Istri Pilihan Putri Ku.

Istri Pilihan Putri Ku.
Derita istri kedua.


__ADS_3

"Hai... sama suami tidak boleh galak, nanti berdosa loh," cicit Djody ketika David sudah berlalu. Ia menghampiri Bella.


"Siapa loe?!" ketus Bella melengos kesal.


"Emmm... maaf" ujar Djody ingin mengatakan bahwa ia yang menabrak Bella, tapi takut. Karena wajah Bella seram seperti kuntilanak.


"Maaf untuk apa?!" sinis Bella tanpa menoleh.


"Ma-maaf ka-karen..."


"Cepat katakan! Jangan bertele-tele gw paling tidak suka!" suara Bella seperti merecon padahal jika bicara keras dada nya terasa sakit.


Djody pun terperangah. Dalam keadaan sakit, wanita di depanya ini masih marah-marah juga. Djody ngeri sendiri.


"Saya yang membuat kamu celaka, secara tidak sengaja, aku menabrak kamu, tapi kamu juga sih... Jalan di tengah-tengah," ujar Djody pria berkumis itu kali ini bicara lancar.


"Iya, gw nyesel, kenapa loe menabrak hanya terluka begini!" Bella menyahut walaupun ketus, tapi kali ini sedikit menurunkan intonasi suara.


"Maksudnya?" Dahi Djody berkerut.


"Kenapa gw nggak loe lindas saja! Biar gw mati! Hidup pun percuma, gw sudah tidak semangat lagi" kata Bella ngawur. Seketika ingat pengkhianatan David, hatinya tersayat sembilu.


"Hahaha..." Djody justeru tertawa.


"Nggak lucu!" Bella merengut.


"Memang kamu sudah punya modal? Sampai mau bunuh diri?" Djody menyeringai.


"Mau mati saja, harus pakai modal! Mana ada?!"


"Lagian kamu! Semua orang itu ingin hidup lebih lama, memperbaiki diri agar kelak jika kita sudah saat nya dipanggil, ada bekal untuk masuk ke surga Nya Allah. Nah ini?! Kamu malah mau bunuh diri," Djody ceramah seperti Ustadz. Bella pun menatap lekat wajah Djody.


"Kenapa kamu malah nglihatin saya begitu," Djody salah tingkah.

__ADS_1


"Siapa loe, sebenarnya?!" tanya Bella. Bella hendak bangun merasa familiar dengan wajah pria di sampingnya. Tetapi badanya terasa sakit semua.


"Kan tadi gw sudah kenalan, nama gw Djody." jawab Djody santai.


"Sama suami saja masih galak seperti tadi kok mau mati, padahal surga istri itu ada di telapak kaki suami," Djody mencebik.


"Diam loe!" Bella tidak terima di bilang begitu. "Kalau nggak tahu masalahnya, jangan suka membela pengkhianat seperti..." Bella tidak melanjutkan ucapanya.


"Yang kamu maksud suami kamu kan? Kata siapa saya nggak tahu masalah kamu?" kata Djody keceplosan.


Bella semakin yakin jika Bella pernah mengenal pria ini. Tetapi dimana? batin Bella.


"Loe dari Indonesia kan?" selidik Bella.


"Hahaha..." Djody kembali tertawa.


"Gila loe ya?! Dari tadi tertawa terus!" Bella hendak miring menghindari tatapan Djody tetapi tangan kirinya merasa sakit.


"Lagian! Kamu aneh, dari tadi bicara nerocos pakai bahasa Indonesia, kok pakai tanya aku orang mana," Djody geleng-geleng kepala.


"Tunggu! Loe tahu darimana masalah gw?" Bella masih penasaran.


"Lupakan! Jangan memaksakan diri untuk bicara terus, daripada menahan sakit begitu!" pungkas Djody. Kini benar-benar tidur sedekap di sofa.


Sementara Bella masih bertanya-tanya dalam hati, siapa pria itu. Sepertinya pernah mengenal. Bella pun akhirnya mencoba untuk tidur, merasakan seluruh tubuhnya nyeri, niat hati jalan di tengah agar ada yang menabrak biar mati tetapi malah menerima penderitaan yang panjang.


