Jono, tetapi kali ini foto di dalam rumah Djody.



(Anggap saja begini aku tidak menemukan karakter yang pas)


Waktu sudah jam lima sore, Adnan mengajak keluarganya pulang ke rumah. Di dalam mobil Afina dan juga Dafa sudah terlelap.


"Mereka bobo Yank?" tanya Adnan, yang sedang menyetir menoleh ke samping menatap Sabrina sekilas.


"Iya tuh Mas, kalau jam segini tidur, nanti malam Dafa suka susah tidurnya" jawab Sabrina. Sabrina menoleh kebelakang menatap Afina berkaca-kaca. Afina yang sudah menjodohkan diri nya dengan Adnan, pria bertanggung jawab. Walaupun ada sedikit konflik dalam rumah tangganya, Sabrina menganggap itu adalah sebagai bumbu penyedap diantara rumah tangganya.


"Biar saja Yank, masa mau dibangunkan, kasihan juga kan Dia," Adnan mengejutkan lamunan Sabrina.


Sesaat di dalam mobil saling diam, Sabrina membetulkan posisi duduknya karena sambil memangku Bilqis.


"Yank..." kata Adnan.

__ADS_1


"Apa Mas..." Sabrina menoleh suaminya semakin bertambahnya usia, Adnan semakin bisa menyikapi permasalahan dalam rumah tangga nya dengan bijaksana membuat Sabrina semakin jatuh cinta saja.


"Kamu... saat ini sudah bisa mencintai aku?" tanya Adnan. Sebab saat menikah dulu cinta Adnan bertepuk sebelah tangan.


"Pertanyaan macam apa itu? Masa sudah punya anak dua, masih menanyakan soal itu," Sabrina merasa heran.


"Bukan begitu Yaank... perasaan aku... selama kita menikah sudah 4 tahun lebih, kamu belum pernah mengucap kata cinta," Adnan rupanya selama ini mengharapkan ucapan itu.


"Hihihi..." Sabrina cekikikan.


"Kok malah tertawa..." dahi Adnan berkerut.


"Lagian... Mas itu seperti anak remaja, cinta harus diucap dengan kata-kata, berarti selama empat tahun menikah sama aku, Mas belum bisa dong, mengenal aku," tutur Sabrina. Sabrina bukan tipikal orang yang segala sesuatunya harus dijabarkan dalam kata-kata. Ia lebih membuktikan dalam tindakan.


"Aku juga terimakasih Mas. Mas sudah banyak memberi aku pelajaran hidup, aku juga minta maaf, karena aku belum bisa menjadi istri yang sempurna," jujur Sabrina.


"Kamu adalah istri yang sempurna, dan terbaik yang aku punya, selalu sabar menghadapi sikap aku, walaupun kadang kekanak-kanakan,"


"I love you....❤❤❤


"Love you too.... ❤❤❤.


...***********...


...❤❤❤ "Assalamualaikum...❤❤❤...

__ADS_1


"Reader yang baik hati dan tidak sombong, alhamdulilah... kalian masih setia mengikuti cerita amburadul aku"


"Sungguh aku senang sekali penulis abal-abal seperti aku mendapat like 10 di awal sudah bersyukur, apa lagi sampai ratusan, aduuuhh... senangnyaaa... 🤣🤣🤣. Apa lagi kalian selalu memberi komentar yang membuat aku semakin bersemangat untuk melanjutkan cerita ini" 💪💪💪.


"Tentu aku tidak bisa menulis dengan terampil seperti penulis yang memang benar-benar penulis. Tulisan aku banyak typo, kata-kata yang kurang pas, dan alur cerita yang kadang melenceng, aku menyadari kok, maka aku mohon maaf. 🙏🙏🙏


"Ambil yang sekiranya baik dan bisa dipetik dalam cerita dua pasang tokoh ini, mungkin ada barang sedikit"


"Akhirnya aku bisa menamatkan Istri Pilihan Putriku. Targetnya aku mau menulis hanya sampai 100 bab, tapi ternyata molor sampai bab ini. Sebab masih ada yang menggantung, jadi gini nih, sampai 118 bab. Sambil menulis sambil khawatir kalian akan bosan membacanya. Walaupun masih ada beberapa yang ingin lanjut tapi nyatanya like sudah menurun"


"Curhat ya... Reader... Aku hanya seorang ibu yang berjuang mencari receh sambil menulis iseng-iseng berhadiah.😁😁😁 Walaupun kadang lelah karena harus berpikir dan membagi waktu antara pekerjaan, dan keluarga tentunya. Namun karena hobby itulah yang membuat aku semangat menulis, terlebih jika ada yang membaca apa lagi sampai bisa menghibur kalian, aduh.... senang sekali"


NB


"Bagi yang membaca cerita Sulastri yang berjudul Mencintai Guruku. Itu sebenarnya bukan aku yang menulis loh, tapi itu tulisan anakku. Ketika itu anakku masih kelas 4 SD. Rupanya dia membaca dari buku aku yang aku tulis saat masih sekolah. Saya minta maaf ternyata menulisnya main tabrak tidak ada titik koma 🤭🤭🤭.


"Sekali lagi, aku minta maaf jika ada kata-kata yang tidak benar, yang namanya manusia tempatnya salah, meskipun sudah hati-hati kadang kepleset juga" 😭😭😭 🙏🙏🙏


"Aku juga mau memberi tahu, dalam waktu dekat aku akan membuat cerita yang baru, barang kali masih ada yang setia mampir.


"IsyaAllah... moga aku masih diberikan kesehatan dan bisa menghibur kalian. Begitu juga dengan reader kesangan, semoga sehat selalu dan berbahagia dengan keluarga tercinta"


...Aamiin...


..."Wassalam"...

__ADS_1


__ADS_2