Istri Pilihan Putri Ku.

Istri Pilihan Putri Ku.
Anak baru pindah.


__ADS_3

"Kok tumben... kamu semangat banget mau ke Indonesia? Ada apa?" dahi Prayoga, ayah Djody berkerut. Tidak biasanya putranya bersemangat berkunjung ke Indonesia. Padahal biasanya jika di ajak Proyoga kesana, Djody selalu beralasan. Selama nenek nya meninggal beberapa tahun yang lalu, saat ini disana sudah tidak ada saudara.


"Mau ziarah ke makam Nenek, sama Kakek Yah," jawab Djody tidak seluruhnya berbohong. Karena selain kangen pada Bella. Djody juga hendak ziarah kubur.


"Tidak untuk saat ini Djody, setidaknya selesaikan project kamu dulu," jawab ayah Prayoga, tidak bisa dibantah.


Djody hanya bisa menurut, mungkin memang sebaiknya harus bersabar, jika jodoh tidak akan kemana. Tidak mungkin melimpahkan tanggungjawab nya kepada ayah. Pasalnya saat ini Prayoga sudah waktunya pensiun. Lagi pula Djody sudah menandatangi beberapa project sekaligus.


***************


Satu bulan kemudian, Afina sudah naik ke kelas dua. Dan saat liburan sekolah, Afina selalu mendapat kejutan dari Adnan, Sabrina, dan juga Bella. Mereka mengajaknya jalan-jalan secara bergantian.


Setelah libur selama seminggu, saat ini Fina masuk sekolah pertama kali di antar oleh Bella.


"Selamat belajar sayang... muach-muach" dua ciuman dari Bella mendarat di pipi kiri dan kanan Fina.


"Dada Mama..." Afina melambaikan tangan.


"Dada... sayaaang..." Bella menatap putrinya yang sedang berjalan ke kelas barunya. Setelah tidak terlihat lagi, Bella mengendarai mobil nya menuju restoran.


Sementara Afina sampai di kelas belum ada teman-teman nya. Mungkin karena tahun ajaran baru, Fina lantas terlalu semangat. Ia letakkan tas di meja yang masih kosong, kemudian berjalan keluar hendak mencari Talita. Namun, Talita pun belum hadir dan akhiranya menunggu di luar kelas.


"Afina..." panggil Lita. Seketika Afina tersenyum, menghampiri sahabatnya dari tk sampai SD itu.


"Kok tumben sih Lit? Kamu datangnya belakangan, biasanya kan duluan kamu," kata Fina.


"Kamu nya yang datang terlalu pagi, jadi merasa aku kesiangan." jawab Talita sambil meletakkan tas di sebelah Fina yang sejak tk mereka selalu duduk berdua.


"Iya juga ya" Fina baru ingat. Mama Bella memang menjemput nya terlalu pagi. Bahkan, ketika Adnan baru mandi, Bella sudah tampil. Ia tidak ingin melewatkan momen mengantar putrinya untuk yang pertama kali masuk sekolah.


Afina bersama Talita ngobrol dulu sebelum akhirnya bel berbunyi.


Kring... kriiing...


Bel masuk sekolah berbunyi, anak-anak pun berlarian masuk ke dalam kelas. Duduk di bangku dimana mereka meletakkan tas.


"Assalamualaikum wr wb....


"Waalaikumsalam wr wb....

__ADS_1


Datang guru wanita sambil menggandeng anak perempuan yang berwajah cantik, blasteran Indonesia dan negara A. Anak-anak mengamati anak baru yang belum pernah mereka lihat sebelumya. Semua tidak ada yang bersuara setelah mengucap salam.


"Fina... lihat tuh, cakep banget ya" bisik Talita.


"Iya, kulitnya putih, terus... hidungnya itu loh, mancung...," jawab Fina.


"Anak-anak... sebelum kita mulai pelajaran, mari kita berkenalan dulu dengan anak baru, pindahan dari negara A," kata bu guru, seraya mengangkat tangan anak perempuan itu. Anak perempuan itu menganggukkan kepala santun.


"Baik bu guru..." jawab anak-anak serentak.


"Sayang... ayo. Perkenalkan nama kamu, ke teman-teman," titah bu guru.


"Assalamualaikum... teman-teman semua... perkenalkan. Nama saya Elma Aryani Zazkia. Aku biasa di panggil Elma" anak perempuan lucu itu memperkenalkan diri dengan lancar.


"Waalaikumsalam... salam kenal..." jawab anak-anak.


"Anak-anak... kalian pasti sejak kelas satu hanya duduk satu bangku dengan satu teman. Dan untuk kelas dua ini... bu guru mau kalian tukar tempat," bu guru menjelaskan.