*************


Di salah satu rumah sederhana Angela tidak berhenti nya menangis. Walaupun sang ibu berusaha menenangkan. Sedih, kecewa, sakit, memenuhi ruang hati Angela. Wanita itu kini merasa bersalah pada istri pertama David. Predikat sebagai pelakor sudah terselip di belakang nama nya. Tapi ini salah siapa? Orang tua, David, atau dirinya? Karena selama ini ia hanya merasa di manfaatkan. Walupun jujur mendapatkan David pria masa kecilnya adalah anugerah.


"Mom kenapa tega membohongi aku? Padahal mommy tahu kan, kalau David sudah beristri," sesal Angel menangis sesegukan.


"Maaf kan momy Nak, awalnya mom juga nggak ingin kamu menjadi istri keduanya David. Tetapi mommy tahu, kamu sangat mencintai David, maka mom menerima, ketika Maryam berniat menjodohkan kamu" tutur momy. Mengusap-usap punggung putrinya.

__ADS_1


"Hati aku sakit Mom, walaupun aku mencintai David teman kecilku, bukan berarti aku harus menjadi pelakor," Angela menyusut air mata.


"Mommy tahu perasaan kamu sayang..." jujur mommy. Mommy menatap putrinya tergambar jelas penyesalan disana. Mommy tidak menyadari sudah melukai perasaan putri satu-satunya. Keduanya kini merenung.


Hingga terdengar derung mobil, mommy segera ke depan membuka pintu.


Angela tahu jika yang datang pasti suaminya. Ia segera berusaha bangit hendak ke kamar. Saat ini ia ingin sendiri dan tidak ingin bertatap muka dengan David. Nyatanya sudah sejak kemarin siang ia disini. Namun, David baru pulang saat ini. Bukan mengejar dirinya dan menghibur tapi David jurstru menghibur istri pertamanya.


"Ela..." lirih David. Belum sampai ke kamar David sudah berdiri di belakang dan memegang pundak Angel. Angel berhasil menghindar kemudian masuk ke kamar. Ketika Angel hendak menutup pintu, David menahanya. David pun turut masuk lalu mengunci kamar.


"Tinggalkan aku Dav, aku ingin sendiri!" Angela tidak mau menatap suaminya itu. Lalu duduk perlahan di tempat tidur sederhana yang terbuat dari kayu.


"Ela... tolong dengarkan aku, kita harus bicara sayang..." David duduk di depan Angel bertopang lutut.


"Tidak ada yang perlu dibicarakan! Aku ingin kamu menceraikan aku," tangis Angela kembali pecah.


"Ela... aku tidak mau mendengar kata itu," David memegang lutut Angel. Menatap mata Angela yang hampir tidak bisa dibuka karena kebanyakan menangis hati David tidak kuat, kemudian menjatuhkan kepalanya di lutut Angel.


Sekilas Angela menatap wajah pria yang ia cintai itu tampak lelah dan banyak beban disana. Angel pun sebenarnya tidak tega.Tapi Angela tidak percaya jika pria seperti David tega membohongi diri nya selama satu tahun.


Angel kembali menangis air matanya jatuh menimpa lengan David.


"Ela... jangan menangis, aku tidak kuat mendengarnya El," David mengangkat kepalanya.


"Jangan pura-pura perhatian Dav, walaupun kamu selama ini bercinta dengan aku, hingga tumbuh benih di dalam rahim aku! Tapi saat itu yang kamu bayangkan bukan aku kan! Dav? Tapi istri tua mu?"


"Ela... tolong jangan katakan itu," David tidak kuat mendengarnya.


"Hiks hiks hiks... aku bodoh... aku bodoh..."


Angel menyingkirkan tangan David kemudian merebahkan tubuhnya di pinggir tempat tidur menghadap tembok.


Inilah rasanya menjadi istri kedua, segala sesuatu harus menjadi yang nomor dua. Selama ini tidak dipikirkan oleh Angel.

__ADS_1


David lebih betah diam di istri pertama daripada dirinya. Baju yang David belikan untuk istri pertama baju yang mewah. Sedangkan David belum pernah membelikan baju untuknya. Bahkan saat hati nya sedang sakit David memilih menghibur istri pertamanya. Ela benar-benar tidak kuat.


.


__ADS_2