"Yaaa..." anak-anak saling lirik ke temanya satu meja. Suasana menjadi riuh. Sudah kebiasaan di sekolah jika sudah akrab dengan satu maupun dua teman hanya itu-itu saja, teman mereka.


"Yaa... Fina, kita nggak satu meja lagi deh," Talita kecewa.


"Iya juga ya" Talita pun akhirnya mengerti.


"Dengarkan dulu... dengan tukar tempat... kalian akan menambah teman," bu guru memindahkan anak-anak. Yang belakang maju, yang samping kiri pindah ke kanan, bagitu juga sebaliknya, dan yang tengah maju, dan seterusnya.


"Haii... nama kamu siapa?" tanya Elma. Elma ternyata duduk di sebelah Afina.


"Nama aku Afina Mawadah. Biasa di panggil Fina," jawab Fina.


"Aku senang berkenalan dengan kamu dan bisa duduk sama kamu," Mereka pun akhirnya ngobrol sebelum pelajaran dimulai. Talita yang duduk di sebelah kanan hanya bisa melihat Afina yang sudah tampak akrab dengan murid baru.


Karena hari pertama, bu guru hanya memberikan nasehat pada anak-anak dan juga lelucon kecil. Karena bu guru pun baru mengajar di kelas ini. Hingga pelajaran selesai, tibalah saatnya istirahat.


"Lita... kita makan ditaman saja yuk," ajak Afina mengeluarkan bekal. Walaupun duduk terpisah, bukan lantas mereka tidak bersahabat lagi.


"Benarkah," Talita merasa senang.


"Beneran dong... ajak teman sebangkumu," saran Fina. Mereka pun akhirnya jalan bersama membawa bekal masing-masing. Benar kata bu guru, mereka menjadi tambah teman dan duduk di kursi panjang yang berada di taman samping sekolah.

__ADS_1


"Afina... kamu membawa bekal apa?" tanya Elma. Menatap tempat bekal Afina.


"Oh ini... bekal spsial buatan bunda aku, ini namanya menu empat sehat lima sempurna," Fina menunjukan tromol tempat bekal yang berisi sayur, kacang-kacangan, ayam goreng, dan yang terakhir buah.


"Waah banyak sekali..." Elma kagum.


"Bekal aku juga sama kaya gitu Elma," Talita dan teman sebangkunya pun menunjukkan menu yang sama, hanya bedanya jika Afina dengan ayam. Lita dengan telur ceplok, sementara teman Lita, berupa daging.


"Sudah yuk, kita makan, memang bekal kamu apa Elma?" tanya Fina.


"Ini bekal aku" Elma menunjukan roti yang di potong-potong di selipi keju dan mayonais.


"Kita makan saja, keburu masuk, kamu boleh kok Elma, makan bekal aku, kita makan sama-sama" kata Fina. Mereka makan sambil berceloteh kas anak-anak sekolah. Selesai makan mereka minum air yang mereka bawa masing-masing dari rumah.


"Fina, bunda kamu pintar memasak ya," puji Elma, setelah mencoba sedikit bekal Fina, yakni teman barunya itu merasa ketagihan.


"Memang bunda kamu nggak bisa memasak El?" tanya Lita.


"Aku nggak punya mommy. Kata Papa, Mommy aku sudah meninggal," tutur Elma sedih.


"Oh, maaf ya Elma... kami nggak tahu," jawab Fina dan Talita merasa bersalah. Bel berbunyi mereka kembali masuk ke kelas. Hari ini karena hari pertama mereka pulang cepat.


Saat ini Fina dijemput Adnan, dan Sabrina pun ternyata ikut juga. "Papa... Bunda..." Afina kegirangan menyambut kedua orang tuanya. Mencium punggung tangan Sabrina dan Adnan bergantian.


Elma terharu menatap Fina yang langsung bergelayut manja ke perut Sabrina. Andai mommy masih ada. Elma seketika sedih.


"Elma... kamu di jemput sama siapa?" tanya Fina. Melihat Elma menunggu di depan kelas tergambar raut kesedihan di wajah Elma.


"Sama Papa," jawab Elma, singkat.


"Rumah kamu dimana Nak? Barengan kami saja, nanti biar Om Adnan mengantarkan kamu sampai ke rumah," Sabrina tersenyum mendekati Elma.


"Terimakasih Tante... tadi Papa sudah pesan, tidak boleh kemana-mana sebelum Papa datang," pungkas Elma.


"Anak pintar..." puji Sabrina.


**********


..."Siapakah anak baru itu???...

__ADS_1


...Happy reading....


__ADS_2